Ad Placeholder Image

Inilah Alasan Kenapa Kucing Suka Melet yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Juni 2026

Kenapa Kucing Suka Melet? Kenali Alasan dan Tanda Bahayanya

Inilah Alasan Kenapa Kucing Suka Melet yang Perlu DiwaspadaiInilah Alasan Kenapa Kucing Suka Melet yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu sedang asyik bersantai dengan kucing kesayangan, lalu tiba-tiba ia menjulurkan ujung lidahnya dalam waktu yang lama? Fenomena ini sering disebut oleh para pencinta anabul dengan istilah “blep” atau kucing melet. Secara visual, tingkah ini memang terlihat sangat menggemaskan dan seringkali dijadikan objek foto yang menarik. Namun, di balik kelucuannya, lidah yang terjulur bisa menjadi pesan tersirat mengenai kondisi kesehatan kucingmu.

Sebagai pemilik kucing yang bertanggung jawab, penting bagi kamu untuk membedakan mana perilaku melet yang normal karena faktor genetik atau kebiasaan, dan mana yang merupakan sinyal adanya gangguan kesehatan. Kondisi lingkungan seperti suhu udara yang panas atau masalah kesehatan serius seperti gangguan pada rongga mulut sering kali menjadi pemicu utama mengapa lidah kucing tidak masuk kembali ke dalam mulutnya sebagaimana mestinya.

Memahami perilaku hewan peliharaan memerlukan ketelitian dalam observasi harian. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai penyebab kucing melet, mulai dari sisi psikologis kucing hingga tinjauan medis veteriner. Dengan pengetahuan yang tepat, kamu bisa memberikan penanganan yang sesuai atau segera mencari bantuan profesional jika diperlukan demi kesejahteraan anabul tercinta.

Nah, mau tahu apa saja alasan di balik fenomena kucing melet yang perlu diwaspadai? Berikut ulasannya!

Mengenal Fenomena Kucing Melet (Blep)

Kucing adalah hewan yang sangat menjaga kebersihan (fastidious groomers). Lidah mereka dilengkapi dengan papila, yaitu tonjolan kecil kasar yang berfungsi seperti sisir untuk membersihkan bulu. Secara anatomi, lidah kucing seharusnya berada di dalam rongga mulut saat mereka sedang beristirahat atau tidak melakukan aktivitas makan dan minum. Namun, “blep” terjadi ketika ujung lidah tetap terjulur keluar melintasi gigi depan tanpa disadari oleh si kucing.

Hal ini sering terjadi saat kucing sedang sangat rileks atau setelah mereka selesai menjilat tubuhnya. Kadang-kadang, kucing hanya “lupa” memasukkan kembali lidahnya karena perhatiannya teralihkan oleh suara atau gerakan di sekitarnya. Namun, jika frekuensi melet ini terjadi terlalu sering dan disertai dengan gejala lain seperti air liur berlebih (drooling) atau nafsu makan menurun, maka ini bukan lagi sekadar perilaku lucu biasa.

Alasan Fisiologis dan Perilaku Alami

1. Efek Relaksasi yang Mendalam

Sama seperti manusia yang mungkin mendengkur atau mulutnya sedikit terbuka saat tidur sangat nyenyak, kucing juga mengalami relaksasi otot yang maksimal. Ketika kucing merasa sangat aman dan nyaman di lingkungannya, otot-otot di sekitar rahang dan lidah akan mengendur. Hal inilah yang menyebabkan ujung lidah menyelinap keluar di antara gigi-gigi kecil mereka.

2. Flehmen Response (Respon Penciuman)

Pernahkah kamu melihat kucingmu melet sambil menunjukkan ekspresi wajah yang aneh atau seperti sedang menyeringai? Ini disebut dengan Flehmen Response. Kucing memiliki organ sensorik tambahan yang disebut organ vomeronasal atau organ Jacobson yang terletak di langit-langit mulut. Dengan menjulurkan lidah sedikit dan menarik napas, mereka sebenarnya sedang mentransfer aroma atau feromon ke organ tersebut untuk dianalisis secara lebih mendalam.

3. Struktur Anatomi (Brachycephalic)

Beberapa ras kucing tertentu, terutama ras wajah datar (brachycephalic) seperti Persia atau Exotic Shorthair, memiliki struktur rahang yang lebih pendek. Hal ini membuat ruang di dalam rongga mulut mereka menjadi lebih terbatas bagi lidah. Akibatnya, kucing-kucing ini cenderung lebih sering melet dibandingkan ras kucing dengan moncong panjang.

Tips Mengobservasi Kucing Melet
  1. Perhatikan apakah ada bau mulut yang menyengat saat kucing melet.
  2. Cek apakah gusi kucing terlihat merah atau meradang.
  3. Pastikan kucing tetap aktif dan nafsu makan normal meski sering melet.

Kondisi Medis Penyebab Kucing Melet

Kaitan Penyakit Mulut dengan Perilaku Melet

Masalah kesehatan mulut merupakan penyebab medis paling umum mengapa kucing sering menjulurkan lidahnya. Jika kucing merasa nyeri di dalam mulut, ia akan mencoba meminimalkan kontak lidah dengan bagian yang sakit.

1. Gingivitis dan Stomatitis

Gingivitis adalah peradangan pada gusi, sementara stomatitis adalah peradangan yang lebih luas pada jaringan lunak di dalam mulut. Kondisi ini sangat menyakitkan bagi kucing. Selain melet, tanda lainnya adalah gusi kemerahan, bengkak, dan terkadang berdarah. Kucing mungkin juga akan kesulitan mengunyah makanan kering.

2. Masalah Gigi (Periodontal Disease)

Karang gigi yang menumpuk dapat menyebabkan infeksi pada akar gigi. Gigi yang goyang atau patah akan membuat posisi lidah menjadi tidak nyaman, sehingga kucing lebih memilih membiarkan lidahnya terjulur keluar untuk menghindari tekanan pada area yang sakit.

3. Heatstroke (Sengatan Panas)

Ini adalah kondisi darurat medis. Berbeda dengan anjing yang sering menjulurkan lidah untuk mendinginkan diri, kucing yang melet sambil terengah-engah (panting) biasanya menunjukkan bahwa suhu tubuhnya sudah sangat tinggi. Jika kucingmu melet disertai napas yang cepat setelah berada di area panas, segera berikan air minum dan pindahkan ke tempat sejuk.

4. Keracunan atau Benda Asing

Paparan zat beracun atau adanya benda asing (seperti serat kain atau duri ikan) yang tersangkut di lidah/tenggorokan akan memicu kucing untuk terus melet dan mengeluarkan air liur. Hal ini merupakan upaya mekanis kucing untuk mengeluarkan benda yang mengganggu tersebut.

Kapan Harus Waspada dan Ke Dokter?

Meskipun kucing melet seringkali dianggap normal, ada beberapa “red flags” yang mengharuskan kamu untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Segera hubungi dokter hewan jika kamu menemukan tanda-tanda berikut:

  • Kucing mengeluarkan air liur berlebih yang kental atau berbau.
  • Kesulitan saat makan atau makanan sering jatuh dari mulut.
  • Terjadi penurunan berat badan yang drastis.
  • Adanya benjolan atau lesi pada lidah dan gusi.
  • Kucing terlihat lesu dan tidak mau melakukan aktivitas fisik.

Pemeriksaan dini oleh dokter hewan sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, terutama jika penyebabnya adalah penyakit ginjal atau infeksi kronis. Jika kamu membutuhkan kebutuhan perawatan kesehatan atau ingin beli obat online di Halodoc untuk suplemen pendukung kesehatan anabul, pastikan selalu berkonsultasi terlebih dahulu mengenai dosis yang tepat.

Studi Mengenai Perilaku Kucing

Journal of Veterinary Behavior menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa perubahan perilaku oral pada kucing, termasuk kebiasaan menjulurkan lidah secara mendadak, sering kali berkorelasi kuat dengan nyeri neuropatik atau masalah dental yang tidak terdeteksi secara visual oleh pemiliknya.

Studi tersebut menekankan bahwa observasi pemilik terhadap “blep” yang tidak biasa dapat menjadi deteksi dini yang krusial. Selain faktor medis, penelitian juga menunjukkan bahwa kucing dengan tingkat stres tinggi di lingkungan baru dapat menunjukkan perilaku menjilat bibir atau melet sebagai mekanisme koping sementara.

FAQ

1. Apakah kucing melet selalu berarti dia sakit?

Tidak selalu. Kucing melet bisa karena faktor relaksasi mendalam, struktur wajah (ras Persia), atau sedang menggunakan respon Flehmen untuk mencium bau. Namun, tetap pantau gejalanya.

2. Apa perbedaan melet normal dengan tanda heatstroke?

Melet normal biasanya terjadi saat santai dan tanpa napas terengah-engah. Tanda heatstroke adalah lidah terjulur disertai napas cepat, gusi merah cerah, dan suhu tubuh terasa sangat panas.

3. Mengapa kucing tua lebih sering melet?

Kucing senior lebih rentan terhadap penyakit periodontal (gigi) dan kehilangan gigi. Kehilangan gigi depan membuat lidah tidak memiliki “penahan”, sehingga lebih mudah terjulur keluar.

4. Bisakah sariawan membuat kucing melet?

Ya, sariawan atau stomatitis membuat rongga mulut terasa perih. Menjulurkan lidah membantu kucing mengurangi rasa perih akibat gesekan lidah dengan jaringan yang luka.


Punya Kekhawatiran Soal Kesehatan Anabulmu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa khawatir karena kucingmu tiba-tiba sering melet atau menunjukkan gejala yang tidak biasa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Cornell University College of Veterinary Medicine. Diakses pada 2026. Feline Stomatitis.
PetMD. Diakses pada 2026. Why Do Cats Stick Their Tongues Out?.
VCA Animal Hospitals. Diakses pada 2026. Gingivitis and Stomatitis in Cats.
Journal of Veterinary Behavior. Diakses pada 2026. Behavioral signs of pain in cats.
AVMA (American Veterinary Medical Association). Diakses pada 2026. Pet Dental Care.