
Ini Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan Pengidap Asam Urat
Beberapa sayuran mengandung tinggi purin yang sebaiknya dihindari.

DAFTAR ISI
- Daftar Sayuran yang Mengandung Purin Tinggi
- Cara Alami Mengontrol Asam Urat
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Penyakit asam urat atau gout adalah salah satu bentuk radang sendi yang sangat menyakitkan. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat (uric acid) dalam darah terlalu tinggi, sehingga membentuk kristal tajam di sekitar persendian. Secara alami, tubuh manusia memproduksi asam urat saat memecah zat yang disebut purin. Purin tidak hanya diproduksi oleh tubuh secara alami, tetapi juga banyak ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.
Bagi pengidap asam urat, menjaga pola makan adalah kunci utama untuk mencegah serangan nyeri yang menyiksa. Makanan yang mengandung purin tinggi, seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut, adalah pantangan utama. Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa jenis sayuran yang mengandung purin tinggi? Banyak orang yang tidak menyadari hal ini dan tetap mengonsumsinya dalam jumlah banyak, yang pada akhirnya memicu lonjakan kadar asam urat di dalam darah.
Meskipun sayuran umumnya sangat dianjurkan karena kaya akan vitamin, mineral, dan serat, kamu yang memiliki riwayat asam urat tinggi harus lebih selektif. Memilih sayuran yang rendah purin dan membatasi sayuran tertentu dapat membantu ginjal bekerja lebih optimal dalam membuang sisa asam urat dari dalam tubuh. Jika kadarnya tidak terkontrol, asam urat tidak hanya menyebabkan nyeri sendi kronis, tetapi juga dapat memicu masalah kesehatan lain seperti batu ginjal.
Jika kamu membutuhkan penanganan segera saat serangan asam urat datang, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter Halodoc agar mendapatkan resep obat yang tepat. Kamu juga bisa beli obat online di Halodoc untuk menebus resep atau membeli suplemen penurun asam urat yang aman dikonsumsi. Nah, agar lebih waspada, yuk ketahui apa saja sayuran yang mengandung purin tinggi berikut ini!
Daftar Sayuran yang Mengandung Purin Tinggi
Berikut adalah beberapa jenis sayuran yang mengandung kadar purin sedang hingga tinggi. Pengidap hiperurisemia (kadar asam urat tinggi) disarankan untuk membatasi konsumsinya, tidak lebih dari setengah cangkir per hari, atau menghindarinya sama sekali saat sedang mengalami serangan nyeri akut.
1. Bayam
Bayam adalah sayuran hijau yang sangat populer karena kandungan zat besi, vitamin C, dan lutein yang baik untuk mata dan darah. Sayangnya, bayam termasuk dalam kategori sayuran yang mengandung purin tinggi. Dalam setiap 100 gram bayam, terdapat sekitar 57 mg purin. Jika dikonsumsi berlebihan, terutama saat asam urat sedang kambuh, bayam dapat memperburuk peradangan pada sendi kamu. Meskipun begitu, kamu tidak harus memusuhinya sama sekali. Cukup batasi porsinya jika kadar asam uratmu sedang tidak stabil.
2. Asparagus
Asparagus kerap disajikan dalam hidangan sup atau tumisan ala restoran karena rasanya yang lezat dan renyah. Asparagus kaya akan folat dan kalium yang sangat baik untuk pembentukan sel darah merah dan mengatur tekanan darah. Namun, bagi pengidap asam urat, asparagus harus diwaspadai karena mengandung sekitar 23 mg purin per 100 gram. Jika kamu sangat menyukai asparagus, sangat disarankan untuk mengonsumsinya secara bergantian dengan sayuran rendah purin lainnya dan tidak menjadikannya menu harian.
3. Kembang Kol
Kembang kol adalah sayuran silangan yang sering dijadikan pengganti nasi bagi mereka yang sedang diet karbohidrat. Sayuran ini kaya akan antioksidan, serat, dan vitamin K. Sayangnya, kembang kol memiliki kandungan purin yang cukup mengkhawatirkan bagi pengidap gout, yakni sekitar 51 mg purin per 100 gram. Rebusan atau tumis kembang kol sebaiknya dihindari saat kamu merasakan gejala awal asam urat seperti kesemutan atau rasa hangat pada sendi jempol kaki.
4. Jamur
Meskipun secara taksonomi jamur bukanlah tumbuhan melainkan fungi, dalam dunia kuliner jamur sering dikategorikan sebagai sayuran. Jamur seperti jamur kancing atau jamur kuping mengandung beta-glukan yang baik untuk imunitas tubuh. Namun, kandungan purin dalam jamur tergolong cukup tinggi, mencapai 12-17 mg per 100 gram, dan bahkan bisa lebih tinggi pada jenis jamur tertentu seperti jamur shitake kering. Jika kamu rentan terhadap serangan asam urat, batasi konsumsi sup jamur atau tumis jamur.
5. Daun Singkong
Di Indonesia, daun singkong sangat sering dijadikan lalapan, sayur santan, atau buntil. Daun singkong sangat padat nutrisi, memiliki protein nabati yang tinggi, serta zat besi. Namun, daun singkong juga merupakan sayuran hijau dengan kandungan purin yang tidak bisa diremehkan. Mengonsumsi sayur daun singkong bersantan, apalagi dibarengi dengan lauk jeroan atau ikan teri, adalah kombinasi yang dapat memicu lonjakan asam urat secara drastis dalam waktu singkat.
6. Buncis
Buncis merupakan jenis kacang-kacangan yang dipanen bersama dengan polongnya. Buncis sering dianggap aman, padahal ia mengandung senyawa purin yang lumayan tinggi jika dibandingkan dengan sayuran seperti mentimun atau tomat. Pengidap asam urat masih diperbolehkan mengonsumsi buncis, namun disarankan untuk membatasi takarannya agar tidak membebani kerja ginjal dalam menyaring dan membuang asam urat melalui urine.
Faktor Pemicu Serangan Asam Urat (Gout Flare-up)
- Pola Makan Tinggi Purin: Terlalu sering makan jeroan (hati, usus, babat), makanan laut (udang, sarden, kerang), dan sayuran tinggi purin.
- Konsumsi Alkohol dan Minuman Manis: Alkohol (terutama bir) dan minuman yang mengandung fruktosa tinggi sangat menghambat pembuangan asam urat.
- Dehidrasi: Kurang minum air putih membuat darah menjadi lebih pekat, sehingga kristal asam urat lebih mudah terbentuk di area sendi.
- Faktor Genetik & Obesitas: Memiliki berat badan berlebih memicu ginjal bekerja lebih keras, sementara riwayat keluarga meningkatkan risiko genetik secara signifikan.
Cara Alami Mengontrol Asam Urat
1. Perbanyak Minum Air Putih
Ginjal membutuhkan banyak cairan untuk melarutkan dan mengeluarkan asam urat melalui urine. Memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum setidaknya 8 hingga 10 gelas air putih setiap hari dapat membantu mencegah pembentukan kristal asam urat yang menyebabkan rasa nyeri di persendian.
2. Beralih ke Sayuran Rendah Purin
Alih-alih mengonsumsi bayam atau kembang kol, kamu bisa memilih sayuran yang aman dan sangat rendah purin. Beberapa pilihan terbaik yang bisa dikonsumsi tanpa batas ketat antara lain: mentimun, tomat, wortel, selada, dan kol merah. Sayuran ini juga kaya akan air dan antioksidan yang baik untuk meredakan inflamasi.
3. Konsumsi Vitamin C
Beberapa penelitian medis menunjukkan bahwa vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan merangsang ginjal untuk mengeluarkannya. Kamu bisa mendapatkan asupan vitamin C secara alami melalui buah jeruk, lemon, stroberi, atau paprika. Jika asupan dari makanan kurang, suplemen vitamin C bisa menjadi pilihan tambahan setelah berkonsultasi dengan dokter.
Studi Mengenai Purin Nabati dan Asam Urat
The New England Journal of Medicine menerbitkan studi komprehensif yang meneliti korelasi antara asupan purin dari berbagai sumber makanan dengan risiko kejadian asam urat. Studi tersebut menemukan fakta yang sangat menarik: meskipun beberapa sayuran (seperti bayam, kembang kol, dan jamur) kaya akan purin, mengonsumsinya dalam jumlah sedang tidak secara signifikan meningkatkan risiko serangan asam urat bila dibandingkan dengan purin yang berasal dari daging merah dan makanan laut.
Temuan ini menjelaskan bahwa tubuh memproses purin dari tumbuhan (purin nabati) dengan cara yang sedikit berbeda, dan serat serta nutrisi dalam sayuran tersebut turut membantu menyeimbangkan efek purin. Oleh karena itu, pedoman diet asam urat modern tidak melarang sayuran secara total, melainkan menganjurkan konsumsi dalam batas wajar. Yang paling penting untuk dihindari secara ketat tetaplah alkohol, daging berlemak, kaldu daging pekat, dan jeroan.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Dengan mengenali sayuran yang mengandung purin tinggi dan mengatur porsi makan, kamu dapat melindungi persendianmu dari rasa nyeri yang mengganggu produktivitas.
Selain menjaga asupan gizi yang seimbang, jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar pantangan makanan untuk asam urat atau jika gejala peradangan sendimu tidak kunjung membaik, kamu dapat dengan mudah memeriksakan diri melalui platform kesehatan yang terpercaya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Gout diet: What’s allowed, what’s not.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Gout Diet: Foods To Eat and Foods To Avoid.
The New England Journal of Medicine. Diakses pada 2024. Purine-Rich Foods, Dairy and Protein Intake, and the Risk of Gout in Men.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2024. Penyakit Asam Urat: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Musculoskeletal conditions.
FAQ
1. Apakah semua sayuran berbahaya bagi pengidap asam urat?
Tentu saja tidak. Sebagian besar sayuran sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi pengidap asam urat. Hanya sebagian kecil sayuran yang mengandung purin tinggi, seperti bayam, asparagus, dan kembang kol, yang porsinya perlu dibatasi agar tidak memicu gejala memburuk.
2. Sayuran apa saja yang paling aman dikonsumsi untuk diet asam urat?
Sayuran yang rendah purin dan aman dimakan setiap hari meliputi mentimun, tomat, wortel, paprika, selada, lobak, dan kubis merah. Mentimun bahkan sangat direkomendasikan karena kandungan airnya yang tinggi membantu melarutkan asam urat di ginjal.
3. Apakah memasak sayuran tinggi purin dapat mengurangi kadar purinnya?
Ya, proses perebusan sayuran dalam air panas dapat memecah sebagian senyawa purin, sehingga kadar purin pada sayuran matang lebih rendah dibanding saat mentah. Namun, hindari meminum air rebusan sayuran tersebut (misalnya kaldu sayur pekat) karena purinnya banyak terlarut ke dalam air rebusan.
4. Selain sayuran, pantangan utama apa yang harus dihindari secara mutlak?
Pantangan terbesar untuk pengidap asam urat adalah jeroan sapi atau ayam (hati, ginjal, babat), makanan laut tertentu (ikan sarden, teri, udang, kerang), kaldu daging kental, serta minuman yang mengandung fruktosa tinggi dan alkohol (terutama bir).
Konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.


