Ad Placeholder Image

IQOS vs Rokok: Mana yang Minim Risiko?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Maret 2026

Apakah IQOS Lebih Baik dari Rokok? Ini Faktanya!

IQOS vs Rokok: Mana yang Minim Risiko?IQOS vs Rokok: Mana yang Minim Risiko?

IQOS dan Rokok: Perbandingan Risiko Kesehatan, Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan apakah IQOS lebih baik dari rokok konvensional sering muncul di kalangan masyarakat yang mencari alternatif. Perlu dipahami, IQOS atau alat pemanas tembakau bukanlah rokok. Alat ini memanaskan tembakau alih-alih membakarnya, sehingga mengurangi produksi zat berbahaya. Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa IQOS juga bukan produk bebas risiko dan masih memiliki potensi bahaya terhadap kesehatan. Informasi ini disajikan berdasarkan riset dan pendapat para ahli untuk memberikan gambaran yang jelas.

Apa Itu IQOS dan Cara Kerjanya?

IQOS adalah sistem tembakau yang dipanaskan (Heated Tobacco Product/HTP). Berbeda dengan rokok tradisional yang membakar tembakau pada suhu tinggi (sekitar 900 °C), IQOS memanaskan tembakau hanya sekitar 350 °C. Proses pemanasan ini menghasilkan aerosol yang mengandung nikotin dan rasa tembakau, tanpa asap atau abu.

Potensi Keuntungan IQOS Dibandingkan Rokok Konvensional

Beberapa penelitian dan tinjauan menunjukkan adanya potensi keuntungan IQOS jika dibandingkan dengan rokok tembakau. Namun, hal ini bukan berarti IQOS aman atau bebas risiko.

  • Emisi Zat Berbahaya Lebih Rendah: IQOS memanaskan tembakau, bukan membakarnya. Proses ini mengurangi emisi sekitar 95% zat kimia berbahaya, seperti tar dan karbon monoksida, dibandingkan dengan rokok. Pengurangan ini tidak termasuk nikotin.
  • Izin FDA sebagai “Reduced Exposure”: Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) mengizinkan penjualan IQOS. Izin ini diberikan karena hasil uji menunjukkan paparan terhadap beberapa toksin yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok biasa.
  • Kesaksian Pengguna: Beberapa pengguna yang beralih dari rokok ke IQOS melaporkan perbaikan dalam pernapasan. Mereka juga menyatakan bau yang dihasilkan lebih ringan dan merasa lebih mudah berolahraga.

Risiko dan Keraguan Seputar Penggunaan IQOS

Meskipun memiliki potensi keuntungan dibandingkan rokok, IQOS tidak lepas dari risiko dan keraguan. Para ahli kesehatan menekankan pentingnya memahami aspek-aspek ini.

  • Masih Mengandung Nikotin: IQOS tetap menyuplai nikotin dengan kadar yang hampir sama seperti rokok. Hal ini berarti penggunaan IQOS masih menyebabkan kecanduan yang kuat.
  • Emisi Karsinogenik dan Zat Berbahaya: Meskipun berkurang, aerosol IQOS tetap mengandung formaldehida, asetaldehida, logam berat, dan senyawa karbonil. Zat-zat ini bersifat karsinogenik atau berpotensi menyebabkan kanker.
  • Belum Terbukti Manfaat Kesehatan Jangka Panjang: Para ahli dari MD Anderson, WHO, dan European Respiratory Society menyatakan belum ada bukti kuat. Bukti ini diperlukan untuk menunjukkan bahwa IQOS lebih aman dalam jangka panjang atau dapat mengurangi risiko penyakit serius seperti kanker paru atau penyakit jantung.
  • Beberapa Penelitian Menunjukkan Risiko Serupa: Studi in vitro menunjukkan tingkat toksisitas aerosol IQOS yang mirip dengan rokok konvensional. Ada juga zat baru yang terkandung dalam aerosol, seperti gliserin tinggi dan logam, yang efek keseluruhannya belum sepenuhnya dipahami.
  • Perdebatan Akademis: Beberapa peneliti berpendapat data IQOS “tidak berbeda secara dapat dideteksi” dari rokok. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menegaskan bahwa pengurangan paparan zat berbahaya tidak berarti risiko kesehatan ikut berkurang secara proporsional.

Kesimpulan: Apakah IQOS Lebih Baik dari Rokok?

Berdasarkan analisis, IQOS memiliki profil risiko yang berbeda dibandingkan rokok konvensional. Bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti, beralih sepenuhnya ke IQOS mungkin mengurangi paparan terhadap beberapa zat berbahaya. Namun, IQOS tetap berisiko karena masih mengandung nikotin yang menyebabkan kecanduan.

Selain itu, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa IQOS aman untuk jangka panjang atau dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit serius. Pilihan terbaik untuk kesehatan adalah berhenti menggunakan produk tembakau sama sekali. Terapi pengganti nikotin medis, konsultasi dengan dokter, atau program berhenti merokok merupakan strategi yang jauh lebih sehat dan terbukti efektif.

Rekomendasi Medis untuk Pengguna Tembakau

Untuk menjaga kesehatan secara optimal, beberapa rekomendasi medis dapat dipertimbangkan.

  • Hindari memulai penggunaan IQOS jika seseorang belum pernah merokok. Langkah ini penting untuk mencegah kecanduan nikotin yang baru.
  • Jika seseorang adalah perokok dewasa yang serius ingin berhenti, pertimbangkan metode berhenti merokok yang telah terbukti efektif. Metode ini termasuk terapi perilaku dan obat-obatan yang diresepkan dokter.
  • Bila ada keputusan untuk beralih ke IQOS, lakukan peralihan total. Hindari penggunaan IQOS bersamaan dengan rokok konvensional atau produk vape.
  • Konsultasikan dengan dokter atau layanan berhenti merokok. Konsultasi ini membantu mendapatkan strategi yang tepat dan dukungan yang diperlukan untuk berhenti.

Konsultasi Kesehatan Melalui Halodoc

Membuat keputusan tentang penggunaan produk tembakau sangat penting bagi kesehatan. Jika ada pertanyaan lebih lanjut tentang IQOS, risiko kesehatan, atau ingin mencari cara untuk berhenti merokok, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, seseorang bisa berbicara langsung dengan dokter umum atau spesialis paru-paru. Dokter akan memberikan informasi dan rekomendasi medis yang akurat sesuai kondisi kesehatan. Aplikasi Halodoc juga menyediakan berbagai layanan kesehatan lainnya untuk mendukung upaya menjaga kesehatan.