• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Kondisi Medis yang Bisa Sebabkan Sakit Leher

Inilah Kondisi Medis yang Bisa Sebabkan Sakit Leher

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Inilah Kondisi Medis yang Bisa Sebabkan Sakit Leher

Halodoc, Jakarta – Terkadang sakit leher yang dialami menyebabkan perasaan tidak nyaman atau bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sakit leher merupakan rasa nyeri yang muncul pada area leher yang disebabkan oleh otot leher yang tertarik, saraf terjepit, hingga pengapuran sendi. Meskipun umumnya tidak membahayakan bagi kesehatan, sakit leher perlu mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Nyeri Leher Bagian Belakang? Begini Cara Mengatasinya

Sakit leher yang terbilang ringan umumnya dapat pulih dengan sendirinya. Namun, perhatikan sakit leher yang dialami dalam jangka waktu yang cukup panjang atau hilang timbul. Kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang mungkin perlu diatasi dengan baik agar tidak menyebabkan sakit leher

Ketahui Kondisi Medis yang Tingkatkan Risiko Sakit Leher

Sakit leher umumnya ditandai dengan rasa nyeri yang muncul pada area leher. Rasa nyeri yang muncul terkadang akan bertambah parah ketika pengidap melakukan banyak gerakan pada area leher. Selain itu, sakit leher yang tidak ditangani dengan baik menyebabkan gejala lain, seperti pusing, sulit menggerakan leher, nyeri pada wajah, dan nyeri punggung.

Melansir Mayo Clinic, perhatikan sakit leher yang disertai dengan gejala, seperti mual, muntah, muncul benjolan pada leher, beberapa bagian tubuh menjadi lemas, dan juga sesak napas. Sebaiknya segera tanyakan langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui penanganan pertama untuk sakit leher yang kamu alami.

Baca juga: Awas, Kelamaan di Depan Laptop Picu Cervical Syndrome

Berbagai penyebab menjadi faktor pemicu sakit leher, seperti otot leher yang menegang. Ada beberapa kebiasaan yang menyebabkan otot leher menegang, misalnya terlalu lama menunduk dan sering melakukan gerakan membungkuk.

Ada beberapa kondisi medis dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit leher, seperti:

  1. Kerusakan sendi leher atau yang dikenal dengan osteoarthritis.
  2. Mengalami hernia nukleus pulposus, yaitu bantalan antar ruas tulang belakang menonjol dan sebabkan saraf leher terjepit.
  3. Alami cedera yang langsung mengenai area leher atau tulang bagian belakang.
  4. Infeksi leher.
  5. Alami penyempitan saraf tulang belakang.
  6. Mengalami tortikolis.
  7. Mengidap meningitis.
  8. Alami rheumatoid arthritis pada bagian leher.
  9. Fibromyalgia.
  10. Mengidap kanker pada area leher atau tulang belakang.
  11. Serangan jantung menyebabkan seseorang alami sakit leher. Sakit leher yang disebabkan serangan jantung disertai gejala lain, seperti sesak napas dan berkeringat berlebihan.

Itulah kondisi medis yang meningkatkan risiko seseorang alami sakit leher. Pengobatan disesuaikan dengan penyebab sakit leher yang dialami sehingga penanganan berbeda-beda.

Ada beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan untuk mendeteksi penyebab sakit leher yang kamu alami, dengan foto rontgen atau MRI, elektromiografi, pemeriksaan darah, dan pengambilan sampel cairan otak dari sela tulang belakang yang akan diperiksa di laboratorium.

Lakukan Penanganan Pertama untuk Sakit Leher

Sebelum kamu melakukan pengobatan ke rumah sakit terdekat, tidak ada salahnya untuk melakukan penanganan pertama terhadap sakit leher yang kamu alami agar gejala yang dialami dapat diatasi dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melansir Healthline, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah, seperti mengompres bagian leher yang mengalami nyeri menggunakan kompres dingin selama beberapa saat. Lalu, kamu bisa mengganti mengompres bagian leher yang nyeri dengan kompres hangat.

Baca juga: Tidur Tanpa Bantal, Bisakah Jadi Lebih Sehat?

Lakukan semua aktivitas secara perlahan dan jangan terburu-buru agar nyeri pada leher tidak semakin memburuk. Kamu bisa mulai melatih menggerakkan leher secara perlahan dan terapkan posisi yang baik untuk postur tubuh. Jangan lupa untuk mengubah posisi lebih sering agar tidak terlalu lama dalam satu posisi yang sama. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Neck Pain: Possible Causes and How to Treat It
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Neck Pain
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Neck Pain