• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gejala dan Penyebab Hipopigmentasi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gejala dan Penyebab Hipopigmentasi

Inilah Gejala dan Penyebab Hipopigmentasi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 01 Desember 2022

“Hipopigmentasi ditandai dengan munculnya bagian kulit yang lebih terang dibandingkan bagian lainnya akibat kekurangan melanin. Selain cedera, penyebab hipopigmentasi lainnya adalah penyakit kulit.”

Inilah Gejala dan Penyebab HipopigmentasiInilah Gejala dan Penyebab Hipopigmentasi

Halodoc, Jakarta – Kulit, rambut, hingga mata mendapatkan warna dari zat kimia dalam tubuh yang dikenal sebagai pigmen. Namun, ketika salah satu bagian tubuh tidak mendapat pigmen yang cukup, kondisi ini membuat bagian tersebut memiliki warna yang lebih terang daripada bagian tubuh lainnya.

Kondisi ini juga dikenal sebagai hipopigmentasi. Bukan hanya pada beberapa bagian tubuh, hipopigmentasi dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh. Sebaiknya ketahui berbagai gejala dan penyebab hipopigmentasi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami hipopigmentasi. 

Penyebab Hipopigmentasi

Gejala utama dari penyakit ini adalah perubahan warna pada kulit, rambut, hingga mata menjadi lebih terang daripada bagian yang lainnya. Ada berbagai penyebab seseorang mengalami hipopigmentasi, seperti:

  • Cedera atau Trauma. Biasanya terjadi setelah mengalami lecet atau luka bakar pada kulit.
  • Reaksi Inflamasi. Umumnya terjadi setelah mengalami infeksi pada kulit.
  • Kerusakan Melanosit. Melanosit merupakan sel yang memproduksi melanin. 
  • Tingkat Tirosin Rendah. Tirosin merupakan asam amino yang diproduksi oleh tubuh. Asam amino digunakan melanosit untuk memproduksi melanin.

Selain itu, hipopigmentasi juga bisa terjadi akibat proses perawatan kulit yang tidak berjalan dengan baik. Chemical peeling dan laser yang tidak tepat dapat menyebabkan kondisi ini.

HIpopigmentasi juga bisa terjadi akibat faktor genetik. Namun, hipopigmentasi yang terjadi akibat faktor genetik biasanya akan muncul setelah bayi lahir.

Selain itu, hipopigmentasi juga bisa terjadi akibat beberapa penyakit kulit, seperti:

1. Albinisme

Albinisme adalah kelainan akibat perubahan salah satu gen yang memengaruhi produksi melanin. Kondisi ini bisa terjadi sejak anak lahir dan tidak akan menyebabkan perburukan saat anak bertumbuh. Ada beberapa gejala yang menjadi tanda albinisme, seperti:

  • Kulit sangat pucat.
  • Rambut putih, cokelat, atau kemerahan.
  • Iris mata berwarna terang.

2. Vitiligo

Kondisi ini menyebabkan munculnya bercak putih pada salah satu bagian tubuh. Vitiligo umumnya terjadi pada area mata, mulut, tangan, hingga area kelamin. Penyakit ini rentan muncul sebelum memasuki usia 30 tahun. Jika kamu tidak mengatasi penyakit ini, vitiligo dapat menjadi semakin luas.

3. Pitiriasis Alba

Pitiriasis alba menyebabkan munculnya bercak pada kulit yang sedikit meradang. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit kehilangan pigmen sehingga menyebabkan perbedaan warna kulit. Kondisi ini dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah hingga lengan. 

Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini terkait dengan dermatitis atopik yang menyebabkan hilangnya pigmentasi akibat peradangan pada kulit. Pitiriasis alba rentan terjadi pada anak-anak hingga remaja.

4. Tinea Versicolor

Penyakit ini terjadi akibat adanya infeksi jamur pada kulit. Meskipun tidak menimbulkan komplikasi, bercak putih yang bersisik dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada pengidapnya. Biasanya, penyakit ini rentan terjadi pada orang yang memiliki keringat berlebih hingga kulit berminyak.

5. Lichen Sclerosus

Lichen sclerosus menyebabkan kulit memiliki bercak putih yang membesar. Selain itu, bercak putih juga dapat berdarah dan menimbulkan bekas luka. Umumnya, kondisi ini muncul pada area anus dan kelamin. Namun, bercak putih juga bisa berkembang pada bagian tubuh lainnya, seperti payudara, lengan, hingga tubuh bagian atas.

Itulah gejala dan penyebab hipopigmentasi. Segera lakukan pemeriksaan jika kamu mengalami keluhan kesehatan yang terkait penyakit ini. Selain pemeriksaan fisik, hipopigmentasi juga bisa diketahui melalui pemeriksaan lainnya, seperti electrodiagnostic testing hingga biopsi bagian kulit.

Kamu bisa lakukan pemeriksaan di rumah sakit pilihan menggunakan Halodoc. Caranya download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Hypopigmentation.
Healthline. Diakses pada 2022. What Causes Hypopigmentation, and How Is It Treated?
Medical News Today. Diakses pada 2022. What is Hypopigmentation?