Ad Placeholder Image

Ini Tips Move On setelah Putus Cinta dari Para Psikolog

10 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Setelah putus cinta, proses move on bisa menjadi tantangan dan mungkin tips move on dari psikolog bisa membantu.

Ini Tips Move On setelah Putus Cinta dari Para PsikologIni Tips Move On setelah Putus Cinta dari Para Psikolog

DAFTAR ISI


Putus cinta bukan sekadar urusan perasaan, melainkan sebuah proses biologis dan psikologis yang kompleks. Saat seseorang mengalami patah hati, otak bereaksi hampir sama dengan cara ia merespons rasa sakit fisik. Hormon stres seperti kortisol meningkat drastis, sementara hormon kebahagiaan seperti dopamin dan oksitosin menurun tajam, menciptakan sensasi “penarikan” atau withdrawal yang mirip dengan kecanduan zat tertentu.

Kondisi ini sering kali membuat seseorang merasa terjebak dalam kesedihan mendalam, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami gangguan tidur. Jika tidak ditangani dengan bijak, stres akibat putus cinta dapat berdampak pada kesehatan fisik secara keseluruhan, mulai dari penurunan sistem imun hingga risiko gangguan jantung yang dikenal sebagai Broken Heart Syndrome.

Memahami cara cepat move on bukan berarti melupakan kenangan secara instan, melainkan bagaimana kamu bisa memproses emosi tersebut dengan sehat dan kembali mengambil kendali atas hidupmu sendiri. Dengan pendekatan yang tepat secara psikologis, kamu bisa melewati masa sulit ini dengan lebih resilien.

Nah, mau tahu apa saja pilihan langkah dan strategi untuk membantu pemulihan emosionalmu? Berikut ulasannya!

Memahami Psikologi Patah Hati

Secara medis, patah hati memicu area otak yang sama dengan rasa sakit fisik, yakni anterior cingulate cortex. Inilah alasan mengapa dada terasa sesak atau perut terasa mual saat kamu kehilangan orang yang dicintai. Dalam tahap ini, sangat penting bagi kamu untuk menyadari bahwa apa yang kamu rasakan adalah reaksi tubuh yang valid.

Tahapan duka atau stages of grief menurut Elisabeth Kübler-Ross sering kali terjadi dalam proses move on, meliputi penolakan (denial), kemarahan (anger), tawar-menawar (bargaining), depresi (depression), hingga akhirnya penerimaan (acceptance). Setiap orang memiliki durasi yang berbeda-beda dalam melewati tahapan ini, dan itu sangat normal.

Cara Cepat Move On Secara Ilmiah

Para psikolog menyarankan beberapa langkah konkret untuk mempercepat proses pemulihan emosional setelah berakhirnya sebuah hubungan:

1. Terapkan No Contact Rule

Langkah pertama yang paling krusial adalah memutus kontak sementara dengan mantan pasangan. Ini termasuk tidak mengirim pesan, tidak menelepon, dan yang paling penting, tidak melakukan stalking di media sosial. Secara biologis, melihat foto atau aktivitas mantan akan memicu lonjakan dopamin yang justru memperpanjang fase “kecanduan” emosional dan menghambat otak untuk reset.

2. Jurnalistik Ekspresif

Menuliskan perasaanmu ke dalam sebuah jurnal terbukti secara ilmiah dapat menurunkan tingkat stres. Cobalah untuk menuliskan apa yang kamu rasakan tanpa sensor. Fokuslah pada pelajaran yang didapat dari hubungan tersebut daripada terus-menerus memikirkan kesalahan yang terjadi. Ini membantu otak untuk mengorganisir pikiran yang kacau menjadi lebih terstruktur.

3. Membangun Rutinitas Baru

Hubungan lama biasanya memiliki rutinitas tertentu yang melekat. Untuk move on, kamu perlu menciptakan “jalur saraf” baru di otak dengan memulai aktivitas baru. Olahraga adalah pilihan terbaik karena aktivitas fisik melepaskan endorfin yang secara alami dapat memperbaiki suasana hati dan mengurangi kecemasan.

Tips Menjaga Kesehatan Mental saat Move On
  1. Batasi penggunaan media sosial untuk menghindari pemicu emosional.
  2. Jangan ragu untuk menangis karena ini adalah cara alami tubuh melepaskan hormon stres.
  3. Kelilingi diri dengan lingkungan yang suportif seperti sahabat dan keluarga.

Kesehatan Fisik saat Patah Hati

Jangan abaikan kesehatan fisikmu di tengah masa galau. Kurang tidur dan pola makan yang berantakan hanya akan memperburuk stabilitas emosional. Pastikan kamu tetap mengonsumsi makanan bergizi dan mendapatkan istirahat yang cukup. Jika kamu merasa sangat kesulitan untuk tenang atau mengalami gejala fisik yang mengkhawatirkan, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Selain itu, untuk menjaga daya tahan tubuh yang cenderung menurun saat stres berat, pastikan asupan vitaminmu terpenuhi. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan suplemen multivitamin atau produk kesehatan lainnya yang dapat mendukung kebugaranmu selama masa transisi ini.

Studi Mengenai Pemulihan Emosional

The Journal of Neurophysiology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa otak orang yang baru saja putus cinta menunjukkan aktivitas di area yang sama dengan pecandu kokain yang sedang mengalami gejala putus zat. Hal ini membuktikan bahwa patah hati memiliki basis fisiologis yang nyata.

Studi lain dalam jurnal Psychological Science menunjukkan bahwa penggunaan teknik kognitif seperti “reappraisal” (melihat sisi negatif dari mantan atau hubungan yang berakhir) secara signifikan dapat membantu menurunkan keterikatan emosional lebih cepat dibandingkan hanya mencoba menekan perasaan.

Kesimpulannya, move on adalah sebuah proses yang melibatkan fisik dan mental. Jika perasaan sedih terasa sangat berat dan mulai mengganggu fungsi sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Kamu bisa mendapatkan dukungan kesehatan mental dan fisik dengan praktis di Halodoc. Selain berkonsultasi dengan dokter atau psikolog, kamu juga bisa menemukan berbagai produk kesehatan untuk menunjang keseharianmu melalui aplikasi.

Referensi:
Fisher, H. E., et al. (2010). Reward, Addiction, and Emotion Regulation Systems Associated with Rejection in Love. Journal of Neurophysiology.
Langeslag, S. J. E., & Sanchez, M. E. (2018). Down-regulation of Love Feelings After a Romantic Break-up: Self-report and EEG Evidence. Journal of Experimental Psychology.
American Psychological Association. Diakses pada 2026. The Science Behind Heartbreak.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Broken Heart Syndrome: Symptoms and Causes.

FAQ

1. Berapa lama waktu normal untuk move on?

Tidak ada durasi pasti yang berlaku untuk semua orang. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa seseorang mulai merasa lebih baik setelah 3 hingga 6 bulan pasca putus, tergantung pada kedalaman hubungan dan mekanisme koping yang digunakan.

2. Apakah boleh tetap berteman dengan mantan?

Para psikolog menyarankan untuk mengambil jarak setidaknya beberapa bulan sebelum mencoba berteman. Berteman terlalu cepat saat perasaan masih ada sering kali justru menghambat proses penyembuhan emosional.

3. Mengapa saya merasa sakit fisik saat sedih?

Ini disebabkan oleh respon saraf tubuh terhadap stres emosional yang mengaktifkan sistem saraf simpatik, meningkatkan detak jantung, dan menyebabkan otot-otot di sekitar dada menegang.

4. Kapan saya harus menemui psikolog setelah putus?

Jika kamu mengalami keinginan untuk menyakiti diri sendiri, sulit tidur lebih dari dua minggu, kehilangan minat pada semua hobi, atau merasa tidak berdaya secara ekstrem, segera cari bantuan profesional.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau merasa stres berat setelah putus cinta, tapi bingung harus mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.