Ad Placeholder Image

Jamur Mata: Waspada Infeksi, Cegah Sebelum Buram Total

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Jangan Sepelekan Jamur Mata: Cara Ampuh Mengatasinya

Jamur Mata: Waspada Infeksi, Cegah Sebelum Buram TotalJamur Mata: Waspada Infeksi, Cegah Sebelum Buram Total

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan mata perih, merah, hingga penglihatan mendadak buram setelah terkena percikan tanah atau ranting pohon? Jika iya, kamu harus waspada. Kondisi ini bisa jadi merupakan tanda awal dari keratomikosis atau yang lebih dikenal masyarakat awam sebagai jamur mata. Meski terdengar tidak sepopuler katarak, infeksi ini merupakan salah satu kegawatdaruratan medis yang bisa menyebabkan kebutaan permanen jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Infeksi jamur pada kornea mata bukanlah masalah sepele yang bisa sembuh dengan tetes mata biasa yang dijual bebas. Jamur memiliki kemampuan untuk merusak jaringan kornea secara mendalam, menciptakan luka atau ulkus yang sulit disembuhkan. Oleh karena itu, mengenali gejala awal dan memahami cara pencegahannya adalah langkah krusial untuk melindungi indra penglihatan kamu.

Penting untuk dipahami bahwa pengobatan infeksi jamur mata memerlukan pengawasan ketat dari tenaga medis profesional. Untuk diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius seperti kerusakan kornea yang luas.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai jamur mata, gejala, serta cara menanganinya? Berikut ulasan lengkapnya!

Apa Itu Jamur Mata (Keratomikosis)?

Jamur mata, atau secara medis disebut keratomikosis, adalah infeksi pada kornea mata (lapisan bening di bagian depan mata) yang disebabkan oleh jamur. Berbeda dengan infeksi bakteri yang sering kali berkembang sangat cepat, infeksi jamur cenderung berkembang lebih lambat namun lebih sulit dibasmi karena sifat jamur yang resisten terhadap banyak jenis antibiotik biasa.

Kornea adalah bagian mata yang berfungsi memfokuskan cahaya. Ketika jamur masuk dan berkembang biak di sana, kornea akan mengalami peradangan hebat. Jika tidak segera diatasi, jamur dapat menembus lapisan kornea yang lebih dalam hingga menyebabkan perforasi (kebocoran) pada bola mata.

Gejala Jamur Mata yang Perlu Diwaspadai

Gejala jamur mata sering kali mirip dengan infeksi mata lainnya, namun ada beberapa ciri khas yang perlu kamu perhatikan. Umumnya, gejala akan muncul dalam beberapa hari hingga minggu setelah terjadi cedera pada mata.

  • Mata Merah dan Nyeri: Rasa nyeri yang hebat dan mata yang tampak sangat merah, sering kali tidak membaik dengan obat tetes mata biasa.
  • Penglihatan Kabur: Pandangan mulai buram atau terasa seperti ada yang menghalangi penglihatan secara terus-menerus.
  • Sensitivitas Cahaya (Fotofobia): Mata terasa sangat sakit atau tidak nyaman saat melihat cahaya terang atau sinar matahari.
  • Sensasi Mengganjal: Rasanya seperti ada benda asing, debu, atau pasir yang tertinggal di dalam mata.
  • Keluarnya Cairan Berlebih: Mata terus-menerus berair atau mengeluarkan kotoran mata (belekan) yang tidak normal.
Faktor Pemicu Infeksi Jamur Mata
  1. Cedera mata akibat bahan organik (ranting, daun, tanah, atau tanaman).
  2. Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis atau dipakai saat tidur.
  3. Penggunaan obat tetes mata kortikosteroid dalam jangka panjang tanpa resep dokter.
  4. Riwayat operasi mata atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penyebab dan Faktor Risiko

Ada berbagai jenis jamur yang dapat menginfeksi mata, namun yang paling umum ditemukan di wilayah tropis seperti Indonesia adalah spesies Fusarium, Aspergillus, dan Candida. Jamur-jamur ini banyak ditemukan di alam bebas, terutama di lingkungan pertanian.

Petani, pekebun, atau orang yang sering beraktivitas di luar ruangan tanpa pelindung mata memiliki risiko tertinggi. Selain itu, penggunaan lensa kontak yang sembarangan menjadi faktor risiko yang meningkat pesat di area perkotaan. Jamur dapat menempel pada lensa kontak atau wadah penyimpanannya jika kebersihan tidak dijaga dengan baik.

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu harus segera menemui dokter spesialis mata jika mengalami cedera mata, sekecil apa pun, yang diikuti dengan rasa nyeri dan penurunan penglihatan. Jangan pernah mencoba mengobati sendiri infeksi mata yang dicurigai jamur dengan obat tetes mata sembarangan, terutama yang mengandung steroid, karena steroid justru dapat mempercepat pertumbuhan jamur.

Dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan slit-lamp dan mungkin mengambil sampel kerokan kornea untuk memastikan jenis jamur yang menginfeksi. Setelah diagnosis tegak, dokter akan meresepkan obat antijamur spesifik. Kamu juga bisa beli obat online di Halodoc untuk kebutuhan suplemen kesehatan mata lainnya agar pemulihan berjalan optimal.

Studi Mengenai Jamur Mata

Journal of Fungi menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa kejadian keratomikosis meningkat secara signifikan di negara-negara berkembang karena faktor lingkungan dan keterlambatan diagnosis.

Studi tersebut menekankan bahwa pengobatan antijamur topikal harus dimulai sesegera mungkin untuk mencegah pembentukan jaringan parut pada kornea. Penggunaan pelindung mata saat bekerja di lingkungan berisiko terbukti menurunkan angka kejadian infeksi ini hingga lebih dari 60%.

Jika kamu merasakan keluhan yang tidak kunjung membaik pada mata, jangan ditunda lagi. Segera diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi medis kamu.

Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan dengan praktis dan cepat melalui layanan kesehatan terpercaya. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. What Is Fungal Keratitis?.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Fungal Keratitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Keratitis – Symptoms and Causes.
Journal of Fungi. Diakses pada 2026. Fungal Keratitis: An Overview of Diagnosis and Treatment.

FAQ

1. Apakah jamur mata bisa menular ke orang lain?

Secara umum, jamur mata tidak menular dari satu orang ke orang lain seperti belekan akibat virus. Infeksi ini biasanya terjadi karena jamur masuk langsung ke mata melalui luka atau penggunaan alat yang terkontaminasi.

2. Bisakah jamur mata sembuh total?

Ya, jamur mata bisa sembuh total jika terdeteksi dini dan diobati dengan antijamur yang tepat. Namun, jika sudah terbentuk jaringan parut yang tebal di kornea, penglihatan mungkin tidak bisa kembali 100% kecuali dilakukan transplantasi kornea.

3. Apakah penggunaan lensa kontak berbahaya untuk jamur mata?

Lensa kontak tidak berbahaya selama digunakan dengan benar. Namun, kebersihan yang buruk, menggunakan air keran untuk mencuci lensa, atau memakainya saat tidur meningkatkan risiko infeksi jamur secara drastis.

4. Apa perbedaan infeksi bakteri dan jamur pada mata?

Infeksi bakteri biasanya muncul lebih mendadak dengan nanah yang banyak, sedangkan infeksi jamur sering kali terasa lebih “lambat” perkembangannya namun memberikan gambaran bercak putih seperti bulu di kornea saat diperiksa dokter.

## Mata Terasa Mengganjal dan Buram Akibat Jamur? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan pada mata, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.