Ada sejumlah tanda atau ciri penyakit darah tinggi, mulai dari sakit kepala akibat peningkatan tekanan hingga perubahan visual.

DAFTAR ISI
- Ciri-ciri Darah Tinggi Naik yang Perlu Diwaspadai
- Penyebab dan Faktor Pemicu Lonjakan Tekanan Darah
- Langkah Awal Saat Tekanan Darah Melonjak
- Studi Mengenai Krisis Hipertensi
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dijuluki sebagai “pembunuh senyap” (silent killer). Pasalnya, kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memilikinya. Namun, ketika tekanan darah tiba-tiba melonjak sangat tinggi, tubuh akan memberikan sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan.
Penting bagi kamu untuk mengenali ciri ciri darah tinggi naik, terutama jika angka pada tensimeter sudah menunjukkan lebih dari 180/120 mmHg. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai krisis hipertensi, yang bisa membahayakan organ vital seperti jantung, ginjal, dan otak jika tidak segera ditangani.
Meskipun penanganan utamanya memerlukan tindakan medis yang cepat, pengetahuan akan gejala awal dapat menyelamatkan nyawa. Bagi penderita hipertensi, memiliki akses untuk beli obat online di Halodoc sangat membantu dalam menjaga ketersediaan obat rutin agar tekanan darah tetap terkontrol dan terhindar dari lonjakan mendadak.
Lantas, apa saja tanda-tanda yang muncul ketika tekanan darah melonjak drastis? Berikut ulasannya!
Ciri-ciri Darah Tinggi Naik yang Perlu Diwaspadai
Ketika tekanan darah berada pada batas normal atau sedikit di atas batas normal, kamu mungkin tidak merasakan apa-apa. Namun, saat terjadi lonjakan tajam, pembuluh darah dan organ tubuh mulai mengalami tekanan ekstra. Berikut adalah beberapa gejala yang umumnya muncul:
1. Sakit Kepala Parah dan Berdenyut
Berbeda dengan sakit kepala biasa, sakit kepala akibat tekanan darah yang melonjak tajam biasanya terasa sangat hebat dan berdenyut. Sakit kepala ini sering kali tidak mereda meskipun kamu sudah mengonsumsi pereda nyeri ringan. Kondisi ini terjadi karena tingginya tekanan di dalam pembuluh darah otak.
2. Sesak Napas
Jantung memompa darah melawan tekanan yang sangat tinggi di dalam pembuluh darah. Hal ini membuat kerja jantung menjadi sangat berat, yang pada akhirnya dapat menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru. Akibatnya, kamu akan merasa sesak napas, terengah-engah, atau kesulitan bernapas bahkan saat sedang beristirahat.
3. Mimisan yang Sulit Berhenti
Meski mimisan bisa disebabkan oleh banyak hal seperti udara kering, mimisan yang disertai dengan sakit kepala parah bisa menjadi tanda krisis hipertensi. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah halus di hidung pecah.
4. Nyeri Dada dan Jantung Berdebar
Tekanan darah tinggi memaksa jantung bekerja ekstra keras. Hal ini bisa memicu rasa nyeri, sesak, atau tertekan di area dada, yang sering kali menyebar ke lengan, punggung, atau rahang. Jika kamu merasakan hal ini, ini adalah keadaan darurat medis.
5. Gangguan Penglihatan (Pandangan Kabur)
Mata memiliki pembuluh darah yang sangat kecil dan sensitif. Tekanan darah yang sangat tinggi dapat merusak pembuluh darah di retina, menyebabkan pandangan menjadi kabur, buram, atau bahkan kehilangan penglihatan sementara.
Faktor Pemicu Darah Tinggi Naik Mendadak
- Lupa mengonsumsi obat antihipertensi rutin yang diresepkan dokter.
- Mengonsumsi makanan yang sangat tinggi garam (natrium) dalam waktu singkat.
- Mengalami stres berat, serangan panik, atau kecemasan ekstrem.
- Interaksi dari obat-obatan bebas tertentu, seperti obat flu yang mengandung dekongestan.
Penyebab dan Faktor Pemicu Lonjakan Tekanan Darah
1. Gaya Hidup dan Pola Makan
Asupan natrium yang berlebihan adalah musuh utama penderita hipertensi. Mengonsumsi makanan olahan, makanan kaleng, atau makanan cepat saji secara berlebihan dapat memicu retensi cairan di dalam tubuh, yang secara langsung meningkatkan volume darah dan tekanan darah.
2. Faktor Psikologis
Saat kamu stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini menyebabkan pembuluh darah menyempit dan jantung berdetak lebih cepat, yang secara instan menaikkan tekanan darah. Manajemen stres yang buruk sangat berkontribusi pada lonjakan tekanan darah ini.
Langkah Awal Saat Tekanan Darah Melonjak
1. Tetap Tenang dan Istirahat
Jika kamu merasakan gejala atau mendapati angka tensimeter sangat tinggi, berhentilah beraktivitas. Duduk atau berbaringlah dengan tenang selama sekitar 5-10 menit. Tarik napas dalam-dalam untuk membantu tubuh relaks.
2. Ukur Ulang Tekanan Darah
Setelah beristirahat, ukur kembali tekanan darahmu. Terkadang, lonjakan tekanan darah bersifat sementara karena aktivitas fisik atau stres sesaat. Jika angkanya tetap di atas 180/120 mmHg dan disertai gejala seperti nyeri dada atau sesak napas, segera cari bantuan medis di instalasi gawat darurat (IGD).
Studi Mengenai Krisis Hipertensi
Hypertension (American Heart Association) menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa pasien yang datang ke unit gawat darurat dengan tekanan darah sistolik di atas 180 mmHg memiliki risiko yang jauh lebih tinggi mengalami komplikasi kardiovaskular jika penanganannya tertunda.
Studi tersebut menekankan pentingnya pengawasan tekanan darah rutin di rumah dan kepatuhan terhadap pengobatan. Identifikasi gejala secara dini terbukti dapat mengurangi risiko kerusakan organ target seperti stroke dan serangan jantung.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Hypertension.
American Heart Association (AHA). Diakses pada 2024. Hypertensive Crisis: When You Should Call 911 for High Blood Pressure.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Hypertensive crisis: What are the symptoms?
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Kenali Gejala dan Faktor Risiko Hipertensi.
FAQ
1. Apakah ciri ciri darah tinggi naik selalu disertai sakit kepala?
Tidak selalu. Meskipun sakit kepala parah adalah salah satu gejala utama, beberapa orang mungkin hanya merasakan sesak napas, nyeri dada, atau bahkan tidak merasakan gejala fisik yang jelas meskipun tekanan darahnya sedang sangat tinggi.
2. Kapan lonjakan tekanan darah dianggap sebagai krisis hipertensi?
Krisis hipertensi terjadi ketika tekanan darah mencapai atau melebihi angka 180/120 mmHg. Jika kondisi ini disertai dengan kerusakan organ (seperti nyeri dada, sesak napas, bicara cadel), ini disebut krisis hipertensi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.
3. Apakah boleh minum obat penurun tekanan darah tambahan saat tensi naik mendadak?
Tidak disarankan menambah dosis atau meminum obat penurun tensi tanpa arahan dokter. Menurunkan tekanan darah terlalu cepat atau sembarangan bisa menyebabkan aliran darah ke otak atau ginjal berkurang drastis, yang justru berbahaya.
4. Bagaimana cara terbaik mencegah tekanan darah naik mendadak?
Pencegahan terbaik adalah dengan meminum obat antihipertensi secara rutin sesuai resep dokter, membatasi asupan garam, mengelola stres dengan baik, rutin berolahraga, dan memantau tekanan darah secara berkala di rumah.
Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.



