• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Percaya, Ini Mitos tentang Pengendalian Kelahiran
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Percaya, Ini Mitos tentang Pengendalian Kelahiran

Jangan Percaya, Ini Mitos tentang Pengendalian Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 10 Februari 2021
Jangan Percaya, Ini Mitos tentang Pengendalian Kelahiran

Halodoc, Jakarta - Kependudukan yang terlalu padat membuat pemerintah menerapkan program pengendalian kelahiran yang disebut dengan Keluarga Berencana. Program ini menyarankan setiap keluarga untuk memiliki anak maksimal 2 orang. Di sisi lain, memang banyak orang yang masih percaya mitos aneh tentang pengendalian kelahiran. Apa saja sih mitos yang banyak tersebar di masyarakat? Berikut ulasannya!

Berbagai Mitos Aneh tentang Pengendalian Kelahiran

Pengendalian atau pengaturan kelahiran adalah metode atau alat yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Salah satu alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan adalah penggunaan kondom. Cara lainnya yang paling efektif dalam penggunaan kontrasepsi agar kehamilan tidak terjadi yang dilakukan adalah vasektomi pada pria dan pengikatan saluran falopi pada wanita.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kontrasepsi IUD Buat BB Naik?

Saat menggunakan alat pengendalian kelahiran, masih banyak orang yang percaya mitos, terutama terkait dampak buruknya pada tubuh. Padahal, segala informasi yang diterima bisa saja salah. Karena itu, kebingungan dan bahkan ketakutan timbul yang akhirnya makin banyak orang takut terhadap alat-alat untuk melakukan pengendalian kelahiran. Nah, berikut ini beberapa mitos aneh tentang pengendalian kelahiran:

1. Dapat Menyebabkan Kanker

Banyak orang yang percaya jika pengendalian kelahiran berupa pil KB dapat menyebabkan kanker. Memang benar jika alat kontrasepsi ini dapat sedikit meningkatkan risiko terhadap beberapa jenis kanker, terutama kanker payudara dan kanker serviks. Faktanya, risiko dari kanker ini tetap rendah secara keseluruhan dan peningkatan risiko sebagian besar terjadi pada wanita yang menggunakan pil triphasic.

Risiko terkait kanker juga dapat lebih rendah dengan menggunakan pil lain. Namun, di sisi lain, pil KB juga dapat menurunkan risiko jenis kanker lainnya. Disebutkan jika kontrasepsi hormonal dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker endometrium, kanker ovarium, dan kanker kolorektal.

2. Dapat Bertambah Gemuk

Faktanya, penggunaan pengendalian kelahiran dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda pada setiap wanita. Dipercaya jika para peneliti tidak menemukan hubungan langsung antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan penambahan berat badan. Padahal, mungkin saja waktu memulai kontrasepsi tubuhnya sedang mengalami perubahan lain yang akhirnya menyalahkan program KB. Apabila kamu ingin tahu lebih jauh, ada baiknya tanyakan langsung pada dokter dari Halodoc agar lebih jelas.

Baca juga: Sebelum Pakai, Kenali Dulu Plus Minus Pil KB

3. Merusak Tingkat Kesuburan

Hal yang perlu diketahui adalah diperlukan waktu beberapa bulan hingga siklus menstruasi kembali menjadi normal setelah penggunaan kontrasepsi hormonal, seperti IUD, pil, serta implan. Meski begitu, tidak ada bukti jika alat kontrasepsi ini dapat memengaruhi kesuburan dalam jangka panjang. Perlu diketahui juga jika infertilitas dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia seseorang, bukan berarti KB dapat menyebabkan kemandulan.

4. Pil Pencegahan Kehamilan Seperti Aborsi

Pil kontrasepsi darurat atau pil pencegah kehamilan, adalah pil KB dengan dosis tinggi yang mencegah kehamilan setelah seseorang berhubungan seks tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Meski begitu, minum pil ini tidak sama dengan melakukan aborsi. Namun, cara ini dapat mengurangi kebutuhan untuk aborsi di kemudian hari karena kehamilan yang tidak direncanakan.

Itulah beberapa mitos aneh tentang pengendalian kelahiran. Di sisi lain, hal ini perlu dilakukan pada seseorang yang ingin berhubungan seksual dengan aman tanpa takut mengalami kehamilan. Lebih baik mencegahnya di awal dibandingkan secara tiba-tiba mendapatkan kehamilan yang tidak diinginkan.

Baca juga: Ini 6 Pilihan Kontrasepsi selama Pandemi

Kamu juga bisa mendapatkan pil KB dengan pembelian melalui Halodoc yang langsung terakses pada apotek atau toko obat di sekitarmu. Caranya mudah sekali, hanya dengan download aplikasi Halodoc, nikmati kemudahan akses kesehatan hanya dengan menggunakan smartphone di genggaman. Segera unduh aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. Debunking common birth control myths.
Nationwide Children’s. Diakses pada 2021. Birth Control Myths.