Ad Placeholder Image

Jangan Panik! Buah Zakar Turun Sebelah, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 Maret 2026

Buah Zakar Turun Sebelah: Wajar Atau Ada Masalah?

Jangan Panik! Buah Zakar Turun Sebelah, Ini PenjelasannyaJangan Panik! Buah Zakar Turun Sebelah, Ini Penjelasannya

Buah Zakar Turun Sebelah: Kapan Wajar dan Kapan Perlu Waspada?

Buah zakar, atau testis, merupakan organ reproduksi pria yang penting. Variasi posisi buah zakar seringkali menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika satu sisi terlihat lebih rendah dari yang lain. Umumnya, buah zakar sebelah kiri memang cenderung menggantung lebih rendah, dan hal ini merupakan variasi anatomi yang normal dan tidak berbahaya.

Namun, kondisi buah zakar turun sebelah dapat menjadi indikasi masalah medis serius jika disertai gejala seperti nyeri hebat, pembengkakan, atau perubahan bentuk yang signifikan. Penting untuk memahami perbedaan antara variasi anatomi yang normal dan kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis urologi. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai meliputi hernia, varikokel, atau hidrokel.

Apa Itu Buah Zakar Turun Sebelah?

Buah zakar turun sebelah merujuk pada kondisi di mana salah satu testis terlihat menggantung lebih rendah dari yang lain di dalam skrotum. Secara fisiologis, hal ini adalah kejadian yang umum, terutama pada buah zakar kiri. Perbedaan tinggi ini biasanya disebabkan oleh panjang korda spermatika (saluran yang menopang testis) yang bervariasi antara kedua sisi.

Meskipun seringkali normal, istilah “buah zakar turun sebelah” juga dapat merujuk pada kondisi patologis di mana penurunan atau pembesaran salah satu testis disebabkan oleh masalah kesehatan. Dalam kasus ini, penurunan posisi akan disertai dengan gejala lain yang memerlukan perhatian medis.

Kapan Buah Zakar Turun Sebelah Dianggap Wajar?

Secara alami, testis kiri sering kali terletak sedikit lebih rendah dibandingkan testis kanan. Perbedaan posisi ini adalah hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan jika tidak ada gejala lain yang menyertai. Variasi anatomi ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, pembengkakan, atau perubahan tekstur pada testis.

Fungsi reproduksi dan hormonal tidak terganggu oleh perbedaan posisi yang wajar ini. Sensasi berat yang minim dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari juga masih termasuk dalam kategori normal. Jika hanya posisi yang berbeda tanpa gejala lain, biasanya tidak diperlukan tindakan medis.

Gejala Buah Zakar Turun Sebelah yang Memerlukan Perhatian Medis

Waspada terhadap buah zakar turun sebelah yang disertai gejala tertentu. Tanda-tanda ini dapat mengindikasikan adanya masalah medis yang serius dan memerlukan evaluasi oleh dokter. Gejala yang harus diperhatikan antara lain:

  • Nyeri hebat atau nyeri tumpul yang persisten pada salah satu atau kedua testis.
  • Pembengkakan pada salah satu atau kedua skrotum.
  • Perubahan bentuk atau ukuran testis yang signifikan.
  • Adanya benjolan yang dapat dirasakan di skrotum atau pangkal paha.
  • Rasa berat atau tidak nyaman yang semakin parah seiring waktu.
  • Kulit skrotum tampak kemerahan atau menghangat.
  • Demam yang tidak jelas penyebabnya.
  • Mual atau muntah yang menyertai nyeri.
  • Kesulitan buang air kecil atau buang air besar.

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis urologi. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Penyebab Buah Zakar Turun Sebelah Tidak Wajar

Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan buah zakar turun sebelah yang disertai gejala abnormal. Memahami penyebabnya penting untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Hernia Inguinalis (Turun Berok)

Hernia inguinalis terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lain menonjol melalui titik lemah di dinding perut bagian bawah dan masuk ke dalam skrotum. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan pada salah satu sisi skrotum yang mungkin terasa nyeri, terutama saat batuk, mengejan, atau mengangkat beban berat. Benjolan seringkali dapat didorong kembali ke dalam perut, tetapi bisa muncul lagi.

Varikokel

Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah (vena) di dalam skrotum, mirip dengan varises pada kaki. Kondisi ini paling sering terjadi di sisi kiri dan dapat menyebabkan sensasi berat atau nyeri tumpul pada testis yang terkena. Varikokel seringkali tidak menimbulkan gejala, tetapi dalam beberapa kasus, dapat memengaruhi kesuburan pria. Pembuluh darah yang membesar ini terkadang terasa seperti “kantong cacing” di dalam skrotum.

Hidrokel

Hidrokel adalah penumpukan cairan di sekitar testis di dalam skrotum. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan yang tidak nyeri pada satu atau kedua sisi skrotum. Pada bayi, hidrokel seringkali hilang dengan sendirinya. Namun, pada orang dewasa, hidrokel dapat disebabkan oleh cedera, infeksi, atau peradangan di skrotum dan mungkin memerlukan penanganan. Pembengkakan akibat hidrokel biasanya terasa lunak dan tidak nyeri.

Penyebab Lainnya

Meskipun kurang umum, buah zakar turun sebelah yang patologis juga bisa disebabkan oleh kondisi lain seperti:

  • Epididimitis atau Orkitis: Peradangan atau infeksi pada epididimis (saluran di belakang testis) atau testis itu sendiri, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri.
  • Kista Epididimis atau Spermatokel: Kantung berisi cairan atau sperma yang terbentuk di epididimis, biasanya tidak berbahaya tetapi bisa menyebabkan benjolan.

Diagnosis Buah Zakar Turun Sebelah

Untuk menentukan penyebab buah zakar turun sebelah, dokter spesialis urologi akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Diagnosis diawali dengan wawancara medis mengenai riwayat kesehatan dan gejala yang dialami. Selanjutnya, pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk mengevaluasi skrotum, testis, dan area selangkangan.

Dokter mungkin akan meminta pasien untuk batuk atau mengejan untuk melihat apakah ada benjolan yang menonjol, terutama jika dicurigai hernia. Untuk konfirmasi, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti ultrasonografi (USG) skrotum. USG adalah prosedur pencitraan non-invasif yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran detail struktur di dalam skrotum, membantu mengidentifikasi hernia, varikokel, hidrokel, atau masalah lain yang mungkin ada.

Pengobatan Buah Zakar Turun Sebelah

Pengobatan untuk buah zakar turun sebelah sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika kondisi ini merupakan variasi anatomi yang normal dan tidak disertai gejala, maka tidak diperlukan penanganan khusus.

  • Hernia Inguinalis: Umumnya memerlukan tindakan bedah yang disebut herniorafi atau hernioplasti. Prosedur ini melibatkan perbaikan titik lemah pada dinding perut dan pendorong jaringan kembali ke tempatnya.
  • Varikokel: Jika varikokel menyebabkan nyeri signifikan, masalah kesuburan, atau ukuran testis yang mengecil, dokter mungkin merekomendasikan operasi (varicocelectomy) untuk mengikat atau menghilangkan pembuluh darah yang membesar. Pada kasus tanpa gejala, observasi mungkin cukup.
  • Hidrokel: Pada bayi, hidrokel seringkali sembuh dengan sendirinya. Pada orang dewasa atau jika hidrokel menimbulkan gejala dan membesar, tindakan bedah (hidrokelektomi) untuk mengalirkan cairan dan mencegah kambuh dapat dilakukan.
  • Kondisi Lain: Infeksi seperti epididimitis atau orkitis diobati dengan antibiotik. Kista epididimis atau spermatokel biasanya tidak memerlukan pengobatan kecuali jika menyebabkan nyeri atau sangat besar.

Pilihan pengobatan akan didiskusikan secara rinci oleh dokter berdasarkan kondisi pasien.

Pencegahan dan Rekomendasi Medis

Meskipun tidak semua penyebab buah zakar turun sebelah dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko atau mendeteksi masalah lebih awal:

  • Pemeriksaan Diri Sendiri: Lakukan pemeriksaan testis secara rutin untuk merasakan adanya benjolan, perubahan ukuran, atau perbedaan tekstur yang tidak biasa. Pemeriksaan diri dapat membantu mendeteksi masalah pada tahap awal.
  • Gaya Hidup Sehat: Menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi, dan berolahraga secara teratur dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mengurangi risiko beberapa kondisi seperti hernia.
  • Hindari Mengejan Berlebihan: Hindari mengangkat beban terlalu berat atau mengejan berlebihan saat buang air besar, karena ini dapat meningkatkan tekanan di perut dan berpotensi memicu hernia.
  • Perlindungan Saat Berolahraga: Gunakan pelindung atletik yang tepat saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berisiko cedera pada area skrotum.

Apabila merasakan gejala yang disebutkan di atas atau memiliki kekhawatiran terkait buah zakar, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi. Diagnosis dan penanganan dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi serius. Dokter akan memberikan evaluasi yang akurat dan merekomendasikan penanganan yang sesuai dengan kondisi medis yang mendasari. Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi medis, segera hubungi dokter terpercaya melalui aplikasi Halodoc.