• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gejala Fibrosis Paru yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gejala Fibrosis Paru yang Perlu Diwaspadai

Inilah Gejala Fibrosis Paru yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 14 Juli 2020
Inilah Gejala Fibrosis Paru yang Perlu DiwaspadaiInilah Gejala Fibrosis Paru yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Paru-paru sangat dibutuhkan tubuh untuk bisa bernapas dengan lega dan lancar. Namun, hal itu tidak bisa didapatkan oleh pengidap fibrosis paru. Jaringan parut yang terbentuk di paru-paru membuat organ tersebut menjadi kaku dan tidak bisa berfungsi normal. Pengidap gejala fibrosis paru pun jadi mengalami kesulitan bernapas.

Lalu, mengapa jaringan parut bisa terbentuk di paru-paru? Jawabannya adalah karena adanya luka pada organ tersebut. Perlu diketahui bahwa fibrosis paru tidak bisa disembuhkan secara total, melainkan hanya diredakan gejalanya dengan bantuan obat-obatan dan terapi. Lantas, seperti apa gejala fibrosis paru?

Baca juga: Kenalan dengan Fibrosis Paru yang Juga Mematikan

Gejala Fibrosis Paru

Seperti disebutkan sebelumnya, gejala utama yang ditimbulkan fibrosis paru adalah kesulitan bernapas dengan lancar. Lebih detailnya, berikut beberapa gejala fibrosis paru yang perlu diwaspadai:

  • Napas terengah-engah, terutama ketika sedang beraktivitas.
  • Merasa lemas dan mudah lelah.
  • Nyeri otot.
  • Batuk.
  • Menurunnya berat badan tanpa alasan jelas.
  • Membengkaknya ujung jari kaki dan tangan.

Berbagai gejala fibrosis paru dapat bervariasi pada setiap pengidapnya. Pun soal tingkat keparahan yang dialami. Pada beberapa kasus, gejala dapat muncul sekaligus dengan parah, tetapi ada juga yang gejalanya berkembang secara perlahan. 

Kenali munculnya gejala fibrosis paru tersebut dan segera periksakan diri ke dokter jika mengalaminya. Agar lebih mudah, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat chat atau di rumah sakit dengan buat janjinya terlebih dahulu. 

Baca juga: Harus ke Dokter, Ini Cara Diagnosis Fibrosis Paru

Pilihan Pengobatan untuk Fibrosis Paru

Pilihan pengobatan untuk fibrosis paru baru sekadar bertujuan untuk meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pengidap. Sebab, memang hingga artikel ini ditulis, belum ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan penyakit ini secara total. 

Beberapa pilihan pengobatan untuk fibrosis paru yang biasa disarankan dokter adalah:

1.Pemberian Obat-obatan

Jenis obat-obatan seperti pirfenidone (Esbriet) and nintedanib (Ofev), biasanya akan diresepkan dokter untuk memperlambat fibrosis. Bagi pengidap fibrosis paru yang juga memiliki refluks asam lambung, biasanya akan diresepkan juga obat untuk asam lambung, untuk menghindari risiko efek samping mual dan muntah. 

2.Terapi Oksigen

Karena pengidap fibrosis paru mengalami kesulitan untuk bernapas secara normal, terapi oksigen mungkin perlu dilakukan secara berkala. Tujuan dari terapi ini adalah untuk membantu pengidap fibrosis paru untuk bernapas lebih lancar, mengurangi risiko kekurangan oksigen dalam darah, hingga meningkatkan kualitas tidur.

Seberapa sering terapi oksigen dilakukan akan tergantung pada tingkat keparahan fibrosis paru yang dialami. Beberapa pengidap mungkin diharuskan untuk menggunakan oksigen ketika tidur atau berolahraga, atau justru perlu digunakan sepanjang hari. Jika perlu digunakan sepanjang hari, biasanya tabung oksigen yang dipakai lebih kecil dan dirancang untuk mudah dibawa-bawa.

Baca juga: Bisa Sembuh, 4 Pengobatan Fibrosis Paru

3.Rehabilitasi Paru

Agar gejala fibrosis paru lebih terkendali dan pengidapnya bisa merasa lebih nyaman, rehabilitasi paru mungkin diperlukan. Pengobatan ini dilakukan dengan cara melatih teknik pernapasan, melakukan olahraga untuk meningkatkan ketahanan, konseling dengan ahli gizi, hingga mendapatkan edukasi soal fibrosis paru. 

4.Transplantasi Paru

Jika kondisi sudah terlalu parah, transplantasi paru bisa jadi pilihan bagi pengidap fibrosis paru untuk meningkatkan angka harapan hidupnya. Namun, prosedur ini juga memiliki risiko, berupa penolakan tubuh terhadap organ baru atau infeksi. Jika tertarik dengan pilihan pengobatan ini, pastikan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter dan menimbang manfaat serta risikonya dengan matang. 

Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2020. Pulmonary Fibrosis (PF).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pulmonary fibrosis - Symptoms and causes.
Pulmonary Fibrosis Foundation. Diakses pada 2020. What is Pulmonary Fibrosis?