Kenapa Perut Berbunyi dan Mencret Terus? Ini Solusinya

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Perut Bunyi saat Diare
- Penyebab Perut Bunyi saat Diare
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu merasa perut sangat berisik, bergemuruh, atau “keroncongan” padahal tidak sedang lapar? Kondisi ini secara medis dikenal sebagai borborygmi. Saat dibarengi dengan diare atau mencret, perut bunyi biasanya menandakan ada sesuatu yang tidak beres pada sistem pencernaanmu. Cairan dan gas bergerak lebih cepat dari biasanya di dalam usus, menciptakan suara yang cukup keras dan sering kali memalukan jika didengar orang lain.
Diare yang disertai perut bunyi merupakan keluhan yang sangat umum di Indonesia. Hal ini bisa dipicu oleh infeksi bakteri, virus, salah makan, hingga stres. Meskipun tampak sepele, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari karena rasa mulas yang muncul tiba-tiba. Penting bagi kamu untuk segera menangani gejala ini agar frekuensi buang air besar berkurang dan tubuh tidak kehilangan banyak cairan (dehidrasi).
Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah menenangkan sistem pencernaan dengan obat-obatan yang tepat. Kamu perlu memastikan bahwa obat yang dipilih mampu menyerap racun penyebab diare sekaligus mengurangi penumpukan gas yang menyebabkan bunyi gemuruh di perut. Selain itu, menjaga keseimbangan mikrobiota usus juga sangat krusial untuk mempercepat pemulihan.
Nah, mau tahu apa saja pilihan obat diare dan perut kembung? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Obat Perut Bunyi saat Diare yang Ampuh
Berikut adalah beberapa produk kesehatan yang telah teruji secara medis dan tersedia secara bebas untuk membantu kamu mengatasi keluhan perut bunyi dan mencret. Pastikan untuk membaca aturan pakai agar pengobatan lebih efektif.
1. New Diatabs 4 Tablet
New Diatabs mengandung bahan aktif Attapulgite aktif sebanyak 600 mg per tablet. Mekanisme kerja utama Attapulgite adalah sebagai adsorben, yaitu zat yang mampu mengikat atau menyerap cairan, racun, bakteri, dan virus yang ada di dalam saluran pencernaan. Dengan diserapnya zat-zat berbahaya tersebut, frekuensi buang air besar akan berkurang dan konsistensi feses menjadi lebih padat.
Manfaat utama produk ini adalah membantu meredakan gejala diare non-spesifik. Selain menghentikan mencret, daya serapnya juga membantu mengurangi gas berlebih yang sering menjadi penyebab utama suara berisik di perut saat sedang diare.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 2 tablet setiap setelah buang air besar, dengan dosis maksimum 12 tablet dalam 24 jam.
- Anak usia 6-12 tahun: 1 tablet setiap setelah buang air besar, dengan dosis maksimum 6 tablet dalam 24 jam.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hindari penggunaan lebih dari 2 hari tanpa konsultasi medis jika gejala tidak membaik.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan New Diatabs 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Oralit 200 1 Sachet
Oralit adalah larutan rehidrasi oral yang mengandung campuran natrium klorida, kalium klorida, trisodium sitrat dihidrat, dan glukosa anhidrat. Saat kamu mengalami mencret, tubuh kehilangan banyak air dan elektrolit penting. Oralit bekerja dengan cara menggantikan cairan tersebut dengan cepat melalui sistem transpor aktif glukosa di dalam usus halus.
Manfaat utamanya bukan untuk menghentikan diare, melainkan mencegah dan mengatasi dehidrasi yang bisa berakibat fatal. Dengan hidrasi yang baik, fungsi usus akan kembali stabil dan proses penyembuhan jaringan mukosa usus menjadi lebih optimal.
Dosis dan aturan pakai:
- Setiap sachet dilarutkan dalam 200 ml air matang (hangat atau dingin).
- Dewasa: 2-3 sachet dalam 3 jam pertama diare, dilanjutkan 1 sachet setiap setelah buang air besar.
- Anak-anak: Sesuaikan dengan tingkat kehausan dan petunjuk pada kemasan, berikan sedikit demi sedikit.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Pastikan melarutkan bubuk dengan tepat sesuai takaran air yang dianjurkan agar osmolalitas larutan sesuai untuk diserap tubuh.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Oralit 200 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc
Pertolongan Pertama Perut Bunyi dan Mencret
- Segera minum air putih atau oralit setiap kali selesai buang air besar untuk mencegah lemas.
- Hindari makanan berlemak, pedas, dan produk susu yang bisa merangsang usus bergerak lebih cepat.
- Istirahatkan pencernaan dengan mengonsumsi makanan lunak seperti bubur atau pisang terlebih dahulu.
3. Entrostop 12 Tablet
Entrostop merupakan kombinasi dari Attapulgite koloid aktif 650 mg dan Pektin 50 mg. Kedua bahan ini bekerja sinergis sebagai agen antispasmodik ringan dan adsorben. Pektin berfungsi memberikan massa pada feses sehingga tinja yang cair bisa menjadi lebih berbentuk, sementara Attapulgite menyerap bakteri penyebab infeksi perut.
Manfaat produk ini sangat efektif untuk meredakan nyeri perut mulas dan mengurangi suara gemuruh yang mengganggu. Entrostop membantu menenangkan gerakan usus yang terlalu aktif (hiperperistaltik) sehingga kamu tidak perlu bolak-balik ke kamar mandi terlalu sering.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa dan anak >12 tahun: 2 tablet setiap setelah buang air besar, maksimal 12 tablet per hari.
- Anak 6-12 tahun: 1 tablet setiap setelah buang air besar, maksimal 6 tablet per hari.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan jangan berikan kepada anak di bawah 6 tahun tanpa anjuran dokter.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Entrostop 12 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
4. L-Bio 1 Gram 3 Sachet
L-Bio mengandung berbagai jenis bakteri baik (probiotik) seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus. Saat diare, keseimbangan flora usus terganggu karena bakteri jahat mendominasi. L-Bio bekerja dengan cara memulihkan populasi bakteri baik tersebut sehingga fungsi usus kembali normal.
Manfaat utama L-Bio adalah memperpendek durasi diare dan membantu sistem kekebalan tubuh di saluran pencernaan. Dengan flora yang seimbang, produksi gas oleh bakteri jahat yang memicu bunyi perut dapat berkurang secara signifikan. Produk ini sangat disarankan untuk mendukung pemulihan pasca serangan diare akut.
Dosis dan aturan pakai:
- Anak di atas 12 tahun dan dewasa: 2-3 sachet per hari.
- Anak 2-12 tahun: 2 sachet per hari.
- Dapat dikonsumsi langsung atau dicampur dengan makanan/minuman (suhu ruang, jangan air panas).
Produk ini termasuk kategori suplemen kesehatan dan aman dikonsumsi sesuai anjuran. Simpan di tempat yang sejuk agar bakteri baik tetap hidup.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan L-Bio 1 Gram 3 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc
5. Polysilane Suspensi 100 ml
Polysilane mengandung Dimethicone (Simethicone), Aluminium Hydroxide, dan Magnesium Hydroxide. Meskipun sering dikenal sebagai obat maag, kandungan Simethicone di dalamnya sangat bermanfaat untuk mengatasi perut berbunyi. Simethicone bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan gelembung gas di usus, sehingga gas yang terperangkap pecah dan lebih mudah dikeluarkan.
Manfaatnya adalah meredakan kembung, rasa penuh di perut, dan bunyi gemuruh yang sering menyertai gangguan pencernaan. Kombinasi antasida di dalamnya juga membantu menetralkan asam lambung yang mungkin meningkat saat perut sedang stres akibat diare.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1-2 sendok takar (5-10 ml), 3-4 kali sehari.
- Anak 6-12 tahun: 1/2-1 sendok takar (2.5-5 ml), 3-4 kali sehari.
- Diminum 1-2 jam setelah makan atau menjelang tidur.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan kocok dahulu sebelum digunakan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Polysilane Suspensi 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Penyebab Perut Bunyi saat Diare
Memahami penyebab di balik suara gaduh di perutmu bisa membantu dalam menentukan pengobatan yang tepat. Berikut adalah beberapa alasan medis mengapa hal ini terjadi:
1. Hiperperistaltik Usus
Saat terjadi iritasi akibat kuman atau makanan tertentu, usus akan berkontraksi lebih cepat dan kuat untuk membuang zat berbahaya tersebut. Gerakan otot usus yang cepat ini mendorong udara dan cairan secara agresif, sehingga menghasilkan suara borborygmi yang keras.
2. Fermentasi Bakteri dan Produksi Gas
Diare sering kali mengganggu penyerapan nutrisi. Sisa makanan yang tidak terserap dengan baik kemudian difermentasi oleh bakteri di usus besar. Proses fermentasi ini menghasilkan banyak gas (hidrogen dan metana). Pergerakan gas inilah yang menyebabkan sensasi kembung dan bunyi perut.
3. Akumulasi Cairan
Saat mencret, dinding usus mengeluarkan banyak cairan ke dalam rongga usus. Cairan dalam jumlah besar yang bercampur dengan gas menciptakan efek suara seperti air yang mengalir atau bergejolak di dalam saluran yang sempit.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar kasus perut bunyi dan diare bisa ditangani sendiri di rumah, ada beberapa tanda bahaya yang mengharuskan kamu untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam. Jangan menunda jika kamu mengalami:
1. Tanda-Tanda Dehidrasi Berat
Gejala seperti buang air kecil sangat sedikit atau berwarna gelap, mulut sangat kering, mata cekung, hingga rasa limbung atau pingsan memerlukan penanganan medis segera.
2. Gejala yang Menyertai
Jika diare disertai dengan demam tinggi di atas 38.5 derajat Celcius, adanya darah atau lendir pada tinja, serta nyeri perut yang tajam dan tidak kunjung hilang meski sudah minum obat.
3. Diare Berkepanjangan
Diare yang tidak membaik dalam waktu lebih dari 48 jam pada dewasa, atau lebih dari 24 jam pada anak-anak, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab pastinya, apakah karena infeksi bakteri tertentu atau kondisi medis kronis lainnya.
Studi Mengenai Probiotik pada Diare Akut
Journal of Clinical Gastroenterology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan strain probiotik tertentu seperti Lactobacillus secara signifikan dapat mengurangi durasi diare infeksius sekitar satu hari.
Studi ini menekankan bahwa intervensi dini dengan probiotik membantu memperkuat pertahanan mukosa usus, mengurangi peradangan, dan membatasi pertumbuhan patogen penyebab gas. Hal ini memperkuat alasan mengapa produk seperti suplemen probiotik sangat direkomendasikan untuk mendampingi terapi rehidrasi pada penderita diare.
Secara keseluruhan, perut berbunyi dan mencret adalah respons alami tubuh untuk membersihkan saluran cerna. Namun, penanganan yang cepat dengan obat adsorben, rehidrasi, dan probiotik sangat diperlukan untuk kenyamanan dan keamanan kamu.
Jika keluhan terus berlanjut atau kamu merasa sangat lemas, jangan ragu untuk memeriksakan diri. Kamu bisa mendapatkan produk-obatan di atas dengan praktis dan cepat dengan cara beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan diantar ke rumah.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui platform yang sama untuk mendapatkan diagnosa yang lebih akurat.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti perut berbunyi atau mencret yang tidak kunjung reda, tapi bingung harus minum apa atau ke dokter spesialis mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Diarrhea – Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Borborygmi: What is it and why does my stomach growl?.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Tata Laksana Diare pada Dewasa dan Anak.
PubMed NCBI. Diakses pada 2026. Probiotics for treatment of acute diarrhea in children: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials.
WHO. Diakses pada 2026. Diarrhoeal disease: Key facts.
FAQ
1. Kenapa perut bunyi saat diare terjadi?
Kondisi ini disebabkan oleh gerakan peristaltik usus yang sangat cepat (hiperperistaltik) dalam mendorong campuran cairan dan gas. Akumulasi gas hasil fermentasi bakteri juga memperkuat suara gemuruh tersebut.
2. Apakah boleh minum obat penghenti diare saat perut bunyi?
Boleh, asalkan obat tersebut bekerja dengan cara menyerap racun (adsorben) seperti Attapulgite. Hindari obat yang benar-benar melumpuhkan gerakan usus secara total kecuali atas saran dokter, agar kuman penyebab diare tetap bisa dikeluarkan.
3. Apakah perut bunyi saat mencret berbahaya?
Umumnya tidak berbahaya dan akan hilang setelah diare teratasi. Namun, jika bunyi tersebut disertai nyeri hebat yang menetap atau perut terasa keras seperti papan, segera cari bantuan medis.
4. Makanan apa yang baik dikonsumsi saat mengalami kondisi ini?
Disarankan mengikuti diet BRAT (Bananas, Rice, Applesauce, Toast). Makanan ini rendah serat dan mudah dicerna, sehingga tidak memberikan beban tambahan pada usus yang sedang aktif bergerak.



