Ad Placeholder Image

Intracutan: Kenali Suntikan Dermis untuk Vaksin dan Tes

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Intracutan: Mengenal Suntikan Dermis dan Fungsinya

Intracutan: Kenali Suntikan Dermis untuk Vaksin dan TesIntracutan: Kenali Suntikan Dermis untuk Vaksin dan Tes

Apa Itu Suntikan Intrakutan? Memahami Metode Pemberian Obat di Lapisan Kulit Terdalam

Suntikan intrakutan atau intradermal adalah metode pemberian obat dengan cara disuntikkan tepat di lapisan kulit paling atas, yaitu dermis. Berbeda dengan suntikan subkutan (di bawah kulit) atau intramuskular (ke otot), teknik ini menargetkan area di antara epidermis (lapisan terluar kulit) dan jaringan subkutan. Teknik ini dikenal karena penyerapannya yang lambat, sehingga memungkinkan reaksi obat atau zat yang disuntikkan dapat terlihat dengan jelas di permukaan kulit.

Karakteristik Utama Suntikan Intrakutan

Metode suntikan intrakutan memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis suntikan lain:

  • Lokasi Suntikan: Injeksi dilakukan di lapisan dermis, yaitu lapisan kulit di bawah epidermis.
  • Sudut Suntikan: Jarum disuntikkan dengan sudut yang sangat dangkal, biasanya antara 15 hingga 20 derajat terhadap permukaan kulit.
  • Ukuran Jarum: Menggunakan jarum yang sangat kecil dan halus, seringkali berukuran 26 atau 27G, untuk meminimalkan rasa sakit dan trauma pada kulit.
  • Volume Obat: Volume obat atau cairan yang disuntikkan sangat sedikit, umumnya hanya sekitar 0.05 hingga 0.1 cc.

Tujuan Suntikan Intrakutan

Teknik suntikan intrakutan tidak digunakan untuk pemberian obat secara massal, melainkan untuk tujuan spesifik yang memerlukan pengamatan reaksi lokal pada kulit. Beberapa tujuan umum suntikan intrakutan meliputi:

  • Tes Alergi: Untuk mengidentifikasi apakah seseorang memiliki reaksi alergi terhadap zat tertentu, seperti alergen lingkungan atau makanan.
  • Tes Sensitivitas Obat: Penting untuk memastikan pasien tidak alergi terhadap obat-obatan tertentu, misalnya antibiotik, sebelum diberikan secara luas.
  • Tes Diagnosis: Contoh paling umum adalah Tes Mantoux untuk mendiagnosis tuberkulosis (TBC), di mana reaksi kulit diamati setelah penyuntikan tuberkulin.
  • Vaksinasi: Beberapa jenis vaksin, seperti vaksin BCG untuk mencegah TBC, diberikan secara intrakutan karena memerlukan respons imun lokal yang kuat dan penyerapan yang lambat.

Area Suntikan Intrakutan yang Umum

Pemilihan area suntikan intrakutan harus memperhatikan kondisi kulit yang sehat, bebas dari lesi atau iritasi. Area yang paling sering digunakan adalah:

  • Lengan Bawah Bagian Dalam: Ini adalah lokasi paling umum karena kulitnya tipis, tidak terlalu banyak rambut, dan mudah diakses untuk pengamatan reaksi.
  • Dada atau Punggung Atas: Terkadang digunakan jika lengan bawah tidak memungkinkan atau untuk tes dengan banyak suntikan.

Proses Setelah Suntikan Intrakutan

Setelah suntikan intrakutan dilakukan, ada beberapa hal yang perlu diketahui dan diperhatikan:

  • Pembentukan Gelembung Kecil: Area yang disuntik akan membentuk gelembung kecil seperti jerawat atau benjolan datar (papula) di permukaan kulit. Ini adalah indikasi bahwa obat masuk ke lapisan dermis dengan benar.
  • Larangan Memijat: Penting untuk tidak memijat atau menggosok area suntikan, karena dapat mengganggu penyerapan obat dan memengaruhi hasil tes.
  • Pengamatan Reaksi: Reaksi yang timbul, seperti kemerahan atau gatal, biasanya diamati sekitar 15 menit setelah penyuntikan untuk tes alergi atau beberapa hari untuk tes Mantoux.

Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Suntikan Intrakutan

Meskipun suntikan intrakutan umumnya aman, beberapa orang mungkin mengalami efek samping ringan. Ini termasuk nyeri ringan, kemerahan, atau gatal di tempat suntikan. Efek samping ini biasanya bersifat sementara dan akan mereda dengan sendirinya. Penting untuk memberitahu tenaga medis jika ada riwayat alergi sebelumnya terhadap obat atau bahan apa pun.

Penanganan Demam Setelah Tindakan Medis

Dalam beberapa kasus, setelah tindakan medis seperti vaksinasi, seseorang mungkin mengalami demam ringan sebagai respons normal tubuh terhadap imunisasi. Demam ini adalah tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang membangun pertahanan.

Untuk meredakan demam dan ketidaknyamanan, disarankan untuk beristirahat yang cukup dan menjaga hidrasi. Jika diperlukan, obat penurun panas dapat diberikan sesuai anjuran dokter. Salah satu pilihan yang tersedia adalah yang mengandung parasetamol, efektif untuk meredakan demam dan nyeri ringan. Pastikan untuk mengikuti dosis yang tertera pada kemasan atau sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Kapan Harus Menghubungi Dokter Setelah Suntikan Intrakutan?

Meskipun efek samping ringan umumnya normal, segera hubungi dokter jika mengalami reaksi yang tidak biasa atau memburuk setelah suntikan intrakutan. Ini termasuk pembengkakan berlebihan, nyeri hebat, demam tinggi yang tidak mereda, ruam seluruh tubuh, kesulitan bernapas, atau tanda-tanda alergi serius lainnya. Konsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc dapat memberikan panduan dan penanganan yang tepat.