Anak Sering Mimisan Kenapa? Waspada 5 Penyebabnya

Mimisan atau epistaksis pada anak adalah kondisi umum yang sering membuat orang tua khawatir. Kondisi ini biasanya terjadi ketika pembuluh darah kecil di dalam hidung pecah. Meskipun sering terlihat menakutkan, sebagian besar kasus mimisan pada anak tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan penanganan sederhana. Namun, penting untuk memahami penyebab dan kapan kondisi ini memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Apa Itu Mimisan pada Anak?
Mimisan, dalam istilah medis disebut epistaksis, adalah keluarnya darah dari hidung. Pada anak-anak, kondisi ini sangat sering terjadi karena pembuluh darah di selaput lendir hidung mereka relatif lebih tipis dan rapuh. Lokasi paling umum terjadinya mimisan adalah bagian depan hidung, yang kaya akan pembuluh darah halus yang mudah pecah akibat berbagai faktor.
Dinding pembuluh darah yang rentan pada anak membuat mereka lebih mudah mengalami mimisan dibandingkan orang dewasa. Umumnya, mimisan pada anak tidak menunjukkan kondisi medis serius. Penanganan yang tepat saat mimisan terjadi sangat membantu meredakan kecemasan anak dan orang tua.
Mengapa Anak Sering Mimisan?
Ada beberapa alasan utama mengapa anak sering mimisan. Kebanyakan terkait dengan kebiasaan atau kondisi lingkungan yang mengiritasi selaput hidung.
Kebiasaan Mengorek Hidung
Salah satu penyebab paling umum anak sering mimisan adalah kebiasaan mengorek atau menggaruk hidung. Tindakan ini dapat merusak pembuluh darah kecil di dalam hidung, menyebabkan pendarahan. Anak-anak seringkali tidak menyadari dampak dari kebiasaan ini.
Udara Kering
Lingkungan dengan udara kering, baik karena cuaca panas atau penggunaan pendingin ruangan (AC) yang berlebihan, dapat mengeringkan dan mengiritasi selaput lendir hidung. Selaput hidung yang kering menjadi lebih rentan pecah dan menyebabkan mimisan.
Benturan Ringan atau Trauma
Aktivitas fisik yang aktif sering membuat anak mengalami benturan ringan pada hidung. Benturan ini, meskipun tidak disengaja, bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah halus. Mimisan juga bisa terjadi setelah anak terjatuh atau hidungnya terbentur sesuatu.
Infeksi Saluran Pernapasan atau Alergi
Ketika anak mengalami pilek, flu, atau alergi, hidung mereka cenderung meradang dan membengkak. Bersin yang kuat atau mengusap hidung berulang kali dapat menambah tekanan pada pembuluh darah, memicu terjadinya mimisan.
Kelelahan
Kondisi tubuh yang kelelahan ekstrem juga bisa menjadi salah satu faktor pemicu mimisan pada beberapa anak. Saat tubuh lelah, sistem kekebalan tubuh mungkin sedikit menurun, yang bisa membuat anak lebih rentan terhadap iritasi atau infeksi hidung.
Penyebab Lain yang Perlu Diwaspadai
Meskipun sebagian besar kasus mimisan tidak berbahaya, ada beberapa penyebab lain yang memerlukan perhatian medis lebih serius.
- Infeksi Hidung: Infeksi bakteri atau jamur pada hidung dapat menyebabkan peradangan dan pendarahan berulang.
- Benda Asing di Hidung: Anak-anak seringkali memasukkan benda asing kecil ke dalam lubang hidung mereka. Benda ini dapat mengiritasi dan melukai selaput hidung, menyebabkan mimisan.
- Kelainan Septum Hidung: Septum adalah dinding yang membagi dua lubang hidung. Kelainan bentuk septum, seperti septum bengkok (deviasi septum), dapat membuat salah satu sisi hidung lebih kering dan rentan mimisan.
- Kondisi Medis Serius: Dalam kasus yang jarang terjadi, mimisan berulang bisa menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius, seperti gangguan pembekuan darah (misalnya hemofilia), tekanan darah tinggi, atau efek samping obat-obatan tertentu.
Kapan Harus ke Dokter jika Anak Sering Mimisan?
Orang tua perlu mewaspadai mimisan pada anak jika terjadi beberapa kondisi. Konsultasi dokter menjadi penting apabila anak sering mimisan secara berulang atau dengan karakteristik tertentu.
- Mimisan terjadi lebih dari sekali seminggu.
- Pendarahan berlangsung lebih dari 10-15 menit meskipun sudah diberi pertolongan pertama.
- Darah yang keluar sangat banyak atau mengalir deras.
- Anak menunjukkan gejala lain seperti pucat, lemah, pusing, atau sering memar di tubuh.
- Mimisan terjadi setelah cedera kepala serius atau benturan keras pada wajah.
- Anak sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mungkin memengaruhi pembekuan darah.
Pertolongan Pertama saat Anak Mimisan
Ketika anak mengalami mimisan, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan.
- Tenangkan Anak: Mintalah anak untuk duduk tegak, jangan berbaring, dan condongkan tubuhnya sedikit ke depan. Ini mencegah darah mengalir ke tenggorokan.
- Jepit Hidung: Jepit cuping hidung (bagian lunak di bawah tulang hidung) menggunakan ibu jari dan telunjuk selama 10-15 menit secara terus-menerus. Bernapaslah melalui mulut.
- Kompres Dingin: Letakkan kompres dingin atau es yang dibungkus kain di pangkal hidung atau dahi anak.
- Setelah pendarahan berhenti, hindari anak mengorek hidung atau meniup hidung terlalu kencang selama beberapa jam.
Pencegahan Mimisan pada Anak
Beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi frekuensi mimisan pada anak.
- Pastikan kelembaban udara di rumah terjaga, terutama jika menggunakan AC, dengan memakai pelembap udara (humidifier).
- Potong kuku anak secara teratur untuk mencegah luka saat mereka mengorek hidung.
- Ajari anak untuk tidak mengorek atau menggaruk hidung secara berlebihan.
- Tangani alergi atau pilek anak dengan tepat untuk mengurangi iritasi pada selaput hidung.
- Gunakan semprotan saline (garam fisiologis) atau salep hidung khusus untuk menjaga kelembaban selaput hidung.
Rekomendasi Medis dari Halodoc
Mimisan pada anak umumnya adalah kondisi yang tidak serius. Namun, jika anak sering mimisan, pendarahan sulit berhenti, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, orang tua dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau THT untuk mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan yang tepat. Fitur chat dengan dokter atau buat janji temu di Halodoc memudahkan akses informasi medis terpercaya.



