• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 6 Kondisi yang Termasuk Gangguan Kecemasan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 6 Kondisi yang Termasuk Gangguan Kecemasan

Inilah 6 Kondisi yang Termasuk Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 17 September 2020
Inilah 6 Kondisi yang Termasuk Gangguan Kecemasan

Halodoc, Jakarta - Gangguan kecemasan adalah reaksi normal terhadap stres yang bermanfaat dalam beberapa situasi. Kecemasan dapat membuat kamu waspada terhadap bahaya dan membantu kamu mempersiapkan diri dari gangguan yang tidak diharapkan. 

Gangguan kecemasan berbeda dari perasaan gugup atau cemas biasa. Gangguan kecemasan melibatkan ketakutan atau kecemasan yang berlebihan. Gangguan kecemasan adalah gangguan mental yang paling umum dan mempengaruhi hampir 30 persen orang dewasa. Terdapat beberapa tipe gangguan kecemasan yang perlu diantisipasi, ini ulasannya. 

Baca juga: Kecemasan Anak Diwarisi Orang Tua, Kok Bisa?

Tipe-tipe Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan menyebabkan seseorang berusaha menghindari situasi yang memicu atau memperburuk gejala. Kinerja, tugas sekolah, dan hubungan pribadi seseorang dapat mempengaruhi kecemasan. Ada beberapa jenis gangguan kecemasan, antara lain:

  • Gangguan Kecemasan Umum (GAD)

Orang dengan general anxiety disorder (GAD) mengalami kecemasan dan kekhawatiran terus-menerus tentang aktivitas atau peristiwa tertentu. Kekhawatiran tersebut lebih besar dari yang seharusnya terjadi pada kenyataan. Kekhawatiran juga menimbulkan gejala fisik pada tubuh, seperti sakit kepala, sakit perut, atau susah tidur. 

  • Gangguan Panik

Gangguan panik menyebabkan serangan kecemasan, ketakutan, atau teror parah yang tiba-tiba dan berulang yang memuncak dalam hitungan menit. Ini dikenal sebagai gangguan panik. Orang yang mengalami gangguan panik mungkin mengalami gejala dibayangi perasaan bahaya, sesak napas, nyeri dada, dan detak jantung cepat atau tidak teratur. 

Baca juga: Apa Beda Gangguan Panik dan Gangguan Kecemasan?

  • Gangguan Stres Pasca-trauma (PTSD)

PTSD terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis seperti perang, serangan, bencana alam, dan kecelakaan. Gejalanya berupa kesulitan untuk bersantai, mimpi buruk, atau mengalami kilas balik dari peristiwa atau situasi traumatis. Orang dengan PTSD juga sering menghindari hal-hal yang berhubungan dengan trauma. 

  • Gangguan Obsesif-kompulsif (OCD)

OCD merupakan bagian dari gangguan kecemasan. Gangguan ini terjadi ketika seseorang memiliki pikiran obsesif dan perilaku yang kompulsif. Obsesi adalah pikiran, gambaran, atau dorongan yang tidak diinginkan berulang kali masuk ke dalam pikiran, menyebabkan rasa cemas, jijik, atau tidak nyaman. Gangguan ini akan terjadi bersama dengan perilaku kompulsif yang dilakukan untuk meredakan perasaan tidak menyenangkan akibat pikiran obsesif.

  • Fobia Spesifik

Fobia adalah ketakutan akan objek, peristiwa, atau situasi tertentu yang menyebabkan kecemasan parah saat seseorang terpapar hal tersebut. Kondisi ini disertai dengan keinginan kuat untuk menghindarinya. Fobia seperti arachnofobia (takut laba-laba) atau klaustrofobia (takut ruang kecil), dapat menyebabkan kamu mengalami serangan panik saat terpapar hal yang ditakuti. 

  • Fobia Sosial

Berbeda dengan fobia secara spesifik, fobia sosial ini juga dikenal sebagai gangguan kecemasan sosial. Kondisi ini terjadi ketika seseorang merasakan ketakutan yang kuat dan terus-menerus terhadap situasi sosial. Pengidapnya takut kalau mereka akan dinilai negatif oleh orang lain. Fobia sosial ini dapat mengganggu kehidupan seseorang karena mereka akan menghindar dari situasi sosial. Pengidapnya dapat menarik diri dari kontak dengan orang lain.

Baca juga: 15 Gejala yang Timbul dari Gangguan Kecemasan 

Jika kamu mengalami kondisi yang termasuk gangguan kesehatan mental, segera beritahu penyedia layanan kesehatan mental atau psikolog yang tepat melalui aplikasi Halodoc. Kamu perlu menemui psikiater jika dipastikan kamu memerlukan obat untuk membantu mengendalikan kecemasan. Namun, kamu cukup menemui psikolog apabila gangguan yang kamu alami dapat diobati dengan terapi bicara saja. 

Ingatlah, bahwa butuh waktu untuk melihat hasil pengobatan gangguan kecemasan. Kamu hanya perlu bersabar dan mengikuti arahan untuk mendapatkan hasil terbaik. Pastikan kamu dapat mengelolanya dengan baik dan tenang. 

Referensi:
American Psychiatry Association. Diakses pada 2020. What Are Anxiety Disorders?
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Anxiety
WebMD. Diakses pada 2020. Anxiety Disorders
National Health Service UK. Diakses pada 2020. OCD