Intususepsi: Kenali Usus Terlipat, Selamatkan Anak!

Intususepsi adalah kondisi medis gawat darurat yang terjadi ketika sebagian usus melipat atau “masuk” ke dalam segmen usus lainnya, mirip dengan bagaimana bagian teleskop menyatu. Fenomena ini seringkali menyebabkan penyumbatan usus, nyeri perut hebat yang datang dan pergi, muntah, serta feses berdarah. Kondisi ini paling sering ditemukan pada anak-anak di bawah usia 3 tahun, namun dapat juga menyerang orang dewasa. Memahami tanda dan gejala intususepsi adalah krusial untuk penanganan yang cepat dan tepat guna mencegah komplikasi serius.
Apa itu Intususepsi?
Intususepsi adalah kondisi di mana satu bagian usus, biasanya usus halus, masuk dan melipat ke dalam bagian usus di sebelahnya. Proses ini dapat diibaratkan seperti teleskop yang ditarik masuk, sehingga satu segmen usus masuk ke dalam segmen berikutnya. Akibatnya, terjadi pembengkakan dan peradangan pada dinding usus yang terlipat.
Lipatan usus ini dapat menghambat aliran darah ke area yang terdampak. Gangguan aliran darah tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan usus atau bahkan kematian jaringan. Jika tidak segera ditangani, intususepsi adalah ancaman serius yang dapat membahayakan jiwa.
Gejala Intususepsi yang Perlu Diwaspadai
Mengenali gejala intususepsi adalah langkah pertama untuk penanganan darurat. Gejala seringkali muncul secara tiba-tiba dan dapat memburuk dengan cepat. Berikut adalah gejala utama intususepsi:
- Nyeri perut tiba-tiba yang sangat intens dan datang serta pergi. Pada bayi atau anak kecil, nyeri ini seringkali membuat anak menarik lutut ke dada dan menangis histeris.
- Muntah, yang awalnya mungkin hanya cairan lambung, lalu bisa berkembang menjadi muntah empedu (cairan kehijauan).
- Buang air besar berdarah yang sering digambarkan seperti “jeli stroberi”. Ini terjadi karena percampuran darah dan lendir dari usus yang meradang.
- Perut kembung atau tegang.
- Lemas atau tampak lesu.
- Demam, terutama jika sudah terjadi komplikasi.
Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika ada kombinasi gejala-gejala ini, terutama pada anak kecil.
Penyebab Intususepsi Berdasarkan Usia
Penyebab intususepsi berbeda antara anak-anak dan orang dewasa. Memahami perbedaan ini penting untuk diagnosis yang tepat.
Pada anak-anak, sebagian besar kasus intususepsi adalah idiopatik, artinya penyebab pastinya tidak diketahui. Namun, seringkali kondisi ini terjadi setelah infeksi virus pada saluran pencernaan yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di usus. Kelenjar yang membengkak ini diduga menjadi titik awal lipatan usus.
Sementara itu, pada orang dewasa, intususepsi lebih jarang terjadi dan umumnya memiliki penyebab yang mendasari. Penyebab paling umum pada orang dewasa meliputi tumor jinak atau ganas, polip, atau bekas luka pada usus. Benda asing di dalam usus juga bisa memicu kondisi ini.
Diagnosis Intususepsi: Bagaimana Ditegakkan?
Diagnosis intususepsi adalah proses yang memerlukan evaluasi klinis dan pencitraan. Dokter akan memulai dengan pemeriksaan fisik yang menyeluruh. Selama pemeriksaan, dokter mungkin dapat merasakan adanya benjolan berbentuk sosis di bagian perut.
Untuk mengkonfirmasi diagnosis, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan pencitraan. Ultrasonografi (USG) abdomen adalah metode utama yang digunakan. Pada hasil USG, intususepsi akan menunjukkan gambaran khas seperti “donat” atau “target sign” yang merupakan penampakan usus yang terlipat. Terkadang, CT scan juga dapat digunakan.
Penanganan dan Pengobatan Intususepsi
Penanganan intususepsi adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan intervensi medis segera. Tujuan utama pengobatan adalah untuk mengembalikan usus ke posisi normal dan mengatasi penyumbatan.
Metode pengobatan pertama yang sering dilakukan adalah enema, baik dengan udara maupun cairan (seperti larutan garam atau barium). Enema ini disuntikkan melalui dubur ke dalam usus besar dengan tekanan terkontrol. Tekanan ini diharapkan dapat mendorong bagian usus yang terlipat kembali ke posisinya semula. Prosedur ini sering berhasil pada anak-anak.
Jika enema tidak berhasil atau jika terdapat komplikasi seperti usus yang robek (perforasi) atau tanda-tanda kematian jaringan usus, tindakan operasi akan menjadi pilihan. Operasi melibatkan manipulasi manual untuk menguraikan lipatan usus. Dalam kasus yang parah, bagian usus yang rusak mungkin perlu diangkat.
Komplikasi Jika Intususepsi Tidak Ditangani
Jika intususepsi tidak segera ditangani, dapat timbul komplikasi yang mengancam jiwa. Salah satu komplikasi paling serius adalah kematian jaringan usus atau nekrosis. Ini terjadi karena terputusnya aliran darah ke bagian usus yang terlipat. Jaringan yang mati dapat menyebabkan robekan pada dinding usus, yang dikenal sebagai perforasi.
Perforasi usus dapat melepaskan isi usus ke dalam rongga perut, memicu infeksi serius yang disebut peritonitis. Peritonitis adalah kondisi darurat medis yang dapat menyebabkan sepsis, syok, dan kematian jika tidak segera diobati. Oleh karena itu, intususepsi adalah kondisi yang tidak boleh diabaikan.
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?
Intususepsi adalah keadaan darurat medis. Jika seseorang, terutama anak kecil, menunjukkan gejala-gejala intususepsi seperti nyeri perut hebat yang hilang timbul, muntah terus-menerus, atau feses berdarah seperti jeli stroberi, segera cari bantuan medis. Jangan menunda untuk pergi ke unit gawat darurat terdekat. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan menyelamatkan nyawa.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini atau jika memiliki kekhawatiran terkait gejala yang dialami, konsultasikan dengan dokter. Melalui Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan saran medis yang akurat.



