Ad Placeholder Image

Jangan Panik, Ketahui Penyebab Keluarnya Ingus Berdarah

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

“Ingus berdarah kerap membuat pengidapnya panik. Sebaiknya tetap tenang dan ketahui beberapa penyebab keluarnya ingus berdarah, seperti cuaca kering, kebiasaan mengupil, struktur anatomi, cedera, iritasi, hingga paparan zat tertentu.”

Jangan Panik, Ketahui Penyebab Keluarnya Ingus BerdarahJangan Panik, Ketahui Penyebab Keluarnya Ingus Berdarah

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa terkejut saat melihat bercak merah atau kecokelatan pada tisu setelah membuang ingus? Kondisi ingus berdarah, atau dalam istilah medis ringan sering dikaitkan dengan epistaksis minor, sebenarnya cukup sering terjadi dan biasanya bukan merupakan tanda penyakit yang mengancam jiwa. Hidung manusia memiliki lapisan mukosa yang sangat kaya akan pembuluh darah kecil (kapiler) yang terletak dekat dengan permukaan, sehingga sangat mudah pecah akibat berbagai faktor.

Meskipun sering kali disebabkan oleh hal sepele seperti udara kering atau kebiasaan mengorek hidung, ingus yang disertai darah tetap memerlukan perhatian. Memahami penyebab di balik munculnya darah tersebut sangat penting untuk menentukan apakah kondisi ini bisa ditangani sendiri di rumah atau memerlukan intervensi medis profesional. Pengabaian terhadap gejala yang menetap bisa saja menunda diagnosis kondisi yang lebih serius, seperti infeksi sinus kronis atau gangguan pembekuan darah.

Bagi kamu yang sedang mengalami hal ini, sangat disarankan untuk tetap tenang dan melakukan observasi mandiri. Jika frekuensi perdarahan meningkat atau disertai dengan rasa nyeri yang hebat pada area wajah, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Nah, mau tahu apa saja faktor penyebab dan cara menangani ingus berdarah? Berikut ulasannya!

Apa Itu Ingus Berdarah?

Ingus berdarah adalah kondisi di mana terdapat campuran darah dalam lendir atau mukosa yang keluar dari hidung. Darah ini bisa muncul dalam bentuk bercak merah segar, gumpalan kecil, atau lendir yang berwarna kecokelatan. Hal ini terjadi ketika pembuluh darah kapiler di dalam rongga hidung mengalami kerusakan atau pecah. Rongga hidung kita dilapisi oleh membran mukosa yang berfungsi melembapkan udara yang masuk, dan area ini sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan maupun trauma fisik.

Penyebab Paling Umum Ingus Berdarah

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah di hidung. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering ditemui dalam praktik sehari-hari:

1. Udara Kering dan Kelembapan Rendah

Ini adalah penyebab nomor satu, terutama bagi mereka yang sering berada di ruangan ber-AC atau tinggal di daerah dengan iklim kering. Udara kering menyebabkan membran mukosa hidung menjadi pecah-pecah dan kehilangan elastisitasnya, sehingga kapiler di bawahnya mudah berdarah saat terkena sedikit tekanan.

2. Trauma Mekanis (Mengorek Hidung)

Kebiasaan mengorek hidung secara berlebihan atau terlalu keras dapat melukai lapisan dalam hidung. Kuku yang tajam dapat dengan mudah merobek kapiler halus, terutama di area Pleksus Kiesselbach, yaitu kumpulan pembuluh darah di bagian depan sekat hidung.

3. Membuang Ingus Terlalu Keras

Saat hidung tersumbat, kamu mungkin cenderung membuang ingus dengan tekanan tinggi (sisih). Tekanan udara yang besar ini dapat memaksa pembuluh darah kapiler untuk pecah, menghasilkan bercak darah pada ingus.

Tips Mencegah Iritasi Hidung
  1. Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara di dalam kamar.
  2. Oleskan sedikit petroleum jelly di pinggiran lubang hidung jika terasa sangat kering.
  3. Hindari kebiasaan mengorek hidung, terutama saat tangan kotor.

Kondisi Medis yang Memicu Ingus Berdarah

Selain faktor lingkungan, beberapa kondisi medis juga dapat menyebabkan gejala ini muncul secara berulang:

1. Sinusitis

Infeksi pada rongga sinus menyebabkan peradangan hebat pada lapisan hidung. Selain ingus berwarna hijau atau kuning, peradangan ini sering kali menyebabkan pembuluh darah menjadi rapuh dan mengeluarkan darah.

2. Rhinitis Alergi

Alergi terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan menyebabkan hidung terus-menerus memproduksi lendir dan mengalami iritasi. Gesekan akibat sering mengusap hidung karena gatal memperbesar risiko perdarahan.

3. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Penggunaan semprotan hidung dekongestan dalam jangka panjang atau obat pengencer darah (seperti aspirin atau warfarin) dapat meningkatkan kecenderungan hidung untuk berdarah.

Kapan Kamu Harus Waspada?

Walaupun umumnya tidak berbahaya, kamu harus segera mencari bantuan medis jika ingus berdarah disertai dengan gejala berikut:

  • Darah keluar sangat banyak dan tidak berhenti dalam 20 menit.
  • Perdarahan terjadi setelah cedera kepala hebat atau kecelakaan.
  • Disertai pusing hebat, wajah pucat, atau sesak napas.
  • Terjadi sangat sering (rekuren) tanpa penyebab yang jelas.
  • Adanya benjolan yang terlihat di dalam rongga hidung.

Cara Mengatasi Ingus Berdarah di Rumah

Jika kamu mengalami perdarahan ringan, langkah-langkah berikut bisa membantu:

  1. Posisi Duduk Tegak: Jangan berbaring atau menengadahkan kepala ke belakang karena darah bisa masuk ke tenggorokan.
  2. Pencet Cuping Hidung: Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menjepit cuping hidung selama 5-10 menit sambil bernapas melalui mulut.
  3. Kompres Dingin: Tempelkan kompres dingin di pangkal hidung untuk membantu penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi).

Untuk membantu mempercepat pemulihan mukosa, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah seperti cairan saline atau suplemen vitamin untuk daya tahan tubuh.

Studi Mengenai Kesehatan Mukosa Hidung

The Journal of Laryngology & Otology menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa kelembapan lingkungan memiliki korelasi langsung dengan integritas mukosa hidung. Studi tersebut menemukan bahwa individu yang terpapar udara dengan kelembapan di bawah 30% memiliki risiko 2,5 kali lebih tinggi mengalami epistaksis minor dibandingkan mereka yang berada di lingkungan dengan kelembapan terjaga.

Penelitian ini juga menekankan pentingnya penggunaan larutan isotonik pembersih hidung untuk menjaga hidrasi sel-sel epitel di dalam rongga hidung guna mencegah perdarahan spontan akibat kekeringan.

Kapan Harus Menghubungi Dokter Spesialis THT?

1. Pemeriksaan Endoskopi Hidung

Jika ingus berdarah terjadi secara kronis, dokter mungkin akan melakukan prosedur endoskopi untuk melihat kondisi rongga hidung bagian dalam dan mencari adanya polip atau kelainan struktural.

2. Kauterisasi

Untuk pembuluh darah yang sering pecah di titik yang sama, dokter dapat melakukan tindakan kauterisasi (pembakaran kecil) menggunakan bahan kimia atau listrik untuk menutup pembuluh darah tersebut.

Ingus berdarah memang bisa mengkhawatirkan, namun dengan penanganan yang tepat, kondisi ini biasanya dapat segera teratasi. Pastikan kamu selalu menjaga kebersihan tangan dan kelembapan hidung agar kapiler tidak mudah pecah.

Jangan ragu untuk mencari bantuan jika gejala menetap. Selain konsultasi, kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Nosebleeds (Epistaxis).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Bloody Mucus When Blowing Nose: Causes and Prevention.
Healthline. Diakses pada 2026. Why is There Blood in My Snot?.
WebMD. Diakses pada 2026. Common Causes of Blood in Mucus.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Mengenal Epistaksis atau Mimisan.

FAQ

1. Apakah ingus berdarah tanda kanker?

Sangat jarang. Meskipun kanker nasofaring bisa menunjukkan gejala ingus berdarah, biasanya kondisi tersebut disertai gejala lain seperti benjolan di leher, gangguan pendengaran, dan penurunan berat badan drastis.

2. Apakah stres bisa menyebabkan ingus berdarah?

Stres secara tidak langsung dapat meningkatkan tekanan darah, yang pada beberapa orang dapat memicu pecahnya pembuluh darah halus di hidung, terutama jika mukosa sedang kering.

3. Mengapa ingus berdarah sering terjadi di pagi hari?

Hal ini biasanya karena udara di malam hari cenderung lebih dingin dan kering, ditambah dengan posisi tidur yang mungkin menekan area hidung atau terjadinya akumulasi lendir yang mengering selama tidur.

4. Bolehkah menggunakan tisu untuk menyumbat hidung berdarah?

Sebaiknya hindari menyumbat terlalu dalam dengan tisu kasar karena saat dicabut, tisu dapat menarik keropeng yang baru terbentuk dan memicu perdarahan ulang. Lebih baik gunakan kain lembut atau kasa steril.


Hidung Sering Berdarah saat Buang Ingus? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti ingus yang disertai darah, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.