• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dikira Sama, Ini Perbedaan Pusing dan Sakit Kepala

Dikira Sama, Ini Perbedaan Pusing dan Sakit Kepala

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Rasa sakit yang timbul di kepala kerap mengganggu aktivitas harian. Gangguan tersebut dapat menyebabkan sulit untuk berpikir karena rasa sakit dan nyeri yang dihasilkan. Penyakit yang umum menimbulkan rasa tidak nyaman pada kepala adalah pusing dan sakit kepala. Meski sama-sama menyerang kepala, ternyata keduanya hal yang berbeda, lho!

Masih banyak orang yang beranggapan pusing dan sakit kepala tidak ada bedanya. Kekeliruan tersebut menyebabkan banyak dokter salah mendiagnosis yang berakhir pada pengobatan yang salah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui perbedaan antara pusing dan sakit kepala. Berikut adalah beberapa perbedaan dari kedua hal tersebut!

Baca juga: Jaga Kesehatan Tubuh, Ini 3 Perbedaan Pusing dan Sakit Kepala

Perbedaan dari Pusing dan Sakit Kepala

Umumnya, seseorang merasakan sakit kepala dan pusing dalam waktu yang bersamaan. Beberapa hal dapat menyebabkan kedua gangguan tersebut adalah dehidrasi hingga kecemasan. Mungkin saja gangguan yang menyerangmu hanya salah satu dari kelainan tersebut, tetapi kamu salah mendiagnosisnya sehingga salah mengonsumsi obat.

Pusing dan sakit kepala memang dapat membuat kepala terasa seperti berputar. Selain itu, gejala yang timbul juga dapat mirip satu dengan lainnya. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui perbedaan dari pusing dan sakit kepala. 

Pusing

Pusing adalah terjadinya rasa sakit pada bagian kepala yang dapat menimbulkan perasaan seperti berputar-putar dan mampu mengganggu keseimbangan tubuh. Pusing dapat muncul secara tiba-tiba, kemudian hilang, lalu muncul lagi setelah beberapa saat. Perbedaan gejala dari pusing dan sakit kepala, antara lain:

1. Sensasi Seperti Akan Pingsan

Perbedaan antara pusing dan sakit kepala dari sisi gejala adalah tubuh yang merasa akan pingsan secara tiba-tiba. Gangguan ini umumnya disebabkan oleh tekanan darah yang turun tanpa aba-aba ketika seseorang duduk dalam waktu yang lama lalu berdiri secara mendadak. Hal tersebut terjadi karena pasokan darah ke otak yang tidak cukup. Dalam kasus yang parah, kelainan ini dapat menyebabkan penyakit gagal jantung dan gangguan pada ritme detak jantung.

2. Hilang Keseimbangan

Pusing yang terjadi juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan keseimbangan atau limbung. Berbeda dengan sakit kepala, pusing dapat menyerang bagian otak yang berdekatan dengan telinga yang berguna agar tubuh tetap seimbang. Gangguan ini juga dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti penyakit Parkinson, gangguan rangsangan telapak kaki, atau kurang jelasnya penglihatan.

Baca juga: Kenali Bedanya Jenis-Jenis Sakit Kepala

3. Sensasi Berputar

Perbedaan gejala pusing lainnya dari sakit kepala yang umum dialami adalah sensasi berputar pada kepala. Gejala ini juga merupakan salah satu hal yang umum ketika seseorang mengidap penyakit vertigo. Selain itu, pusing dengan sensasi berputar juga dapat terjadi ketika seseorang mengidap infeksi telinga bagian dalam, vestibular neuritis, migrain, dan penyakit meniere.

Lalu, jika kamu mempunyai pertanyaan terkait perbedaan antara pusing dan sakit kepala, dokter dari Halodoc siap membantu untuk menjawabnya. Caranya mudah, kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan!

Sakit Kepala

Lain hal dengan pusing, sakit kepala adalah gangguan yang menimbulkan rasa nyeri di kepala dan dapat menjalar ke organ lain di sekitarnya. Gangguan ini dapat terjadi dalam hitungan menit, jam, bahkan hari. Namun, gejala sakit kepala biasanya terjadi ketika kondisi tubuh kurang fit.

1. Sakit Kepala Primer

Jenis gangguan yang terjadi pada kepala yang pertama adalah sakit kepala primer. Hal ini disebabkan karena adanya kelainan pada kepala. Ternyata kelainan ini juga dapat disebabkan oleh gangguan pada otot, leher, pembuluh darah, hingga saraf. Jenis-jenis sakit kepala primer yang umum terjadi adalah Tension Type Headache, Cluster Headache, dan migrain.

2. Sakit Kepala Primer

Berbeda dengan sakit kepala primer, gangguan sakit kepala sekunder terjadi karena gangguan organ tubuh lain, yang kemudian menjalar ke kepala. Beberapa gangguan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit ini adalah gejala dari sinusitis, infeksi yang terjadi pada telinga, gangguan yang berhubungan dengan gigi, gangguan penglihatan (glaukoma), dan perubahan hormon setelah mengonsumsi pil kontrasepsi.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Ini 7 Faktor Penyebab Sakit Kepala Belakang

Itulah pembahasan mengenai perbedaan antara pusing dan sakit kepala. Dengan memahami perbedaan kedua gangguan tersebut, niscaya kamu dapat menghindari salah konsumsi obat. Selain itu, kesalahan diagnosis dari dokter juga dapat diminimalisir.

 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Headaches
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Dizziness and How to Treat It