Ad Placeholder Image

Jangan Asal Konsumsi FG Troches, Ini Cara Aman Menggunakannya!

2 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

FG Troches memang efektif meredakan sakit tenggorokan, tapi jika dikonsumsi sembarangan bisa menimbulkan efek samping dan risiko kesehatan.

Jangan Asal Konsumsi FG Troches, Ini Cara Aman Menggunakannya!Jangan Asal Konsumsi FG Troches, Ini Cara Aman Menggunakannya!

DAFTAR ISI


Sakit tenggorokan adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia. Kondisi ini bisa muncul kapan saja, terutama saat musim pancaroba, akibat polusi udara yang buruk, atau ketika sistem kekebalan tubuh sedang menurun. Gejala utamanya meliputi rasa gatal, perih, kering, hingga kesulitan saat menelan makanan maupun minuman. Karena sering dianggap sebagai penyakit ringan, banyak orang cenderung mencari jalan pintas dengan mengonsumsi obat-obatan yang bisa dibeli secara mandiri tanpa resep dokter.

Sayangnya, kebiasaan mencari jalan pintas ini sering kali memicu kesalahan fatal dalam pemilihan pengobatan. Salah satu fenomena yang paling mengkhawatirkan adalah kebiasaan masyarakat menggunakan tablet hisap antibiotik, seperti FG Troches, layaknya permen pelega tenggorokan biasa. Banyak yang beranggapan bahwa karena bentuknya berupa tablet hisap dengan rasa yang relatif manis, obat ini aman dikonsumsi oleh siapa saja dan kapan saja tenggorokan terasa tidak nyaman.

Padahal, anggapan tersebut sangat keliru secara medis. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat sasaran bukan hanya tidak akan menyembuhkan sakit tenggorokan yang mayoritas disebabkan oleh virus, melainkan juga dapat menimbulkan berbagai efek samping jangka panjang yang merugikan. Sebagai pencegahan, penting bagi masyarakat untuk memahami bahaya fg troches apabila digunakan sebagai permen pelega tenggorokan biasa. Jika kamu butuh alternatif tablet hisap (lozenges) bebas yang aman, kamu bisa beli obat online di Halodoc, dijamin produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat konsumsi obat ini secara sembarangan begitu berisiko? Mari kita bahas lebih dalam mengenai kandungan obat tersebut, mengapa ia masuk dalam golongan obat keras, serta apa saja dampak buruk yang mengintai jika kamu terus mengonsumsinya tanpa pengawasan dokter.

Mengenal Apa Itu FG Troches dan Kandungannya

Sebelum membahas risikonya, kamu perlu memahami terlebih dahulu apa komposisi dari obat hisap ini. FG Troches bukanlah permen pelega tenggorokan biasa (seperti yang mengandung mentol, eucalyptus, atau antiseptik ringan). Obat ini adalah kombinasi dari dua jenis antibiotik yang sangat kuat, yaitu Fradiomycin Sulfate dan Gramicidin-S.

Fradiomycin adalah antibiotik golongan aminoglikosida yang bekerja dengan cara mengganggu sintesis protein pada bakteri, sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak dan akhirnya mati. Sementara itu, Gramicidin adalah antibiotik polipeptida yang bekerja dengan merusak membran sel bakteri, menyebabkan kebocoran komponen vital di dalam sel bakteri tersebut. Kombinasi keduanya didesain khusus untuk membunuh bakteri-bakteri penyebab infeksi di rongga mulut dan tenggorokan, seperti bakteri Staphylococcus dan Streptococcus.

Karena mengandung antibiotik, obat ini diklasifikasikan ke dalam golongan Obat Keras. Hal ini ditandai dengan lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan huruf “K” di tengahnya pada kemasan obat. Artinya, obat ini mutlak hanya boleh dibeli dan digunakan berdasarkan resep dokter. Dokter akan meresepkan obat ini hanya jika dari hasil pemeriksaan terbukti bahwa peradangan pada tenggorokan (faringitis), amandel (tonsilitis), atau sariawan (stomatitis) yang kamu alami memang murni disebabkan oleh infeksi bakteri.

Fakta Penting Seputar Sakit Tenggorokan
  1. Lebih dari 80% kasus sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus (seperti rhinovirus, influenza, atau adenovirus).
  2. Antibiotik sama sekali tidak memiliki efek untuk membunuh atau menghentikan virus.
  3. Mengonsumsi antibiotik saat terinfeksi virus hanya akan membuang-buang uang dan merusak keseimbangan bakteri baik dalam tubuh.

Deretan Bahaya Penggunaan FG Troches Tanpa Resep Dokter

Mengonsumsi obat keras ini secara sembarangan, baik dari segi dosis yang tidak tepat, durasi konsumsi yang terlalu singkat, atau penggunaannya untuk penyakit akibat virus, dapat membawa sejumlah bahaya kesehatan. Berikut adalah risiko utama yang patut kamu waspadai:

1. Memicu Resistensi Antibiotik (Kekebalan Bakteri)

Ini adalah bahaya paling masif dan mengerikan dari penyalahgunaan antibiotik di seluruh dunia. Ketika kamu mengonsumsi antibiotik dengan dosis yang tidak adekuat (misalnya, hanya dihisap 1-2 tablet lalu dihentikan karena tenggorokan sudah terasa enakan), bakteri di dalam tenggorokan tidak mati sepenuhnya. Bakteri yang tersisa dan bertahan hidup akan bermutasi. Mereka belajar mengenali struktur antibiotik tersebut dan membangun “perisai” pertahanan.

Akibatnya, jika di masa depan kamu benar-benar terkena infeksi bakteri yang parah, antibiotik jenis tersebut (dan mungkin golongan lainnya) tidak akan mempan lagi untuk mengobati penyakitmu. Kondisi ini disebut Antimicrobial Resistance (AMR). Pengobatan akan menjadi jauh lebih sulit, membutuhkan antibiotik jenis baru yang lebih mahal, dosis yang lebih tinggi, dan memiliki efek samping yang lebih berat pada ginjal dan hati.

2. Superinfeksi Jamur (Kandidiasis Oral)

Rongga mulut dan tenggorokan manusia secara alami dihuni oleh flora normal, yakni kumpulan bakteri baik dan sejumlah kecil jamur yang hidup berdampingan secara seimbang. Bakteri baik ini berfungsi menjaga agar jamur (seperti Candida albicans) tidak berkembang biak secara tidak terkendali.

Saat kamu sering menghisap antibiotik tanpa indikasi yang jelas, antibiotik tersebut akan membunuh seluruh bakteri di mulut tanpa pandang bulu, termasuk bakteri baik pelindung mulut. Hilangnya bakteri baik ini memberikan kesempatan emas bagi jamur untuk berkembang biak dengan pesat. Hasilnya, kamu bisa mengalami infeksi jamur mulut (oral thrush), yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak putih tebal di lidah, pipi bagian dalam, dan langit-langit mulut, disertai rasa nyeri yang lebih hebat dari sakit tenggorokan biasa.

3. Gangguan Saluran Pencernaan

Meskipun digunakan dengan cara dihisap dan larut di mulut, kandungan antibiotik tersebut akan tetap tertelan bersama air liur dan masuk ke dalam saluran pencernaan (lambung dan usus). Sama seperti di mulut, usus kita juga memiliki mikrobioma (bakteri baik) yang sangat penting untuk fungsi pencernaan dan sistem imun. Paparan antibiotik yang terus-menerus dan tidak perlu dapat membunuh flora normal di usus. Hal ini sering kali memicu gangguan pencernaan seperti mual, kram perut, diare parah, hingga risiko infeksi usus yang berbahaya seperti Clostridioides difficile.

4. Reaksi Alergi yang Mengancam Nyawa

Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap bahan kimia obat. Penggunaan antibiotik selalu membawa risiko reaksi alergi. Reaksi alergi ringan bisa berupa ruam gatal di kulit, pembengkakan pada bibir, atau sariawan yang bertambah parah. Namun, pada kasus yang lebih ekstrem, seseorang bisa mengalami syok anafilaktik setelah mengonsumsi antibiotik. Syok anafilaktik adalah reaksi alergi berat yang ditandai dengan pembengkakan hebat pada saluran napas, sesak napas akut, penurunan tekanan darah secara drastis, dan bisa berujung pada kematian jika tidak mendapatkan pertolongan medis segera.

Cara Alami dan Aman Mengatasi Sakit Tenggorokan

Karena sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus, kondisinya dapat membaik dengan sendirinya (self-limiting disease) seiring dengan membaiknya daya tahan tubuh. Alih-alih langsung mencari antibiotik, cobalah langkah-langkah penanganan yang lebih aman dan alami berikut ini:

1. Berkumur dengan Air Garam Hangat

Ini adalah pengobatan rumahan paling klasik namun secara medis terbukti sangat efektif. Garam bersifat osmotik, artinya ia dapat menarik cairan berlebih dari jaringan tenggorokan yang bengkak dan meradang, sehingga rasa nyeri berkurang. Selain itu, air garam juga membantu melonggarkan lendir kental dan menyingkirkan alergen atau bakteri di permukaan amandel. Campurkan setengah sendok teh garam dapur ke dalam segelas air hangat, lalu kumur-kumur di bagian belakang tenggorokan (gargle) selama 30 detik. Lakukan 3-4 kali sehari.

2. Konsumsi Madu dan Lemon

Madu murni memiliki sifat antibakteri ringan dan antiinflamasi alami yang sangat baik untuk melapisi dinding tenggorokan yang iritasi. Sementara lemon kaya akan vitamin C yang baik untuk mendongkrak sistem imun dan membantu memecah lendir. Seduh satu sendok makan madu dan perasan setengah buah lemon ke dalam secangkir air hangat atau teh chamomile tanpa kafein. Perlu diingat, madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun karena risiko botulisme.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Hidrasi yang cukup adalah kunci utama dalam proses penyembuhan radang tenggorokan. Selaput lendir yang kering akan terasa jauh lebih sakit dan rentan terhadap iritasi lebih lanjut. Minumlah minimal 8 gelas air putih sehari. Kamu bisa menyesuaikan suhu air yang membuatmu paling nyaman; beberapa orang merasa lega dengan air hangat, sementara yang lain merasa nyeri berkurang dengan mengonsumsi cairan dingin atau mengisap es batu kecil.

4. Gunakan Tablet Hisap Antiseptik (OTC)

Jika kamu membutuhkan permen hisap, pilihlah yang masuk dalam kategori obat bebas (lingkaran hijau) atau obat bebas terbatas (lingkaran biru). Produk-produk ini biasanya mengandung bahan antiseptik ringan (seperti dequalinium chloride, amylmetacresol), antiinflamasi ringan, atau bahan penyejuk seperti mentol dan peppermint. Obat-obatan ini dirancang untuk melegakan tenggorokan dan membunuh kuman permukaan tanpa risiko memicu resistensi antibiotik.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Meski sebagian besar kasus bisa sembuh sendiri, kamu tidak boleh menyepelekan sakit tenggorokan jika disertai dengan tanda-tanda bahaya (red flags) yang mengindikasikan adanya infeksi bakteri spesifik, seperti radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus grup A (Strep throat). Apabila sakit tenggorokan disertai demam tinggi dan bercak putih pada amandel, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Berikut adalah gejala yang menandakan kamu butuh penanganan dokter secepatnya:

  • Sakit tenggorokan terasa sangat parah hingga menelan air liur pun terasa menyiksa.
  • Sakit tenggorokan tidak kunjung membaik setelah berlangsung lebih dari 5-7 hari.
  • Disertai demam tinggi (di atas 38,5 derajat Celcius) dan menggigil.
  • Terdapat pembengkakan kelenjar getah bening di area leher atau rahang.
  • Saat bercermin, terlihat amandel sangat merah, bengkak, dan terdapat bercak putih atau nanah (eksudat).
  • Kesulitan bernapas atau suara menjadi sangat serak dan hilang.

Studi Mengenai Resistensi Antibiotik

World Health Organization (WHO) menerbitkan laporan berkala yang secara konsisten memperingatkan bahwa resistensi antimikroba (AMR) adalah salah satu dari 10 ancaman kesehatan masyarakat global teratas yang dihadapi umat manusia. Studi menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), termasuk sakit tenggorokan, merupakan salah satu penyumbang terbesar angka resistensi.

Laporan tersebut menegaskan bahwa tenaga medis harus mengedukasi pasien agar tidak meminta atau membeli antibiotik secara mandiri untuk penyakit yang mayoritas disebabkan oleh virus. Jika perilaku konsumsi antibiotik bebas seperti kebiasaan menghisap obat keras untuk permen tenggorokan ini tidak dihentikan, diperkirakan pada tahun 2050, infeksi bakteri kebal obat dapat menyebabkan jutaan kematian di seluruh dunia karena prosedur medis sederhana pun akan menjadi sangat berisiko akibat tidak adanya antibiotik yang efektif.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Menjaga kesehatan tenggorokan sejatinya dimulai dari kebiasaan hidup sehat dan penggunaan obat yang rasional. Jangan biarkan ketidaktahuan membuatmu mengorbankan kesehatan jangka panjang hanya demi kelegaan sesaat.

Kamu bisa mendapatkan berbagai obat-obatan bebas dan suplemen dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selalu pastikan kamu membaca aturan pakai pada kemasan setiap kali membeli obat bebas.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

FAQ

1. Apakah boleh meminum FG Troches saat radang tenggorokan biasa?

Tidak disarankan. Mengingat radang tenggorokan biasa (faringitis) umumnya disebabkan oleh infeksi virus, penggunaan obat yang mengandung antibiotik ini tidak akan memberikan efek penyembuhan dan justru berisiko memicu efek samping serta resistensi antibiotik.

2. Berapa lama maksimal penggunaan obat antibiotik hisap jika diresepkan dokter?

Jika dokter meresepkannya, obat ini biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi tidak lebih dari 7 hari atau sesuai instruksi dokter. Penggunaan jangka panjang secara mandiri dilarang keras karena dapat merusak flora normal di mulut dan menyebabkan infeksi jamur.

3. Apa bedanya FG Troches dengan obat hisap tenggorokan lain di apotek?

Perbedaan utamanya terletak pada kandungan aktifnya. Obat ini mengandung dua jenis antibiotik kuat (obat keras), sementara mayoritas obat hisap lain yang dijual bebas biasanya hanya mengandung antiseptik ringan, pereda nyeri lokal, dan pelega tenggorokan berbahan dasar herbal atau mentol.

4. Bagaimana cara yang benar membedakan sakit tenggorokan karena virus dan bakteri?

Sakit tenggorokan karena virus biasanya disertai gejala flu lain seperti batuk, pilek, dan mata berair. Sedangkan infeksi bakteri sering kali muncul mendadak tanpa batuk, disertai demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening yang nyeri, dan amandel yang tampak kemerahan atau bernanah. Namun, diagnosis pasti tetap memerlukan pemeriksaan fisik dan tes swab dari dokter.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Antimicrobial Resistance.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Sore Throat – Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Pharyngitis (Sore Throat): Causes & Treatment.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. The impact of inappropriate antibiotic use.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Bijak Gunakan Antibiotik, Cegah Resistensi.