Ad Placeholder Image

Intip Bagian Bagian Rangka Manusia, Apa Saja?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Bagian Bagian Rangka Manusia: Yuk Kenali Tubuhmu!

Intip Bagian Bagian Rangka Manusia, Apa Saja?Intip Bagian Bagian Rangka Manusia, Apa Saja?

DAFTAR ISI


Mengenal Sistem Rangka Manusia

Tubuh manusia adalah struktur yang sangat luar biasa dan kompleks. Di balik kulit dan otot yang menutupi tubuh kita, terdapat fondasi kokoh yang menopang seluruh tubuh agar bisa berdiri tegak, bergerak bebas, dan melindungi organ-organ vital di dalamnya. Fondasi inilah yang dinamakan dengan sistem rangka.

Saat bayi baru lahir, sistem rangka manusia terdiri dari sekitar 300 tulang yang sebagian besar masih berupa tulang rawan (kartilago) yang lunak. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh, tulang-tulang rawan tersebut akan mengalami proses pengerasan (osifikasi) dan beberapa di antaranya akan menyatu. Pada akhirnya, seorang manusia dewasa yang sehat akan memiliki tepat 206 tulang keras yang saling terhubung membentuk kerangka yang utuh.

Sistem rangka bukan sekadar tumpukan tulang mati yang pasif. Ini adalah sistem organ yang hidup, dinamis, dan terus menerus memperbarui dirinya sendiri. Di dalam tulang, terdapat jaringan sel aktif, pembuluh darah, dan saraf yang saling bekerja sama. Selain itu, sistem rangka juga mencakup sendi, ligamen (jaringan ikat yang menghubungkan tulang dengan tulang), dan tendon (jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang).

Kesehatan sistem rangka sangat krusial bagi kualitas hidup kita. Mengabaikan asupan nutrisi dan gaya hidup sehat dapat memicu pengeroposan tulang sejak dini. Nah, mau tahu lebih dalam mengenai fungsi, anatomi, hingga cara menjaga sistem rangka agar tetap kuat hingga usia senja? Berikut ulasan lengkapnya!

Fungsi Utama Sistem Rangka Manusia

Selain sebagai pembentuk postur tubuh, sistem rangka memiliki serangkaian fungsi medis dan fisiologis yang sangat vital bagi kelangsungan hidup manusia, di antaranya:

1. Memberikan Bentuk dan Menopang Tubuh

Tulang-tulang dalam tubuh berfungsi layaknya tiang pancang pada sebuah bangunan. Rangka memberikan bentuk fisik pada tubuh manusia, menopang berat badan, dan menjaga agar postur tubuh tetap tegak, menahan gaya gravitasi bumi.

2. Melindungi Organ Internal Vital

Tulang memiliki struktur yang sangat keras dan kuat untuk bertindak sebagai perisai alami tubuh. Tengkorak melindungi otak yang sensitif, tulang rusuk dan tulang dada melindungi jantung serta paru-paru, sementara tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat).

3. Memfasilitasi Pergerakan

Tulang bertindak sebagai tuas, sementara otot bertindak sebagai tenaga penariknya. Melalui persendian yang diikat oleh ligamen dan tendon, kontraksi otot akan menarik tulang sehingga menciptakan berbagai jenis gerakan tubuh, mulai dari berjalan, berlari, hingga gerakan motorik halus seperti menulis.

4. Produksi Sel Darah (Hematopoiesis)

Banyak tulang dalam tubuh manusia, seperti tulang paha, tulang dada, dan tulang panggul, memiliki sumsum tulang merah di bagian dalamnya. Di sinilah tempat diproduksinya sel darah merah (eritrosit) yang membawa oksigen, sel darah putih (leukosit) untuk kekebalan tubuh, dan keping darah (trombosit) untuk pembekuan darah.

5. Penyimpanan Mineral dan Lemak

Tulang adalah gudang penyimpanan utama bagi mineral, khususnya kalsium dan fosfor. Saat tubuh membutuhkan kalsium ekstra untuk fungsi saraf atau otot, tulang akan melepaskan simpanannya ke dalam aliran darah. Selain itu, sumsum tulang kuning yang berada di rongga tulang panjang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan energi dalam bentuk lemak (adiposit).

Anatomi Sistem Rangka Manusia

Secara medis, 206 tulang yang menyusun sistem rangka manusia dewasa dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu rangka aksial dan rangka apendikular.

1. Rangka Aksial (Sumbu Tubuh)

Rangka aksial terdiri dari 80 tulang yang berada di sepanjang sumbu tengah tubuh. Rangka ini adalah fondasi utama yang melindungi sistem saraf, sistem pernapasan, dan organ peredaran darah. Komponen rangka aksial meliputi:

  • Tulang Tengkorak (22 tulang): Terdiri dari tulang kranial yang menutupi otak dan tulang fasial yang membentuk struktur wajah manusia.
  • Tulang Pendengaran (6 tulang): Terletak di dalam telinga tengah, terdiri dari tulang martil (malleus), landasan (incus), dan sanggurdi (stapes).
  • Tulang Hioid (1 tulang): Tulang berbentuk tapal kuda di leher yang menopang lidah dan tidak bersendi dengan tulang lain.
  • Tulang Belakang/Kolumna Vertebralis (26 tulang): Terdiri dari ruas-ruas tulang leher (servikal), punggung atas (torakal), punggung bawah (lumbal), sakrum, dan tulang ekor (koksigis).
  • Kerangka Tulang Rusuk (25 tulang): Terdiri dari 12 pasang tulang rusuk dan 1 tulang dada (sternum).

2. Rangka Apendikular (Alat Gerak)

Rangka apendikular mencakup 126 tulang yang menempel pada rangka aksial. Fungsinya secara khusus adalah untuk pergerakan tubuh dan manipulasi objek di sekitar. Komponennya meliputi:

  • Gelang Bahu/Pektoral (4 tulang): Terdiri dari sepasang tulang selangka (klavikula) dan tulang belikat (skapula).
  • Anggota Gerak Atas (60 tulang): Meliputi tulang lengan atas (humerus), pengumpil (radius), hasta (ulna), tulang pergelangan tangan (karpal), telapak tangan (metakarpal), dan ruas jari (falang).
  • Gelang Panggul (2 tulang): Terdiri dari tulang panggul yang menghubungkan anggota gerak bawah ke rangka aksial.
  • Anggota Gerak Bawah (60 tulang): Meliputi tulang paha (femur), tempurung lutut (patela), tulang kering (tibia), betis (fibula), pergelangan kaki (tarsal), telapak kaki (metatarsal), dan ruas jari kaki (falang).

Jenis-Jenis Tulang Berdasarkan Bentuknya

Setiap tulang diciptakan dengan bentuk dan struktur yang disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Berdasarkan anatominya, tulang diklasifikasikan menjadi lima jenis:

  • Tulang Panjang (Pipa): Bentuknya silinder memanjang, ujungnya sedikit membulat. Berfungsi sebagai tuas untuk pergerakan. Contoh: tulang paha (femur) dan tulang lengan atas (humerus).
  • Tulang Pendek: Bentuknya menyerupai kubus, panjang dan lebarnya hampir sama. Berfungsi memberikan stabilitas dengan sedikit pergerakan. Contoh: tulang-tulang karpal di pergelangan tangan.
  • Tulang Pipih: Bentuknya tipis, melengkung, dan luas. Berfungsi memberikan area perlekatan otot yang luas dan melindungi organ dalam. Contoh: tulang tengkorak, tulang dada, dan tulang belikat.
  • Tulang Tidak Beraturan: Bentuknya kompleks dan tidak masuk ke dalam kategori di atas. Contoh: tulang belakang (vertebrae) dan beberapa tulang wajah.
  • Tulang Sesamoid: Tulang kecil bulat yang tertanam di dalam tendon, biasanya terdapat di persendian yang sering menerima tekanan berat. Contoh: tempurung lutut (patela).
Tahukah Kamu? Sel-Sel Pembentuk Tulang
  1. Osteoblas: Sel yang bertugas membangun dan membentuk jaringan tulang baru.
  2. Osteosit: Sel tulang dewasa yang memelihara matriks tulang sehari-hari.
  3. Osteoklas: Sel makrofag besar yang bertugas memecah dan menyerap jaringan tulang tua agar bisa diganti dengan yang baru (proses remodeling).

Penyakit dan Gangguan pada Sistem Rangka

Seiring bertambahnya usia, cedera, maupun faktor genetik, sistem rangka rentan mengalami berbagai gangguan. Beberapa masalah kesehatan tulang yang paling sering ditemukan di masyarakat Indonesia antara lain:

1. Osteoporosis

Kondisi medis di mana kepadatan dan kualitas tulang menurun drastis, menyebabkan tulang menjadi keropos, rapuh, dan sangat mudah patah meskipun hanya karena benturan ringan. Osteoporosis sering dijuluki “pencuri diam-diam” karena jarang menunjukkan gejala hingga penderitanya mengalami patah tulang mendadak.

2. Arthritis (Radang Sendi)

Arthritis adalah peradangan pada satu atau lebih persendian yang memicu nyeri kronis, pembengkakan, dan kekakuan tulang. Jenis yang paling umum adalah Osteoarthritis (akibat kerusakan tulang rawan karena penuaan/penggunaan berlebih) dan Rheumatoid Arthritis (gangguan autoimun di mana sistem imun menyerang sendi).

3. Kelainan Kurva Tulang Belakang

Tulang belakang yang sehat memiliki lengkungan alami yang ergonomis. Namun, kelainan postur dapat menyebabkan skoliosis (melengkung ke samping huruf S atau C), kifosis (punggung atas terlalu melengkung ke depan/bungkuk), atau lordosis (punggung bawah terlalu melengkung ke dalam).

4. Fraktur (Patah Tulang)

Retak atau patahnya jaringan tulang akibat trauma fisik yang kuat, seperti kecelakaan lalu lintas, cedera olahraga, atau jatuh ringan pada lansia dengan osteoporosis.

Jika kamu mengalami keluhan seperti nyeri tulang yang menetap, pembengkakan sendi, perubahan bentuk tulang, atau kesulitan bergerak setelah mengalami cedera, jangan menunda untuk mencari bantuan medis. Kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan yang akurat dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut.

Cara Menjaga Kesehatan Rangka dan Tulang

Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kekuatan sistem rangka harus dibangun sejak usia muda dan dipelihara secara konsisten. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu terapkan:

1. Penuhi Kebutuhan Kalsium dan Vitamin D

Kalsium adalah bahan baku utama pembuat matriks tulang, sedangkan Vitamin D berfungsi agar kalsium dapat diserap secara optimal oleh usus. Konsumsi makanan kaya kalsium seperti susu, keju, yoghurt, ikan sarden, tahu, dan sayuran hijau tua. Berjemurlah di pagi hari selama 10-15 menit untuk mendapatkan asupan Vitamin D alami dari sinar matahari.

Untuk menunjang kesehatan persendian dan kepadatan tulang secara maksimal, terkadang asupan dari makanan saja tidak cukup. Dalam kondisi ini, kamu bisa beli obat, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Melalui apotek online yang tersedia, kamu bisa menemukan suplemen kalsium, vitamin D3, hingga glukosamin yang tepat sesuai anjuran kesehatan.

2. Rutin Melakukan Latihan Menahan Beban

Tulang adalah jaringan hidup yang akan menebal dan semakin kuat jika rutin diberi tekanan yang proporsional. Olahraga weight-bearing (menahan berat badan) seperti jalan cepat, jogging, senam, angkat beban, atau naik-turun tangga sangat efektif untuk merangsang sel osteoblas membangun tulang baru.

3. Jaga Berat Badan Ideal dan Postur Tubuh

Kelebihan berat badan (obesitas) akan memberikan tekanan berlebih yang merusak persendian lutut dan tulang paha (memicu osteoarthritis dini). Selain itu, pastikan untuk selalu menjaga postur punggung tetap lurus saat duduk bekerja di depan komputer maupun saat mengangkat benda berat, untuk mencegah cedera tulang belakang.

Studi Terkait Sistem Rangka

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa puncak massa tulang (peak bone mass) pada manusia dicapai sekitar usia 25 hingga 30 tahun. Setelah melewati usia tersebut, proses kerusakan tulang secara alami akan sedikit lebih cepat dibandingkan pembentukannya.

Studi tersebut menekankan bahwa intervensi nutrisi (kalsium, protein, vitamin D) dan rutinitas olahraga di masa remaja hingga dewasa muda adalah faktor paling determinan dalam mencegah risiko osteoporosis di usia lanjut.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Skeletal System.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Bone health: Tips to keep your bones healthy.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Musculoskeletal health.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Kenali Pengeroposan Tulang (Osteoporosis) dan Cara Pencegahannya.

FAQ

1. Apakah tulang manusia bisa tumbuh kembali setelah patah?

Ya, jaringan tulang memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa. Saat patah, sel-sel tulang akan membentuk kalus (tulang rawan sementara) yang secara bertahap akan mengeras menjadi tulang sejati, asalkan posisi patahannya distabilkan (seperti dengan gips atau operasi).

2. Berapa kebutuhan kalsium harian untuk orang dewasa?

Menurut angka kecukupan gizi yang dianjurkan, rata-rata orang dewasa berusia 19-50 tahun membutuhkan sekitar 1000 mg kalsium per hari. Pada wanita di atas 50 tahun (pasca-menopause) dan pria di atas 70 tahun, kebutuhannya meningkat menjadi 1200 mg per hari.

3. Apakah membunyikan sendi jari (kretek-kretek) bisa memicu arthritis?

Mitos. Bunyi “kretek” pada sendi jari umumnya disebabkan oleh pecahnya gelembung gas (kavitasi) di dalam cairan pelumas sendi (sinovial). Berbagai penelitian hingga saat ini belum menemukan kaitan langsung antara kebiasaan ini dengan risiko terjadinya arthritis.

4. Makanan apa saja yang dapat melemahkan tulang?

Diet tinggi garam (natrium) dapat memicu tubuh membuang kalsium melalui urine. Selain itu, konsumsi kafein berlebihan dan alkohol juga dapat mengganggu penyerapan kalsium di dalam usus serta menurunkan kemampuan tubuh dalam memproduksi tulang baru.