• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Karakteristik Utama Gangguan Kontrol Impuls

Inilah Karakteristik Utama Gangguan Kontrol Impuls

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Gangguan kontrol impuls adalah istilah yang menggambarkan ketidakmampuan seseorang untuk menghindari atau berhenti melakukan hal-hal yang mungkin berbahaya bagi dirinya sendiri atau orang lain. Orang dengan gangguan kontrol impuls kerap merasakan kecemasan atau membangun ketegangan sebelum melakukan suatu tindakan. Terkadang pengidapnya juga menemukan kelegaan dalam perilaku tertentu. Meskipun mengetahui betapa berbahayanya tindakan atau perilaku tersebut, orang dengan gangguan kontrol impuls cenderung tetap bertindak bahkan merasa lega setelah melakukannya.

Baca juga: 5 Jenis Penyakit yang Termasuk Gangguan Kontrol Impuls

Mengenal Ciri Gangguan Kontrol Impuls

Tanda dan gejala yang muncul pada orang dengan gangguan kontrol impuls akan bervariasi tergantung pada jenis gangguan tertentu yang mereka hadapi. Namun, kalau ditanyakan karakteristik utamanya apa, seperti yang disinggung sebelumnya, ketika seseorang melakukan tindakan berbahaya tanpa memikirkan sebab akibatnya. 

Berikut adalah daftar gejala perilaku, psikis, kognitif, dan psikososial yang mungkin ada pada seseorang dengan gangguan kontrol impuls:

Gejala perilaku:

- Terlibat dalam perilaku dan/atau aktivitas berisiko.

- Mencuri dari anggota keluarga, teman, atau toko.

- Memulai kebakaran.

- Berbohong.

- Menarik rambut.

- Melakukan kekerasan eksplosif terhadap orang lain atau properti orang lain.

- Pembangkangan ekstrem.

- Kabur tanpa alasan yang jelas.

Gejala fisik:

- Ragam luka bakar karena menyulut api.

- Cedera fisik sebagai akibat dari perilaku tertentu.

- Rambut rontok.

- Adanya penyakit menular seksual atau infeksi akibat perilaku impulsif .

Gejala kognitif:

- Pikiran yang mengganggu.

- Obsesi tertentu.

- Dorongan yang tak terkendali.

- Lekas marah.

- Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi.

Gejala psikososial:

- Perasaan terpisah dari emosi dan lingkungan.

- Agresi.

- Agitasi.

- Ketegangan yang meningkat. 

- Kecemasan.

- Suasana hati yang tertekan.

- Perasaan bersalah/penyesalan.

- Perubahan suasana hati yang drastis.

- Harga diri rendah.

- Penarikan atau isolasi sosial.

Kalau masih kurang jelas dengan karakteristik gangguan kontrol impuls, segera tanyakan di Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Bisa Memicu Gangguan Lain

Gangguan kontrol impuls ditandai dengan kurangnya kontrol diri yang berkelanjutan, termasuk ketidakmampuan untuk mengelola perilaku dan emosi seseorang. Gangguan ini paling sering didiagnosis pada masa kanak-kanak, tetapi selalu ada kemungkinan berkembang efek yang bisa bertahan lama dan berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. 

Baca juga: Ketahui Sisi Psikologis Orang yang Bepergian saat Pandemi

Beberapa gangguan kontrol impuls yang paling umum termasuk gangguan ledakan intermiten, kleptomania, dan pyromania. Gangguan kontrol impuls diperkirakan terkait dengan faktor genetik, lingkungan, dan neurologis. 

Gangguan kontrol impuls kerap dikaitkan dengan hormon tertentu, impuls saraf abnormal, dan variasi kimiawi dan fungsi otak. Lebih khusus lagi, sehubungan dengan gangguan kontrol impuls, telah ditemukan bahwa orang yang mengidap kondisi ini memiliki ketidakseimbangan bahan kimia yang bertanggung jawab untuk mengatur impuls dan suasana hati.

Baca juga: Apakah Anti Sosial Sama dengan Gangguan Anti Sosial

Akhirnya, pengaruh situasi lingkungan diyakini memainkan peran besar dalam perkembangan gejala yang terkait dengan gangguan kontrol impuls. Misalnya, penggunaan zat kronis, kekerasan atau agresi yang terus-menerus, dan menjadi korban trauma, semuanya dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mengembangkan gangguan kontrol impuls.

 

Referensi:
Millcreek. Diakses pada 2020. Signs & Symptoms of Impulse Control
Research Gate. Diakses pada 2020. Impulse Control Disorders: Clinical Characteristics and Pharmacological Management