Ad Placeholder Image

Intip 9 Manfaat Tanaman Kumis Kucing

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

“Tanaman kumis kucing memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Misalnya untuk mengobati masalah pernapasan, mencegah jamur, detoks alami, membantu menurunkan berat badan, dan menangani masalah diabetes.”

Intip 9 Manfaat Tanaman Kumis KucingIntip 9 Manfaat Tanaman Kumis Kucing

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar istilah “bis kucing” atau yang dalam dunia medis herbal dan botani Indonesia lebih dikenal dengan nama tanaman kumis kucing? Tanaman dengan nama latin Orthosiphon aristatus ini merupakan salah satu primadona dalam pengobatan tradisional yang kini telah banyak diadaptasi ke dalam produk farmasi modern. Tanaman ini mendapatkan namanya karena bentuk bunganya yang berwarna putih dan menjulur panjang, sangat mirip dengan helai kumis pada hewan kucing. Sejak zaman nenek moyang, daun dari tanaman ini telah diseduh dan dikonsumsi karena khasiatnya yang luar biasa, terutama untuk sistem ekskresi atau pembuangan cairan tubuh.

Kesehatan ginjal dan saluran kemih adalah hal yang sangat vital namun sering kali diabaikan hingga muncul masalah seperti anyang-anyangan, infeksi saluran kemih (ISK), hingga terbentuknya batu ginjal. Gaya hidup modern yang kurang gerak, kebiasaan menahan buang air kecil, hingga kurangnya asupan air putih harian menjadi faktor risiko utama. Di sinilah kumis kucing memainkan peran pentingnya. Tanaman ini memiliki sifat diuretik alami yang kuat, yang berarti ia mampu merangsang ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine. Dengan meningkatnya volume urine, bakteri, racun, dan mineral berlebih (seperti kalsium dan asam urat) penyebab batu ginjal dapat ikut terbuang ke luar tubuh secara lebih efisien.

Apabila kamu mengalami gejala ringan seperti kencing terasa tidak tuntas atau nyeri ringan di pinggang bawah, sangat penting untuk segera melakukan langkah penanganan awal. Jangan biarkan keluhan tersebut berkembang menjadi kondisi medis yang lebih serius yang memerlukan intervensi pembedahan. Jika keluhan berlanjut seperti demam, mual, atau nyeri hebat, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis medis yang tepat dan cepat.

Saat ini, kamu tidak perlu repot mencari dan merebus daun kumis kucing segar setiap hari. Sudah banyak sediaan farmasi berbahan dasar ekstrak tanaman ini yang diformulasikan secara higienis, terstandarisasi, dan praktis untuk dikonsumsi. Kamu juga bisa dengan mudah mencari dan beli obat online di Halodoc, di mana produk dijamin 100% asli dan pesananmu akan langsung diantar ke rumah.

Nah, mau tahu apa saja pilihan obat herbal yang mengandung ekstrak kumis kucing dan aman untuk dikonsumsi mandiri? Berikut ulasan lengkapnya dari kacamata farmakologi!

Rekomendasi Produk Kumis Kucing yang Ampuh

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi produk kesehatan golongan obat bebas dan obat tradisional (jamu/fitofarmaka) yang mengandung ekstrak kumis kucing. Produk-produk ini dirancang untuk membantu memelihara kesehatan ginjal, meluruhkan batu urin, dan melancarkan buang air kecil.

1. Batugin Elixir 120 ml

Batugin Elixir merupakan sediaan obat herbal berbentuk sirop (elixir) yang sangat populer di Indonesia. Produk ini mengandung perpaduan dua ekstrak tanaman berkhasiat, yaitu ekstrak daun tempuyung (Sonchus arvensis) dan ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus). Tempuyung bekerja secara sinergis dengan kumis kucing untuk memberikan efek diuretik (melancarkan air seni) dan spasmolitik (merelaksasi otot polos saluran kemih).

Manfaat utama dari Batugin Elixir adalah untuk membantu meluruhkan batu urin (batu ginjal atau batu kandung kemih) serta membantu melancarkan buang air kecil. Kandungan kalium yang tinggi dari ekstrak kumis kucing membantu mencegah kristalisasi kalsium oksalat dalam ginjal. Karena sediaannya berbentuk cairan elixir, obat ini lebih mudah diserap oleh pencernaan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa untuk pengobatan (saat ada keluhan/batu ginjal): 1 gelas takar (30 ml), diminum 3-4 kali sehari.
  • Aturan dosis dewasa untuk pemeliharaan (setelah batu keluar): 1 gelas takar (30 ml), diminum 1 kali sehari.
  • Obat ini dikonsumsi setelah makan. Disarankan untuk minum air putih yang banyak selama menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas herbal. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Batugin Elixir 120 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Nephrolit 100 Kapsul

Nephrolit adalah suplemen herbal berbentuk kapsul yang diformulasikan secara khusus untuk mengatasi permasalahan batu ginjal dan batu saluran kemih. Kapsul ini mengandung empat kombinasi ekstrak tanaman herbal berkhasiat, yaitu ekstrak daun kejibeling (Strobilanthus crispus), ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus), ekstrak daun tempuyung, dan ekstrak meniran (Phyllanthus niruri). Kandungan meniran di dalamnya juga berfungsi ganda sebagai imunomodulator yang membantu menjaga daya tahan tubuh saat saluran kemih mengalami peradangan.

Kombinasi herbal dalam Nephrolit bekerja dengan cara menghambat pembentukan batu ginjal dan memecah batu ginjal yang sudah terbentuk menjadi partikel-partikel halus sehingga mudah dikeluarkan bersama urine. Selain itu, efek antiinflamasi dari kumis kucing dapat mengurangi rasa nyeri saat buang air kecil yang sering dialami oleh penderita batu ginjal.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa: 2 kapsul, diminum 4 kali sehari.
  • Kapsul ditelan utuh dengan bantuan segelas air putih. Baiknya dikonsumsi setelah makan untuk mencegah iritasi lambung ringan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas tradisional. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Penggunaan harus disertai dengan minum air putih minimal 2 liter per hari.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Nephrolit 100 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Masalah Saluran Kemih yang Sering Tidak Disadari
  1. Dehidrasi Kronis: Kurangnya asupan cairan membuat urine menjadi pekat, sehingga mineral mudah mengkristal dan membentuk batu ginjal.
  2. Konsumsi Garam dan Natrium Berlebih: Garam memicu ginjal untuk membuang lebih banyak kalsium ke dalam urine, meningkatkan risiko terbentuknya batu kalsium.
  3. Sering Menahan Kencing: Menahan urine terlalu lama memberi kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak di saluran kemih, memicu infeksi.
  4. Terlalu Banyak Konsumsi Suplemen Vitamin C: Dosis vitamin C sintetis yang berlebihan akan diubah tubuh menjadi oksalat, yang dapat mengendap di ginjal.

3. Kejibeling Plus Ginseng 10 Kapsul

Kejibeling Plus Ginseng merupakan inovasi produk herbal yang memadukan khasiat tanaman lokal Indonesia dengan khasiat tonik dari Ginseng (Panax ginseng). Produk ini mengandung ekstrak daun kejibeling, daun kumis kucing, dan daun tempuyung yang merupakan “trio” paling efektif dalam farmakognosi untuk urusan batu ginjal. Tambahan ekstrak ginseng di dalamnya memberikan nilai plus dengan memberikan energi ekstra dan memulihkan stamina penderita yang sering kali merasa lemas akibat infeksi ginjal atau saluran kemih.

Secara farmakologis, senyawa orthosiphonin dan garam kalium pada kumis kucing, dipadukan dengan senyawa kalium pada kejibeling, bekerja melarutkan asam urat dan fosfat yang mengerak di dinding saluran kemih. Ginseng membantu melancarkan sirkulasi darah secara keseluruhan, termasuk aliran darah menuju nefron (unit penyaring pada ginjal), sehingga fungsi penyaringan ginjal kembali optimal.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa: 2 kapsul, diminum 2 kali sehari (pagi dan malam).
  • Dianjurkan untuk meminumnya setelah makan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas tradisional. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Tidak disarankan untuk penderita hipertensi berat yang tidak terkontrol karena kandungan ginsengnya.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Kejibeling Plus Ginseng 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. Keling 100 Pil

Keling Pil adalah sediaan jamu tradisional berbentuk pil kecil yang dirancang khusus bagi mereka yang mungkin kesulitan menelan kapsul atau tidak menyukai rasa obat sirop. Komposisi utamanya meliputi Sericocalyx folium (daun kejibeling), Orthosiphon folium (daun kumis kucing), dan beberapa herbal pendukung lainnya seperti Sonchus folium (tempuyung) dan Imperatae radix (akar alang-alang).

Akar alang-alang (Imperata cylindrica) memiliki efek mendinginkan dan hemostatik (menghentikan pendarahan), yang sangat berguna jika batu ginjal menyebabkan gesekan yang menimbulkan kencing berdarah (hematuria) ringan. Bersama dengan kumis kucing yang bersifat diuretik, pil ini secara efektif membersihkan saluran kemih dari sisa-sisa endapan kristal, meredakan inflamasi, dan menormalkan kembali frekuensi buang air kecil.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa: 5 pil, diminum 3 kali sehari.
  • Pil diminum menggunakan air hangat untuk membantu mempercepat pelarutan dan penyerapan ekstrak herbal di dalam lambung.

Obat ini termasuk golongan obat bebas tradisional (jamu). Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Keling 100 Pil di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Mengatasi Masalah Saluran Kemih

1. Tingkatkan Hidrasi Harian dengan Cermat

Minum air putih setidaknya 2 hingga 2,5 liter sehari adalah terapi paling dasar dan efektif untuk masalah ginjal. Air berfungsi sebagai pelarut alami yang akan membilas ginjal dan kandung kemih, mencegah mineral mengendap, dan menyulitkan bakteri untuk menempel pada dinding saluran kemih. Pastikan warna urine kamu bening hingga kuning pucat; jika kuning pekat, itu tanda tubuh masih kekurangan cairan.

2. Batasi Makanan Tinggi Purin dan Oksalat

Apa yang kamu makan sangat memengaruhi apa yang disaring oleh ginjal. Makanan tinggi purin (seperti jeroan, makanan laut tertentu, dan daging merah) dapat meningkatkan kadar asam urat yang memicu batu asam urat. Sementara makanan tinggi oksalat (seperti bayam, cokelat, dan kacang-kacangan) dapat bereaksi dengan kalsium di ginjal dan membentuk batu kalsium oksalat. Konsumsi sewajarnya dan seimbangkan dengan sayuran berserat tinggi.

Studi Mengenai Khasiat Kumis Kucing

Journal of Ethnopharmacology menerbitkan sebuah studi di tahun 2016 yang menjelaskan secara rinci farmakologi dari Orthosiphon stamineus atau kumis kucing. Studi klinis dan praklinis dalam jurnal tersebut mengonfirmasi bahwa tanaman ini tidak hanya bersifat diuretik, tetapi juga memiliki aktivitas farmakologis yang luas termasuk efek antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antiangiogenik.

Lebih lanjut, penelitian tersebut membedah kandungan fitokimia utama dalam daun kumis kucing, yaitu asam rosmarinat (rosmarinic acid) dan sinensetin. Kedua senyawa flavanoid ini terbukti secara ilmiah mampu menurunkan kadar asam urat serum dan menghambat pembentukan kristal kalsium oksalat di nefron ginjal. Efek antiinflamasinya juga ditemukan sangat efektif dalam mengurangi peradangan lokal pada jaringan kandung kemih (cystitis), menjadikannya lebih unggul dibandingkan diuretik sintetis biasa karena kemampuannya mengatasi akar peradangan.

Jika setelah menggunakan obat-obatan herbal ini keluhan susah buang air kecil, nyeri pinggang belakang, atau kencing berdarah tidak kunjung membaik dalam 3-5 hari, segera hubungi profesional medis. Gejala tersebut mungkin mengindikasikan ukuran batu ginjal yang terlalu besar untuk luruh sendiri, atau adanya infeksi bakteri persisten yang membutuhkan terapi antibiotik resep dokter.

Kamu bisa mendapatkan produk-produk herbal di atas dengan praktis, aman, dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Tidak perlu repot keluar rumah saat sedang menahan nyeri, cukup pesan lewat aplikasi.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc. Dokter akan membantu mengevaluasi keluhanmu, memberikan resep obat yang tepat, dan merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti USG atau tes urine jika diperlukan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. WHO Monographs on Selected Medicinal Plants – Volume 2: Orthosiphon stamineus.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Orthosiphon stamineus Benth. Treats urinary tract ailments.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Kidney stones – Symptoms and causes.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia: Pemanfaatan Kumis Kucing.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Urinary Tract Infections (UTIs): Management and Treatment.

FAQ

1. Apakah tanaman kumis kucing aman dikonsumsi setiap hari?

Secara umum, konsumsi teh atau ekstrak kumis kucing dalam dosis yang direkomendasikan pada kemasan (dosis pemeliharaan) aman dilakukan setiap hari. Namun, penggunaannya dalam jangka sangat panjang tanpa jeda sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter, terutama jika kamu memiliki masalah tekanan darah rendah atau sedang mengonsumsi obat diuretik resep, karena dapat memicu kehilangan kalium atau cairan berlebih.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai batu ginjal luruh setelah minum obat kumis kucing?

Waktu yang dibutuhkan sangat bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis batu ginjal, serta tingkat hidrasi harianmu. Untuk batu berukuran kurang dari 4 milimeter (pasir ginjal), biasanya akan luruh bersama urine dalam waktu 1 hingga 3 minggu dengan konsumsi obat herbal rutin dan banyak minum air putih. Jika ukuran batu lebih besar, penanganan medis mungkin diperlukan.

3. Apakah anak-anak boleh minum ramuan atau obat kumis kucing?

Tidak disarankan memberikan ramuan atau obat bebas kumis kucing kepada anak-anak tanpa pengawasan dan resep dari dokter anak. Ginjal dan sistem metabolisme anak belum berkembang sempurna seperti orang dewasa, sehingga dosis dewasa dapat memberikan efek diuretik yang terlalu kuat dan berisiko menyebabkan dehidrasi pada anak.

4. Bisakah kumis kucing digunakan untuk mengobati penyakit asam urat (Gout)?

Ya, kumis kucing sering direkomendasikan sebagai terapi suportif alami untuk penderita asam urat. Kandungan flavanoid dan sifat diuretiknya membantu ginjal membuang kelebihan kristal asam urat di dalam darah melalui urine. Meskipun demikian, untuk serangan gout akut yang menyebabkan sendi bengkak dan merah, obat antiinflamasi medis tetap menjadi penanganan utama.