
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Skin Tone dengan Undertone Kulit
“Skin tone mencakup warna utama kulit, seperti terang atau gelap. Sementara undertone menunjukkan warna di bawah permukaan kulit, bersifat warm, netral, atau cool.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Undertone: Warm Warna Apa?
- Sains di Balik Pigmentasi Kulit
- Cara Akurat Mengetahui Undertone Kulit
- Rekomendasi Warna untuk Warm Undertone
- Perawatan Kulit untuk Menjaga Warna Alami
- Studi Terkait Pigmentasi dan Undertone Kulit
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu merasa kebingungan saat memilih warna foundation, pakaian, atau pewarna rambut karena tidak tahu undertone kulitmu? Salah satu pertanyaan yang paling sering dicari oleh banyak orang adalah, sebenarnya warm warna apa jika dikaitkan dengan rona kulit? Mengetahui undertone merupakan hal dasar yang sangat penting agar kamu tidak salah memilih warna yang justru dapat membuat kulit wajah terlihat kusam atau tidak bercahaya.
Dalam dunia dermatologi dan estetika, rona kulit manusia terbagi menjadi dua elemen penting: skin tone dan undertone. Skin tone adalah warna permukaan kulit yang terlihat langsung oleh mata, seperti putih gading, kuning langsat, sawo matang, atau gelap. Warna ini bisa berubah-ubah akibat paparan sinar matahari, hiperpigmentasi, atau kondisi medis tertentu. Sebaliknya, undertone adalah warna alami yang berada tepat di bawah permukaan kulit. Rona di bawah kulit ini ditentukan oleh genetik, persentase jenis melanin, dan sirkulasi darah, serta sifatnya permanen alias tidak akan pernah berubah meskipun kamu berjemur di pantai seharian.
Memahami undertone tidak hanya berguna untuk urusan kosmetik, tetapi juga bisa membantu dokter kulit dalam menentukan perawatan medis estetik yang tepat. Misalnya, laser atau chemical peeling tertentu dapat merespons secara berbeda tergantung pada jenis pigmen yang mendominasi di bawah kulitmu. Nah, jika kamu masih bertanya-tanya “warm warna apa” dan bagaimana dampaknya terhadap penampilan serta perawatan kulit harianmu, mari kita bahas secara mendalam.
Bagi kamu yang sedang mencari produk perawatan kulit yang aman, kamu bisa beli skincare, tabir surya, dan produk kesehatan secara online di Halodoc dengan praktis dan pesanan langsung diantar ke rumah. Jika kamu mengalami masalah seperti flek hitam yang membandel, jerawat, atau iritasi parah setelah menggunakan produk tertentu, sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis kulit di Halodoc yang siap melayani 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Nah, mau tahu penjelasan lengkap mengenai undertone warm? Berikut ulasannya!
Mengenal Undertone: Warm Warna Apa?
Secara umum, undertone kulit manusia diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama: cool (dingin), warm (hangat), dan neutral (netral). Ketika ada yang bertanya “warm warna apa”, jawabannya merujuk pada rona bernuansa kekuningan, emas (golden), atau persik (peach) di bawah permukaan kulit.
Seseorang dengan warm undertone memancarkan kesan hangat pada kulitnya. Ini tidak ada hubungannya dengan seberapa terang atau gelap warna kulit permukaannya. Seseorang dengan kulit putih pucat bisa saja memiliki warm undertone (tampak lebih peachy atau kuning gading), sementara seseorang dengan kulit yang sangat gelap juga bisa memiliki rona emas yang kuat di bawah kulitnya.
Untuk membedakannya dengan kategori lain:
- Cool Undertone: Memiliki rona dasar merah muda (pink), merah, atau kebiruan. Kulit dengan cool undertone biasanya lebih mudah memerah jika terpapar sinar matahari.
- Warm Undertone: Memiliki rona dasar kuning, persik (peach), atau keemasan. Kulit ini cenderung menggelap atau mencokelat (tanning) saat berjemur.
- Neutral Undertone: Merupakan perpaduan seimbang antara rona dingin dan hangat. Kulit dengan rona netral memiliki sedikit rona kuning namun juga ada sedikit warna pink, membuatnya sangat fleksibel dalam memilih warna pakaian.
Sains di Balik Pigmentasi Kulit
Dari sudut pandang anatomi dan dermatologi, warna kulit yang kita miliki sangat bergantung pada produksi melanin yang dihasilkan oleh sel melanosit di lapisan epidermis. Terdapat dua jenis utama melanin yang diproduksi oleh tubuh manusia, yaitu Eumelanin dan Pheomelanin.
1. Eumelanin dan Pheomelanin
Eumelanin adalah pigmen yang memberikan warna cokelat hingga hitam pada kulit dan rambut. Eumelanin sangat efektif dalam menyerap sinar ultraviolet (UV) dan melindungi kulit dari kerusakan radiasi. Sementara itu, Pheomelanin adalah pigmen yang menghasilkan warna kuning, kemerahan, atau jingga. Orang dengan proporsi Pheomelanin yang lebih tinggi cenderung memiliki undertone warm, warna rambut yang lebih terang, atau memiliki bintik-bintik (freckles) di wajah.
2. Hubungan Pembuluh Darah dengan Undertone
Selain melanin, tampilan undertone juga dipengaruhi oleh seberapa dekat pembuluh darah kapiler berada dengan permukaan kulit. Ketebalan lapisan dermis dan epidermis serta jumlah kolagen juga memengaruhi transparansi kulit. Pada orang dengan cool undertone, pembuluh darah yang berwarna biru lebih jelas menembus kulit yang memiliki sedikit eumelanin, menghasilkan ilusi rona kebiruan. Sedangkan pada warm undertone, pigmen kuning atau emas pada lapisan kulit bertindak sebagai semacam “filter” optik yang membuat pembuluh darah vena biru terlihat lebih kehijauan.
Fakta Medis Tentang Melanin dan Kanker Kulit
- Tingkat melanin yang tinggi (terutama eumelanin) memberikan perlindungan alami SPF (Sun Protection Factor) sekitar 1.5 hingga 2.0.
- Meskipun memiliki perlindungan alami, kulit dengan warm undertone maupun sawo matang tetap berisiko terkena kerusakan akibat sinar matahari.
- Pheomelanin (pigmen kuning/merah) tidak melindungi kulit dari UV sebaik eumelanin, sehingga perlindungan tabir surya tetap menjadi kewajiban mutlak.
Cara Akurat Mengetahui Undertone Kulit
Untuk mengidentifikasi apakah kamu memiliki warm undertone, kamu bisa melakukan beberapa tes sederhana di rumah. Tes ini sebaiknya dilakukan di bawah pencahayaan alami (cahaya matahari), karena lampu ruangan (neon atau warm white) bisa mendistorsi warna asli kulit.
1. Cek Warna Pembuluh Darah (Urat Nadi)
Lihat bagian dalam pergelangan tanganmu di bawah cahaya matahari langsung. Perhatikan warna pembuluh darah yang menonjol. Jika urat nadi kamu terlihat berwarna hijau atau hijau kekuningan (zaitun), itu adalah tanda kuat bahwa kamu memiliki warm undertone. Warna hijau ini tercipta karena pembuluh darah yang berwarna biru terlapisi oleh rona kuning alami kulitmu (biru + kuning = hijau).
2. Tes Perhiasan Emas dan Perak
Cobalah menggunakan perhiasan berbahan emas murni dan perak. Amati mana yang membuat kulitmu tampak lebih bersinar, sehat, dan tidak kusam. Jika perhiasan emas membuat kulitmu terlihat lebih hidup dan bercahaya, kamu memiliki warm undertone. Sebaliknya, jika perhiasan perak yang terlihat lebih cocok, kemungkinan kamu memiliki cool undertone.
3. Reaksi Kulit Terhadap Sinar Matahari
Reaksi biologis kulit saat terpapar sinar matahari bisa menjadi indikator yang kuat. Ketika kamu beraktivitas di bawah terik matahari tanpa tabir surya selama beberapa waktu, apa yang terjadi pada kulitmu? Jika kulitmu mudah mencokelat (tanning) tanpa mengalami luka bakar atau kemerahan yang parah, ini mengindikasikan dominasi rona warm. Sebaliknya, kulit yang langsung memerah dan terbakar (sunburn) umumnya memiliki cool undertone.
4. Tes Kertas HVS atau Baju Putih
Pegang selembar kertas HVS berwarna putih bersih di samping wajahmu yang tanpa makeup, atau kenakan kaus putih polos berserat murni. Bandingkan warna kulit wajahmu dengan kertas tersebut. Jika kulitmu terlihat kekuningan, sedikit oranye, atau keemasan saat bersanding dengan warna putih bersih, kamu masuk dalam kategori warm undertone. Jika kulitmu tampak pink, maka kamu tergolong cool undertone.
Rekomendasi Warna untuk Warm Undertone
Setelah menjawab rasa penasaran “warm warna apa”, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk memilih warna baju dan produk kosmetik yang menunjang penampilan.
1. Pemilihan Warna Pakaian
Pemilik rona hangat akan sangat bersinar jika menggunakan pakaian dengan warna-warna bumi (earth tones). Beberapa warna yang sangat direkomendasikan adalah:
- Kuning mustard, emas, dan kuning gading.
- Oranye, merah bata, dan merah tomat.
- Cokelat tanah, beige, dan karamel.
- Hijau zaitun (olive) dan hijau lumut.
Sebaiknya hindari warna-warna “dingin” yang tajam seperti biru elektrik, ungu amethyst, atau fuchsia, karena warna tersebut dapat membuat kulit wajah terlihat keabu-abuan atau pucat seperti sedang sakit.
2. Pemilihan Foundation dan Kosmetik
Memilih alas bedak (foundation) adalah hal yang paling krusial. Carilah produk complexion yang memiliki deskripsi nama warna seperti golden, honey, warm, beige, atau caramel. Hindari produk dengan deskripsi cool, rose, atau porcelain.
Untuk lipstik dan perona pipi (blush on), warna-warna seperti peach, coral, merah bata, tembaga, dan cokelat hangat akan menyatu sempurna dengan rona alami kulitmu.
Perawatan Kulit untuk Menjaga Warna Alami
Meskipun undertone tidak bisa berubah, kesehatan permukaan kulit (skin tone) yang berada di atasnya harus tetap dirawat. Masalah dermatologis seperti hiperpigmentasi, melasma, panu, atau kekeringan ekstrem bisa menutupi rona asli kulitmu dan membuatnya tampak kusam.
1. Penggunaan Tabir Surya (Sunscreen)
Sunscreen adalah produk perawatan kulit terpenting untuk mempertahankan rona alami dan mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Gunakan tabir surya berspektrum luas (broad spectrum) dengan minimal SPF 30 setiap hari, terlepas dari apa pun rona kulitmu. Sinar UV dapat memicu sel melanosit untuk memproduksi pigmen secara berlebihan yang berujung pada flek hitam.
2. Eksfoliasi Rutin dan Antioksidan
Penumpukan sel kulit mati di epidermis (stratum korneum) akan menyebabkan kulit kehilangan transparansi optiknya. Akibatnya, rona emas atau persik dari undertone warm kamu tidak akan terpancar. Gunakan produk eksfoliasi kimiawi ringan (seperti AHA atau BHA) 1-2 kali seminggu. Selain itu, serum antioksidan seperti Vitamin C sangat bagus untuk menekan radikal bebas dan membuat undertone warm semakin bercahaya.
Studi Terkait Pigmentasi dan Undertone Kulit
Sebuah literatur medis yang diterbitkan dalam Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology menjelaskan bahwa evaluasi warna kulit manusia tidak cukup hanya dilihat dari tingkat kegelapannya saja (skala Fitzpatrick), melainkan harus mempertimbangkan distribusi hemoglobin dan keseimbangan jenis melanin. Studi tersebut menemukan bahwa individu dengan persentase pheomelanin yang lebih dominan secara fenotip akan memanifestasikan warna dasar kulit yang lebih hangat atau kekuningan.
Temuan medis ini relevan karena dokter spesialis kulit modern semakin mempertimbangkan undertone saat merancang parameter untuk terapi laser dermatologi guna meminimalkan risiko hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH), sebuah kondisi yang rentan terjadi pada pasien dengan pigmentasi kuning-kecokelatan yang pekat.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Konsultasi dengan Spesialis Kulit via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Spesialis Kulit terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Referensi:
American Academy of Dermatology (AAD). Diakses pada 2024. How to Determine Your Skin Tone and Undertone.
National Center for Biotechnology Information (PubMed). Diakses pada 2024. Human Skin Color Diversity Is Highest in Sub-Saharan African Populations.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Skin Pigmentation Disorders: Causes and Treatments.
Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology. Diakses pada 2024. Understanding The Complexities of Human Skin Phenotypes.
FAQ
1. Sebenarnya undertone warm warna apa?
Dalam konteks rona kulit, warm merujuk pada pigmen warna bernuansa kuning, keemasan (golden), kuning langsat, hingga persik (peach) yang ada tepat di bawah permukaan kulit. Rona ini terbentuk secara genetik dan memengaruhi bagaimana kulitmu bereaksi terhadap warna pakaian tertentu.
2. Apakah kulit gelap otomatis memiliki undertone warm?
Tidak selalu. Meskipun banyak orang berkulit gelap atau sawo matang memiliki warm undertone, ada juga individu berkulit gelap yang memiliki rona dasar kemerahan atau kebiruan sehingga masuk dalam kategori cool undertone.
3. Mengapa urat nadi hijau menandakan warm warna apa pada kulit?
Warna asli pembuluh darah vena adalah biru. Namun, pada pemilik warm undertone, lapisan kulit yang kekuningan menutupi pembuluh darah tersebut. Berdasarkan prinsip percampuran warna optik, warna biru yang dilapisi warna kuning akan menghasilkan warna hijau di mata yang melihatnya.
4. Apakah skincare bisa mengubah undertone kulit saya menjadi cool?
Tidak bisa. Undertone ditentukan oleh genetik, kadar melanin alami, dan sirkulasi pembuluh darah yang sifatnya permanen. Skincare hanya bisa mencerahkan skin tone permukaan (lapisan epidermis terluar) dan memudarkan flek hitam, tetapi tidak akan pernah bisa mengubah rona dasar (undertone) kulitmu.


