Ad Placeholder Image

Intususepsi: Gejala, Penyebab, dan Penanganan Cepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Februari 2026

Intususepsi: Gejala, Penyebab, & Penanganan Cepat

Intususepsi: Gejala, Penyebab, dan Penanganan CepatIntususepsi: Gejala, Penyebab, dan Penanganan Cepat

Mengenal Intususepsi: Kondisi Usus Serius yang Membutuhkan Penanganan Cepat

Intususepsi, atau sering disebut invaginasi, adalah kondisi medis darurat di mana sebagian usus melipat atau “masuk” ke dalam bagian usus yang berdekatan, menyerupai cara kerja teleskop. Fenomena ini menyebabkan penyumbatan di dalam saluran pencernaan dan dapat mengganggu aliran darah ke bagian usus yang terkena. Meskipun dapat terjadi pada segala usia, intususepsi lebih sering menyerang anak-anak, terutama usia 3 bulan hingga 3 tahun.

Kondisi ini ditandai dengan gejala nyeri perut hebat yang datang dan pergi, tangisan keras, muntah, dan buang air besar (BAB) berdarah. Mengingat potensi komplikasi serius, intususepsi adalah darurat medis yang memerlukan diagnosis dan penanganan secepat mungkin untuk mencegah kerusakan usus permanen atau fatal.

Gejala Intususepsi yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala awal intususepsi sangat penting untuk penanganan yang tepat waktu. Gejala-gejala ini dapat muncul secara tiba-tiba dan memburuk dengan cepat. Berikut adalah tanda-tanda utama intususepsi:

  • Nyeri perut kolik: Anak akan menunjukkan nyeri perut yang hebat, datang secara tiba-tiba dan kemudian mereda. Selama episode nyeri, anak biasanya menangis kencang, menarik lutut ke dada, dan mungkin tampak kesakitan yang ekstrem. Nyeri ini bersifat intermiten, artinya datang dan pergi.
  • BAB berdarah dengan lendir: Ini adalah tanda khas yang sering digambarkan seperti “jeli merah” (red currant jelly stool) karena tinja bercampur darah dan lendir.
  • Muntah: Muntah dapat berupa sisa makanan, cairan, atau bahkan berwarna hijau atau kuning jika terjadi penyumbatan total di usus.
  • Massa pada perut: Pada pemeriksaan fisik, terkadang dapat teraba benjolan berbentuk seperti sosis di area perut.
  • Perubahan perilaku: Di antara episode nyeri, anak mungkin tampak lesu, mengantuk, atau lebih rewel dari biasanya.

Jika ditemukan salah satu atau kombinasi gejala-gejala ini, terutama pada anak usia balita, segera cari bantuan medis darurat.

Penyebab dan Faktor Risiko Intususepsi

Penyebab intususepsi bervariasi antara anak-anak dan orang dewasa:

  • Pada anak-anak: Sebagian besar kasus intususepsi pada anak-anak bersifat idiopatik, yang berarti penyebab pastinya tidak diketahui. Namun, seringkali kondisi ini dikaitkan dengan infeksi saluran pernapasan atau infeksi virus yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening (limfadenitis mesenterika) di sekitar usus. Kelenjar yang membesar ini diduga menjadi titik awal lipatan usus.
  • Pada dewasa: Intususepsi pada orang dewasa lebih jarang terjadi dan hampir selalu disebabkan oleh kelainan struktural di dalam usus. Kelainan ini bisa berupa polip, tumor (jinak atau ganas), atau divertikulum (kantong kecil yang menonjol dari dinding usus) yang menjadi titik pemicu lipatan usus.

Diagnosis Intususepsi

Diagnosis intususepsi memerlukan evaluasi medis yang cermat dan cepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan perut, untuk mencari tanda-tanda massa atau nyeri tekan. Metode diagnostik utama yang paling sensitif dan umum digunakan adalah:

  • USG Abdomen (ultrasonografi perut): Pemeriksaan ini dapat visualisasi usus yang melipat dan seringkali menjadi metode pertama dan paling efektif untuk mengkonfirmasi diagnosis intususepsi.

Dalam beberapa kasus, pemeriksaan lain seperti rontgen perut atau CT scan mungkin juga dilakukan untuk menyingkirkan kondisi lain atau menilai tingkat keparahan.

Penanganan Intususepsi: Darurat Medis yang Cepat

Intususepsi adalah darurat medis yang memerlukan penanganan segera, idealnya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejala muncul, untuk mencegah komplikasi serius seperti nekrosis jaringan (kematian jaringan usus) akibat terganggunya aliran darah. Penanganan umumnya meliputi:

  • Reduksi dengan Enema: Tindakan awal non-bedah biasanya menggunakan enema udara atau cairan yang dimasukkan melalui rektum. Tekanan dari udara atau cairan ini dapat membantu mendorong usus yang terlipat kembali ke posisi semula. Tindakan ini sering dilakukan di bawah panduan pencitraan (seperti fluoroskopi atau USG) untuk memantau keberhasilan prosedur.
  • Operasi: Pembedahan akan diperlukan jika reduksi dengan enema tidak berhasil, atau jika ada tanda-tanda komplikasi seperti peritonitis (radang pada selaput rongga perut), atau robekan usus (perforasi). Selama operasi, dokter akan secara manual menarik usus kembali ke posisi normalnya. Jika ada bagian usus yang rusak atau mati (nekrosis), bagian tersebut akan diangkat.

Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Komplikasi Intususepsi

Meskipun tidak ada metode pencegahan spesifik untuk intususepsi, terutama yang idiopatik pada anak-anak, deteksi dini dan penanganan yang cepat adalah kunci untuk mencegah komplikasi fatal. Komplikasi utama jika intususepsi tidak ditangani segera adalah:

  • Iskemia dan Nekrosis Jaringan: Terganggunya aliran darah ke bagian usus yang terlipat dapat menyebabkan iskemia (kurangnya pasokan darah) dan berujung pada nekrosis (kematian jaringan usus). Jaringan yang mati dapat pecah dan menyebabkan infeksi serius di rongga perut (peritonitis).
  • Perforasi Usus: Robeknya dinding usus yang melemah akibat nekrosis, memungkinkan isi usus bocor ke dalam rongga perut.
  • Sepsis dan Syok: Infeksi yang meluas dari peritonitis dapat menyebabkan sepsis, kondisi mengancam jiwa, dan syok.

Oleh karena itu, setiap gejala yang mengarah pada intususepsi harus dianggap serius dan segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk evaluasi dan penanganan darurat.

Pertanyaan Umum Seputar Intususepsi

Apa bedanya intususepsi pada anak dan dewasa?

Pada anak-anak, intususepsi seringkali terjadi tanpa penyebab yang jelas (idiopatik), kadang dikaitkan dengan infeksi virus. Sementara pada orang dewasa, intususepsi umumnya disebabkan oleh kelainan struktural pada usus, seperti polip atau tumor.

Mengapa penanganan intususepsi harus cepat?

Penanganan intususepsi harus cepat karena kondisi ini dapat menghambat aliran darah ke usus. Jika tidak ditangani dalam waktu kurang dari 24 jam, dapat terjadi kematian jaringan usus (nekrosis), robekan usus (perforasi), dan infeksi yang mengancam jiwa seperti peritonitis dan sepsis.

Kesimpulan dan Rekomendasi dari Halodoc

Intususepsi adalah kondisi medis serius yang memerlukan perhatian segera. Mengenali gejala seperti nyeri perut kolik yang tiba-tiba, muntah, dan BAB berdarah (mirip jeli merah) pada anak, adalah langkah krusial. Penanganan cepat, baik melalui prosedur enema maupun operasi, sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti kematian jaringan usus. Jika ada kecurigaan intususepsi, jangan menunda untuk mencari pertolongan medis.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai intususepsi atau kondisi kesehatan lainnya, atau jika ada pertanyaan terkait gejala yang dialami, konsultasikan dengan dokter terpercaya melalui aplikasi Halodoc. Tim medis profesional siap memberikan informasi dan arahan yang akurat dan berbasis riset terbaru, memastikan penanganan yang tepat untuk kesehatan keluarga.