Ad Placeholder Image

Jangan Panik! Ini Alasan Kenapa Bayi Kembung

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Oh, Ini Lho Kenapa Bayi Kembung! Pahami Yuk

Jangan Panik! Ini Alasan Kenapa Bayi KembungJangan Panik! Ini Alasan Kenapa Bayi Kembung

Mencari Tahu Kenapa Bayi Kembung: Memahami Penyebab dan Solusi

Kembung adalah keluhan umum yang sering dialami bayi, menyebabkan ketidaknyamanan dan rewel. Kondisi ini terjadi ketika ada penumpukan gas berlebihan di saluran pencernaan bayi. Meskipun sering kali tidak berbahaya, memahami penyebabnya dapat membantu orang tua memberikan penanganan yang tepat dan menenangkan buah hati.

Gejala Bayi Kembung yang Perlu Diwaspadai

Sebelum membahas lebih jauh tentang penyebab, penting untuk mengenali gejala bayi kembung. Bayi mungkin akan menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Perut terasa keras saat disentuh atau terlihat membesar.
  • Bayi rewel, menangis terus-menerus, atau gelisah.
  • Menarik kaki ke arah perut.
  • Sering buang angin (kentut) atau bersendawa.
  • Sulit tidur atau sering terbangun karena ketidaknyamanan.
  • Wajah memerah saat berusaha buang angin.

Penyebab Utama Kenapa Bayi Kembung

Gas dalam perut bayi dapat terbentuk karena berbagai alasan. Umumnya, penyebab bayi kembung dibagi menjadi beberapa kategori utama:

Menelan Udara Berlebihan (Aerofagia)

Ini adalah penyebab paling umum bayi kembung. Udara dapat tertelan saat bayi menyusu, menangis, atau minum dari botol. Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko aerofagia meliputi:

  • Saat Menyusu (ASI)
    • Pelekatan pada payudara yang kurang tepat, sehingga mulut bayi tidak menempel sempurna dan celah udara masuk.
    • Aliran ASI terlalu deras atau terlalu lambat.
  • Saat Minum Botol
    • Lubang dot terlalu besar, menyebabkan aliran susu terlalu cepat sehingga bayi menelan udara.
    • Lubang dot terlalu kecil, membuat bayi harus berusaha keras menghisap dan menelan lebih banyak udara.
    • Posisi bayi berbaring saat minum, tidak tegak atau semi-tegak.
    • Minum terlalu cepat atau terburu-buru.
  • Menangis Berlebihan
    • Saat bayi menangis kencang dan lama, mereka cenderung menelan banyak udara.

Sistem Pencernaan Belum Matang

Sistem pencernaan bayi, terutama pada usia dini, belum berkembang sempurna. Hal ini menyebabkan gas lebih mudah terperangkap dan pencernaan makanan belum seefisien orang dewasa. Enzim pencernaan mungkin belum sepenuhnya matang untuk memecah komponen makanan tertentu.

Faktor Lain Penyebab Bayi Kembung

  • Makanan Pemicu Gas
    • Dari Ibu Menyusui: Makanan tertentu yang dikonsumsi ibu menyusui, seperti brokoli, kubis, bawang, produk olahan susu, atau makanan pedas, dapat menyebabkan gas pada bayi yang sensitif.
    • Dari MPASI: Saat bayi mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI), beberapa jenis makanan seperti kacang-kacangan, sayuran berserat tinggi, atau buah-buahan tertentu dapat memicu produksi gas.
  • Intoleransi Laktosa
    • Ketidakmampuan tubuh bayi untuk mencerna laktosa (gula alami dalam susu) karena kekurangan enzim laktase. Gejalanya bisa berupa kembung, diare, dan ruam popok.
  • Sembelit
    • Kesulitan buang air besar dapat menyebabkan penumpukan tinja dan gas di usus, sehingga perut bayi terasa kembung.
  • Infeksi
    • Infeksi pada saluran pencernaan, seperti gastroenteritis, dapat mengganggu fungsi usus dan menyebabkan produksi gas berlebihan.
  • Kelainan Pencernaan
    • Dalam kasus yang jarang terjadi, kembung bisa menjadi tanda adanya kelainan struktural atau fungsional pada sistem pencernaan bayi.

Cara Mengatasi dan Mencegah Bayi Kembung

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi dan mencegah kembung pada bayi:

  • Pastikan pelekatan bayi saat menyusu ASI sudah tepat. Mulut bayi harus terbuka lebar dan mencakup sebagian besar areola.
  • Gunakan botol dan dot yang sesuai. Pastikan dot terisi penuh susu saat bayi minum untuk mengurangi udara yang tertelan. Pilih dot dengan aliran yang tepat.
  • Posisi menyusui atau minum botol yang benar, yaitu bayi dalam posisi semi-tegak.
  • Sendawakan bayi setelah menyusu atau minum botol, bahkan di tengah sesi menyusu.
  • Lakukan pijatan lembut di perut bayi searah jarum jam atau gerakan ‘sepeda’ pada kakinya untuk membantu mengeluarkan gas.
  • Hindari makanan pemicu gas dalam diet ibu menyusui jika dicurigai menjadi penyebab.
  • Perkenalkan MPASI secara bertahap dan amati respons bayi terhadap makanan baru.
  • Pastikan bayi mendapatkan cairan yang cukup untuk mencegah sembelit.
  • Jika kembung disertai gejala lain seperti demam, muntah, diare berdarah, atau bayi terlihat sangat lemas, segera cari bantuan medis.

Kapan Harus ke Dokter di Halodoc?

Kembung pada bayi umumnya dapat diatasi dengan penyesuaian sederhana. Namun, jika kembung tidak membaik, bayi terus-menerus rewel, sulit makan, atau menunjukkan tanda-tanda sakit lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter anak tepercaya untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.