Ad Placeholder Image

Jangan Panik! Hilangkan Bruntusan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Cara Mudah Hilangkan Bruntusan pada Bayi Baru Lahir

Jangan Panik! Hilangkan Bruntusan Bayi Baru LahirJangan Panik! Hilangkan Bruntusan Bayi Baru Lahir

Cara Menghilangkan Bruntusan pada Bayi Baru Lahir yang Aman dan Efektif

Bruntusan pada bayi baru lahir merupakan kondisi kulit yang umum terjadi dan seringkali tidak berbahaya. Kondisi ini dapat membuat orang tua khawatir, namun sebagian besar bruntusan akan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan medis khusus. Penanganan yang tepat berfokus pada kebersihan kulit yang optimal dan perawatan yang lembut.

Untuk menghilangkan bruntusan pada bayi baru lahir, penekanan utama adalah menjaga kebersihan kulit dengan air hangat dan sabun lembut. Penting juga untuk menggunakan pakaian katun yang longgar, memastikan suhu ruangan sejuk, dan rutin mengganti popok. Yang terpenting, hindari memencet atau menggosok bruntusan, karena tindakan ini dapat memperburuk kondisi atau menyebabkan infeksi. Jika bruntusan terlihat parah atau disertai gejala lain yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter anak.

Apa Itu Bruntusan pada Bayi Baru Lahir?

Bruntusan pada bayi baru lahir, sering disebut juga jerawat bayi atau neonatal acne, adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya benjolan kecil kemerahan atau jerawat di wajah bayi. Kondisi ini umumnya muncul dalam beberapa minggu pertama setelah kelahiran dan bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Bruntusan ini biasanya tidak gatal atau menyakitkan bagi bayi.

Mengenali Gejala Bruntusan pada Bayi

Gejala bruntusan pada bayi baru lahir cukup khas dan mudah dikenali. Bruntusan ini umumnya berbentuk bintik-bintik kecil berwarna merah atau keputihan. Terkadang, bruntusan ini juga terlihat seperti jerawat kecil yang meradang.

  • Bintik merah atau benjolan kecil.
  • Terlihat di area pipi, dahi, dagu, dan terkadang di punggung atas atau dada.
  • Dapat muncul secara berkelompok atau tersebar.
  • Kulit di sekitar bintik mungkin tampak kemerahan.

Bruntusan ini biasanya akan semakin terlihat jelas saat bayi merasa kepanasan, rewel, atau saat kulitnya teriritasi oleh kain kasar atau air liur.

Penyebab Bruntusan pada Kulit Bayi

Penyebab utama bruntusan pada bayi baru lahir diyakini karena pengaruh hormon ibu yang masih ada dalam tubuh bayi setelah lahir. Hormon ini dapat merangsang kelenjar minyak pada kulit bayi untuk memproduksi lebih banyak minyak, yang kemudian menyumbat pori-pori dan menyebabkan bruntusan.

Selain faktor hormonal, beberapa hal lain juga dapat memicu atau memperburuk bruntusan pada bayi:

  • Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak cocok atau mengandung bahan kimia keras.
  • Iritasi akibat kain kasar atau deterjen pakaian.
  • Keringat berlebihan atau suhu lingkungan yang terlalu panas.
  • Kontak kulit bayi dengan sisa ASI, air liur, atau makanan.

Cara Menghilangkan Bruntusan pada Bayi Baru Lahir yang Aman dan Efektif

Sebagian besar bruntusan pada bayi akan sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Namun, ada beberapa langkah perawatan harian yang dapat membantu mempercepat pemulihan dan mencegah bruntusan menjadi lebih parah. Perawatan ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan bayi.

Perawatan Harian

  • Jaga Kebersihan Kulit dengan Lembut: Bersihkan wajah bayi dengan air hangat dan sabun khusus bayi yang lembut, bebas pewangi, dan hipoalergenik. Lakukan pembersihan satu hingga dua kali sehari. Hindari penggunaan sabun orang dewasa atau produk yang mengandung bahan kimia kuat.
  • Keringkan dengan Hati-hati: Setelah dibersihkan, keringkan kulit bayi dengan menepuk-nepuknya secara perlahan menggunakan handuk bersih yang lembut. Jangan menggosok kulit bayi karena dapat menyebabkan iritasi.
  • Gunakan Pakaian Katun Longgar: Pakaikan bayi pakaian dari bahan katun yang lembut, longgar, dan menyerap keringat. Pakaian ketat atau bahan sintetis dapat memerangkap panas dan keringat, memperburuk bruntusan.
  • Pastikan Suhu Ruangan Sejuk: Jaga suhu kamar bayi agar tetap sejuk dan nyaman. Lingkungan yang terlalu panas atau lembap dapat menyebabkan bayi berkeringat, yang bisa memicu atau memperburuk bruntusan.
  • Rutin Mengganti Popok: Meskipun bruntusan umumnya di wajah, menjaga kebersihan area popok juga penting untuk kenyamanan bayi secara keseluruhan. Pastikan popok selalu kering dan bersih untuk menghindari iritasi lain.
  • Hindari Memencet atau Menggosok: Jangan sekali-kali memencet, menggaruk, atau menggosok bruntusan pada kulit bayi. Tindakan ini dapat memperparah peradangan, menyebabkan luka, dan meningkatkan risiko infeksi bakteri.
  • Hindari Penggunaan Losion atau Minyak Berlebihan: Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan losion, minyak, atau krim lain pada area bruntusan. Beberapa produk dapat menyumbat pori-pori dan memperburuk kondisi kulit bayi.

Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter Anak?

Meskipun sebagian besar bruntusan pada bayi baru lahir akan hilang dengan sendirinya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis. Orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter anak jika:

  • Bruntusan tidak membaik atau justru semakin parah setelah beberapa minggu perawatan di rumah.
  • Bruntusan terlihat sangat meradang, bengkak, atau mengeluarkan nanah.
  • Bruntusan menyebar ke bagian tubuh lain selain wajah dan area yang umum.
  • Bayi menunjukkan gejala lain seperti demam, rewel yang tidak biasa, atau sulit makan/minum.
  • Orang tua merasa tidak yakin dengan jenis ruam yang muncul pada kulit bayi.

Diagnosis yang akurat dari dokter anak penting untuk memastikan kondisi kulit bayi dan mendapatkan penanganan yang tepat jika diperlukan.

Rekomendasi Halodoc untuk Perawatan Kulit Bayi

Perawatan kulit bayi yang lembut dan konsisten adalah kunci dalam mengatasi bruntusan pada bayi baru lahir. Jaga kebersihan kulit bayi dengan sabun lembut dan air hangat, pastikan bayi memakai pakaian yang nyaman, dan hindari tindakan yang dapat memperburuk iritasi seperti memencet bruntusan.

Apabila bruntusan tidak kunjung membaik atau muncul gejala lain yang mengkhawatirkan, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat dengan mudah membuat janji temu atau melakukan konsultasi secara daring untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan terpercaya demi kesehatan kulit si kecil.