Ad Placeholder Image

Jakun Ada 2? Ini Bukan Jakun Asli, Kenali Faktanya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Jakun Ada 2, Normal atau Bahaya? Cek Faktanya

Jakun Ada 2? Ini Bukan Jakun Asli, Kenali FaktanyaJakun Ada 2? Ini Bukan Jakun Asli, Kenali Faktanya

Apa Itu Jakun Ada 2? Memahami Benjolan di Leher yang Menyerupai Jakun

Benjolan di area leher yang sering disebut sebagai “jakun ada 2” merupakan kondisi yang memicu kekhawatiran bagi banyak orang. Penting untuk diketahui bahwa jakun yang sebenarnya, atau kartilago tiroid, adalah struktur tulang rawan yang melindungi laring dan pita suara, serta umumnya menonjol pada pria dewasa karena pengaruh hormon.

Apabila ada benjolan lain yang terasa menyerupai jakun, umumnya ini bukan jakun kedua yang asli. Kondisi ini seringkali merupakan pembengkakan jaringan lain di sekitar leher, seperti kelenjar tiroid (benjolan, kista), kelenjar getah bening, jaringan lemak, atau kondisi lainnya. Pemeriksaan medis oleh dokter THT diperlukan untuk diagnosis yang akurat.

Penyebab Munculnya “Jakun Kedua” di Leher

Adanya benjolan yang menyerupai jakun seringkali mengindikasikan kondisi medis yang mendasari. Penonjolan jakun yang jelas pada pria adalah hal normal karena pengaruh hormon pubertas. Oleh karena itu, jika ada dua tonjolan, tonjolan kedua tersebut biasanya adalah pertumbuhan jaringan yang tidak biasa.

Beberapa penyebab umum benjolan yang terasa seperti “jakun ada 2” antara lain:

  • Pembengkakan Kelenjar Tiroid (Gondok, Nodul, atau Kista Tiroid): Kelenjar tiroid terletak di bagian depan leher, tepat di bawah jakun asli. Jika kelenjar ini mengalami pembengkakan, baik secara keseluruhan (gondok), berupa benjolan padat (nodul), atau kantung berisi cairan (kista), dapat terasa seperti jakun kedua atau membuat jakun asli terlihat lebih menonjol. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kekurangan yodium, penyakit autoimun, atau kondisi lain yang memengaruhi fungsi tiroid.
  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang tersebar di berbagai area, termasuk leher. Kelenjar ini bisa membesar sebagai respons terhadap infeksi (seperti infeksi virus atau bakteri), peradangan, atau dalam kasus yang jarang terjadi, akibat kondisi keganasan (kanker). Pembengkakan ini akan terasa seperti benjolan di leher.
  • Kista Kongenital: Beberapa orang mungkin memiliki kista bawaan lahir di leher, seperti kista duktus tiroglosus atau kista brakial. Kista ini bisa membesar dan menjadi teraba atau terlihat di kemudian hari.
  • Lipoma: Lipoma adalah benjolan lemak jinak yang tumbuh lambat di bawah kulit. Meskipun umumnya tidak berbahaya, ukurannya bisa bervariasi dan dapat terasa seperti benjolan lunak di leher.
  • Benjolan Tumor atau Keganasan: Dalam kasus yang lebih serius, benjolan di leher bisa menjadi indikasi tumor jinak atau bahkan ganas. Oleh karena itu, pemeriksaan medis sangat penting untuk menyingkirkan kemungkinan ini.

Gejala yang Mungkin Menyertai Benjolan di Leher

Benjolan yang menyerupai jakun tidak selalu menimbulkan gejala lain, terutama jika ukurannya kecil atau jinak. Namun, tergantung pada penyebabnya, beberapa gejala bisa menyertai kondisi ini. Gejala tersebut dapat meliputi:

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada area benjolan.
  • Kesulitan menelan (disfagia) atau berbicara (disfonia).
  • Perubahan suara atau serak.
  • Sesak napas, terutama jika benjolan menekan saluran napas.
  • Demam, kelelahan, atau penurunan berat badan yang tidak disengaja (khususnya jika disebabkan oleh infeksi atau kondisi lebih serius).
  • Perubahan pada kulit di sekitar benjolan, seperti kemerahan atau hangat saat disentuh.

Apabila benjolan disertai dengan demam atau rasa nyeri, penggunaan obat seperti Praxion Suspensi 60 ml yang mengandung parasetamol dapat membantu meredakan gejala tersebut. Namun, hal ini hanya bersifat meredakan gejala dan tidak mengatasi penyebab utama benjolan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Setiap benjolan yang baru muncul atau terasa tidak biasa di leher perlu diperiksakan oleh dokter. Jangan menunda untuk mencari bantuan medis, terutama jika benjolan disertai dengan gejala berikut:

  • Benjolan yang tumbuh cepat atau ukurannya membesar.
  • Terasa keras, tidak bergerak, atau nyeri.
  • Disertai demam, keringat malam, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
  • Menyebabkan kesulitan menelan, bernapas, atau perubahan suara.
  • Kulit di atas benjolan terlihat kemerahan atau meradang.

Dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan) adalah spesialis yang tepat untuk mengevaluasi benjolan di area leher.

Diagnosis dan Penanganan Benjolan di Leher

Untuk mendiagnosis penyebab “jakun ada 2”, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Ini dimulai dengan anamnesis (wawancara medis) mengenai riwayat kesehatan dan gejala yang dirasakan. Selanjutnya, pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk meraba karakteristik benjolan.

Pemeriksaan penunjang yang mungkin disarankan meliputi:

  • Ultrasonografi (USG) Leher: Untuk melihat struktur dan karakteristik benjolan dengan lebih jelas.
  • Tes Darah: Untuk memeriksa fungsi tiroid atau tanda-tanda infeksi/peradangan.
  • Biopsi (Fine Needle Aspiration – FNA): Pengambilan sampel jaringan dari benjolan menggunakan jarum halus untuk analisis di laboratorium, terutama jika ada kecurigaan keganasan.
  • CT Scan atau MRI: Untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail mengenai lokasi dan ukuran benjolan serta hubungannya dengan struktur sekitarnya.

Penanganan benjolan akan sangat bergantung pada hasil diagnosis. Jika benjolan bersifat jinak dan tidak menimbulkan gejala, dokter mungkin menyarankan observasi. Namun, jika disebabkan oleh infeksi, pengobatan antibiotik atau antivirus dapat diberikan. Untuk benjolan tiroid, penanganan bisa berupa obat-obatan, terapi yodium radioaktif, atau operasi. Apabila terdeteksi keganasan, rencana pengobatan akan melibatkan spesialis onkologi.

Pencegahan Gangguan Kesehatan di Area Leher

Meskipun tidak semua benjolan dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan umum dan mengurangi risiko beberapa penyebab benjolan:

  • Konsumsi Makanan Sehat dan Bergizi: Pastikan asupan yodium cukup untuk kesehatan tiroid. Sumber yodium yang baik termasuk garam beryodium, makanan laut, dan produk susu.
  • Menjaga Kebersihan Diri: Cuci tangan secara teratur untuk mencegah infeksi yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Hindari Paparan Zat Berbahaya: Kurangi paparan terhadap asap rokok dan polusi udara yang dapat memengaruhi kesehatan tenggorokan dan tiroid.
  • Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal.

FAQ Mengenai Benjolan yang Terasa Seperti “Jakun Ada 2”

  • Apakah “jakun ada 2” selalu berbahaya?
    Tidak selalu. Benjolan yang terasa seperti “jakun ada 2” bisa jadi normal atau merupakan kondisi jinak seperti lipoma atau kista. Namun, pemeriksaan dokter diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi serius.
  • Siapa yang berisiko mengalami kondisi ini?
    Siapa saja dapat mengalami benjolan di leher. Namun, faktor risiko bervariasi tergantung pada penyebabnya, seperti riwayat keluarga gondok, paparan infeksi, atau gaya hidup tertentu.
  • Apakah benjolan ini bisa hilang sendiri?
    Beberapa benjolan, terutama yang disebabkan oleh infeksi ringan pada kelenjar getah bening, mungkin dapat mengecil dan hilang seiring waktu. Namun, benjolan lain seperti nodul tiroid atau kista mungkin memerlukan intervensi medis. Selalu konsultasikan dengan dokter.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Benjolan di leher yang terasa seperti “jakun ada 2” memerlukan perhatian medis profesional untuk diagnosis yang tepat. Jangan membuat diagnosis sendiri atau menunda kunjungan ke dokter. Melalui Halodoc, pengguna dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter THT atau spesialis lainnya yang berpengalaman.

Halodoc juga menyediakan layanan pembelian obat seperti Praxion Suspensi 60 ml jika diresepkan oleh dokter untuk mengatasi gejala seperti demam yang menyertai beberapa kondisi. Prioritaskan kesehatan dengan mendapatkan informasi dan penanganan yang akurat dari sumber terpercaya.