Ad Placeholder Image

Janin 8 Minggu: Ukurannya Berapa cm, ya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Janin 8 Minggu: Ukuran Berapa Cm? Cari Tahu!

Janin 8 Minggu: Ukurannya Berapa cm, ya?Janin 8 Minggu: Ukurannya Berapa cm, ya?

DAFTAR ISI


Kehamilan adalah sebuah perjalanan yang luar biasa dan penuh dengan keajaiban medis. Dari penyatuan sel telur dan sperma, terbentuklah embrio mikroskopis yang akan tumbuh menjadi seorang bayi yang siap lahir ke dunia. Bagi calon ibu, memantau perkembangan dan ukuran janin dari minggu ke minggu adalah salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu. Setiap pemeriksaan ultrasonografi (USG) selalu membawa cerita baru tentang seberapa besar si Kecil di dalam kandungan.

Memantau ukuran janin bukan hanya sekadar untuk memenuhi rasa penasaran orang tua, tetapi juga merupakan indikator medis yang sangat krusial. Ukuran panjang dan perkiraan berat janin memberikan informasi berharga bagi dokter kandungan untuk menilai apakah janin tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia kehamilannya. Pertumbuhan yang terlalu lambat atau terlalu cepat bisa menjadi sinyal adanya kondisi medis tertentu yang memerlukan perhatian khusus, baik pada janin maupun pada kesehatan ibu hamil.

Perlu kamu ketahui bahwa pada paruh pertama kehamilan, janin diukur dari puncak kepala hingga bokong (Crown-Rump Length atau CRL). Hal ini dilakukan karena kaki janin masih meringkuk di depan tubuhnya, sehingga sulit untuk diukur secara akurat. Namun, memasuki usia 20 minggu, ukuran janin mulai dihitung dari ujung kepala hingga tumit kaki (Crown-Heel Length atau CHL). Selain panjang, berat janin juga akan meningkat drastis, terutama saat memasuki trimester ketiga.

Lantas, bagaimana sebenarnya panduan lengkap perkembangan janin dari minggu ke minggu? Yuk, simak ulasan mendalam mengenai ukuran janin di setiap trimester kehamilan berikut ini!

Perkembangan Ukuran Janin Trimester 1

Trimester pertama, yang terhitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga minggu ke-13, merupakan fase pembentukan organ yang sangat kritis. Pada awal trimester ini, wujud janin masih berupa kelompok sel, namun pada akhir bulan ketiga, ia sudah memiliki bentuk menyerupai manusia kecil.

1. Minggu 4 hingga 6

Pada minggu ke-4, embrio baru saja menempel pada dinding rahim dan ukurannya sekecil biji poppy (sekitar 2 mm). Memasuki minggu ke-5, organ-organ penting seperti jantung, otak, dan sumsum tulang belakang mulai terbentuk. Ukurannya kini sebesar biji wijen (sekitar 3 mm). Di minggu ke-6, jantung mulai berdetak dan tunas tangan serta kaki mulai bermunculan. Ukurannya kira-kira mencapai 4-5 mm, sebesar biji kacang hijau.

2. Minggu 7 hingga 9

Pada minggu ke-7, kepala janin terlihat membesar untuk menampung otak yang sedang berkembang pesat. Ukurannya sekitar 1 cm, setara dengan buah bluberi. Di minggu ke-8, janin mulai memiliki jari-jari berselaput, dan ukurannya mencapai 1,6 cm dengan berat sekitar 1 gram (sebesar buah rasberi). Memasuki minggu ke-9, ekor embrio mulai menghilang sepenuhnya, dan wajahnya mulai terlihat jelas. Ukurannya bertambah menjadi 2,3 cm atau sebesar buah ceri.

3. Minggu 10 hingga 13

Minggu ke-10 menandai pergantian status dari embrio menjadi janin (fetus). Ginjalnya mulai memproduksi urine, dan ukurannya mencapai 3,1 cm (sebesar stroberi). Pada minggu ke-11, organ intim luar mulai terbentuk, dan panjangnya sekitar 4,1 cm. Di minggu ke-12, kuku-kuku mulai tumbuh, dan janin sudah bisa membuka serta menutup jari-jarinya. Panjang janin kini sekitar 5,4 cm dengan berat 14 gram (sebesar buah plum). Trimester pertama ditutup pada minggu ke-13 dengan panjang mencapai 7,4 cm dan berat hampir 23 gram. Untuk mendukung pembentukan organ yang krusial ini, jangan lupa untuk rutin mengonsumsi vitamin prenatal yang kaya akan asam folat, zat besi, dan kalsium.

Perkembangan Ukuran Janin Trimester 2

Memasuki trimester kedua (minggu ke-14 hingga ke-26), risiko keguguran menurun drastis dan ibu biasanya mulai merasa lebih berenergi karena morning sickness mulai mereda. Fase ini difokuskan pada pertumbuhan ukuran tubuh janin serta pematangan organ-organ yang telah terbentuk.

1. Minggu 14 hingga 18

Pada minggu ke-14, panjang janin sekitar 8,7 cm dengan berat 43 gram. Otot-otot lehernya mulai kuat sehingga kepala bisa tegak. Di minggu ke-16, sistem saraf mulai berfungsi dan janin bisa melakukan gerakan-gerakan kecil yang mungkin mulai dirasakan oleh ibu (quickening). Ukurannya sekitar 11,6 cm dan beratnya 100 gram (sebesar buah alpukat). Pada minggu ke-18, telinga janin sudah menempati posisi akhirnya, dan ia mulai bisa mendengar suara dari luar rahim. Panjangnya mencapai 14,2 cm dengan berat 190 gram.

2. Minggu 19 hingga 22

Mulai minggu ke-20, ukuran janin diukur dari kepala hingga tumit. Di usia ini, panjangnya sekitar 25,6 cm dengan berat sekitar 300 gram (sebesar buah pisang). Kulit janin mulai dilapisi oleh zat putih berminyak yang disebut vernix caseosa, yang berfungsi melindungi kulitnya dari air ketuban. Pada minggu ke-22, janin terlihat semakin proporsional seperti bayi yang siap lahir, hanya saja kulitnya masih sangat keriput karena belum memiliki lapisan lemak yang cukup. Panjangnya kini 27,8 cm dan beratnya mencapai 430 gram.

3. Minggu 23 hingga 26

Pada minggu ke-24, paru-paru janin mulai memproduksi surfaktan, zat yang membantu kantung udara mengembang dengan baik. Panjang janin mencapai 30 cm dengan berat 600 gram. Di akhir trimester kedua, yakni minggu ke-26, mata janin mulai terbuka. Pola tidur dan bangunnya pun mulai teratur. Panjangnya sekitar 35,6 cm dan beratnya hampir mencapai 760 gram.

Tips Menjaga Pertumbuhan Janin Optimal
  1. Tingkatkan asupan protein sehat seperti telur, ikan matang, tahu, dan daging tanpa lemak untuk mendukung pembentukan jaringan tubuh janin.
  2. Pastikan hidrasi tubuh terpenuhi dengan minum minimal 8-10 gelas air putih setiap hari untuk menjaga volume air ketuban.
  3. Hindari asap rokok dan alkohol sama sekali, karena sangat berisiko menyebabkan pertumbuhan janin terhambat.

Perkembangan Ukuran Janin Trimester 3

Trimester ketiga (minggu ke-27 hingga ke-40 atau waktu persalinan) adalah periode di mana janin akan mengalami penumpukan lapisan lemak secara masif. Otaknya berkembang sangat pesat, dan organ paru-parunya mematangkan diri untuk bersiap bernapas di luar rahim.

1. Minggu 27 hingga 30

Pada minggu ke-28, janin sudah bisa bermimpi, ditandai dengan gerakan mata cepat (REM). Panjang tubuhnya mencapai 37,6 cm dan beratnya menembus 1 kilogram. Otak yang semula permukaannya halus kini mulai berkerut untuk menampung miliaran jaringan saraf. Di minggu ke-30, janin dikelilingi oleh kurang lebih 1,5 liter air ketuban. Ukurannya kini sekitar 39,9 cm dengan berat 1,3 kilogram.

2. Minggu 31 hingga 35

Di minggu ke-32, kuku tangan dan kaki sudah tumbuh sempurna. Rambut halus yang menutupi tubuhnya (lanugo) mulai rontok perlahan. Panjangnya mencapai 42,4 cm dan beratnya 1,7 kilogram. Memasuki minggu ke-35, organ ginjal dan hati sudah berfungsi dengan matang. Sebagian besar janin pada minggu ini mulai memposisikan kepala di bawah (dekat jalan lahir). Panjang janin mencapai 46,2 cm dengan berat hampir 2,4 kilogram.

3. Minggu 36 hingga 40

Mulai minggu ke-37, kehamilan dianggap sudah cukup bulan (full term). Di minggu ke-38, lapisan lemak terus menumpuk sehingga kulit janin terlihat lebih halus dan montok. Di minggu terakhir kehamilan (minggu ke-40), rata-rata bayi lahir dengan panjang sekitar 51,2 cm dan berat antara 3,2 hingga 3,5 kilogram, setara dengan sebuah buah semangka kecil. Tengkorak kepala janin belum menyatu sepenuhnya, yang bertujuan agar kepala bisa melewati jalan lahir secara fleksibel.

Parameter Pengukuran Janin Saat USG

Saat kamu melakukan pemeriksaan USG, dokter tidak mengukur janin dengan penggaris lurus. Terdapat beberapa parameter biometri khusus yang digunakan oleh mesin USG untuk menghitung estimasi berat janin dan memastikan bahwa pertumbuhannya simetris. Berikut adalah istilah-istilah yang sering muncul dalam hasil cetak USG:

  • Biparietal Diameter (BPD): Ukuran tulang pelipis kiri ke pelipis kanan. Parameter ini sangat penting untuk menilai perkembangan kepala dan otak janin sejak trimester kedua.
  • Head Circumference (HC): Lingkar kepala janin. Diukur bersamaan dengan BPD untuk memastikan tidak ada kelainan ukuran kepala seperti hidrosefalus atau mikrosefali.
  • Abdominal Circumference (AC): Lingkar perut janin. Parameter ini merupakan indikator paling sensitif untuk menilai asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh janin dan mengevaluasi laju pertumbuhannya.
  • Femur Length (FL): Panjang tulang paha janin. Tulang paha adalah tulang terpanjang dalam tubuh dan sangat akurat untuk merepresentasikan panjang keseluruhan (tinggi badan) janin.

Kombinasi dari keempat parameter inilah yang menghasilkan angka Estimated Fetal Weight (EFW) atau perkiraan berat janin dalam hitungan gram.

Faktor yang Memengaruhi Ukuran Janin

Setiap janin tumbuh dengan laju yang unik. Tidak perlu panik jika ukuran janin sedikit berbeda dari standar rata-rata, selama dokter menyatakan pertumbuhannya proporsional dan sehat. Terdapat berbagai faktor yang secara medis memengaruhi besar kecilnya ukuran janin:

1. Genetik dan Keturunan

Faktor genetik memegang peranan sangat besar. Orang tua yang bertubuh tinggi besar cenderung memiliki bayi yang juga lebih besar dan panjang dibandingkan rata-rata. Begitu pula sebaliknya, orang tua dengan postur mungil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang lebih kecil.

2. Kualitas dan Fungsi Plasenta

Plasenta atau ari-ari adalah saluran hidup janin. Melalui organ inilah nutrisi dan oksigen dari ibu ditransfer. Jika plasenta mengalami masalah, seperti penuaan dini (pengapuran), infark, atau letaknya tidak normal, aliran nutrisi akan terhambat sehingga janin akan tumbuh lebih kecil.

3. Kehamilan Kembar

Jika kamu mengandung bayi kembar (dua atau lebih), ukuran masing-masing janin cenderung lebih kecil dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Hal ini wajar karena mereka harus berbagi ruang rahim dan asupan nutrisi dari satu ibu.

4. Kesehatan dan Kondisi Medis Ibu

Kesehatan ibu sangat berdampak pada janin. Ibu dengan riwayat diabetes mellitus atau diabetes gestasional cenderung memiliki janin berukuran sangat besar karena kadar gula darah yang tinggi akan diubah menjadi lemak tubuh oleh janin. Sebaliknya, ibu dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) berisiko mengalami penyempitan pembuluh darah plasenta, sehingga nutrisi tidak optimal dan bayi bisa lahir dengan berat badan rendah.

Kondisi Klinis Terkait Ukuran Janin

Terkadang, berdasarkan evaluasi USG rutin, dokter kandungan dapat mendeteksi adanya kelainan pada ukuran janin yang membutuhkan observasi lebih lanjut:

1. Intrauterine Growth Restriction (IUGR)

IUGR atau Pertumbuhan Janin Terhambat adalah kondisi di mana perkiraan berat janin berada di bawah persentil ke-10 untuk usia kehamilannya. Ini berarti janin jauh lebih kecil dari yang seharusnya. IUGR bisa disebabkan oleh malnutrisi ibu, preeklampsia, infeksi (seperti Rubella, CMV, Toksoplasmosis), atau masalah kromosom. Jika terdapat kecurigaan pertumbuhan janin terhambat, sangat penting untuk segera konsultasi ke dokter spesialis kandungan guna memantau detak jantung janin dan aliran darah plasenta.

2. Makrosomia

Makrosomia adalah istilah medis untuk janin yang tumbuh terlalu besar, biasanya didefinisikan dengan perkiraan berat lahir di atas 4.000 gram (4 kilogram). Kondisi ini paling sering dihubungkan dengan diabetes tidak terkontrol pada ibu. Makrosomia dapat meningkatkan risiko penyulit saat persalinan normal, seperti distosia bahu (bahu bayi tersangkut di panggul) atau robekan perineum yang parah pada ibu, sehingga dokter mungkin akan merekomendasikan operasi caesar.

Studi Mengenai Standar Pertumbuhan Janin

World Health Organization (WHO) menerbitkan studi global melalui proyek Fetal Growth Charts yang melibatkan wanita hamil dari berbagai negara untuk menciptakan standar internasional pertumbuhan janin yang optimal.

Studi ini menyimpulkan bahwa apabila kebutuhan kesehatan ibu terpenuhi—termasuk nutrisi yang baik, tidak merokok, dan lingkungan bebas polusi—maka pola pertumbuhan janin (ukuran tengkorak, perut, dan tulang) pada dasarnya sangat mirip di seluruh populasi dunia. Hal ini membuktikan bahwa faktor lingkungan dan nutrisi ibu jauh lebih dominan memengaruhi deviasi ukuran janin di luar rentang normal dibandingkan sekadar perbedaan ras.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan via Halodoc

Jika kamu mengalami keluhan seputar kehamilan atau ingin memantau ukuran janin secara berkala, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2024. Fetal Development.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Fetal development: The 1st trimester.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Fetal development: The 2nd trimester.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Fetal development: The 3rd trimester.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. WHO Fetal Growth Charts.

FAQ

1. Berapa ukuran janin 8 minggu?

Pada usia kehamilan 8 minggu, ukuran janin memiliki panjang dari kepala hingga bokong sekitar 1,6 cm dan beratnya sekitar 1 gram. Ukuran ini sering kali diibaratkan sebesar buah rasberi atau biji kacang merah, dengan detak jantung yang sudah dapat terdeteksi melalui USG.

2. Apa saja parameter untuk mengukur ukuran janin saat USG?

Dokter menggunakan beberapa parameter biometri, yaitu Biparietal Diameter (BPD / lebar kepala), Head Circumference (HC / lingkar kepala), Abdominal Circumference (AC / lingkar perut), dan Femur Length (FL / panjang tulang paha). Kombinasi angka ini akan menghasilkan estimasi berat janin secara keseluruhan.

3. Mengapa ukuran janin saya lebih kecil dari usia kehamilan?

Ukuran janin yang lebih kecil bisa disebabkan oleh faktor genetik dari orang tua yang berpostur kecil, atau bisa juga karena kondisi medis yang disebut IUGR. Masalah aliran nutrisi dari plasenta, tekanan darah tinggi pada ibu, serta nutrisi yang tidak adekuat menjadi penyebab medis yang paling sering dijumpai.

4. Kapan ukuran janin mulai diukur dari kepala hingga tumit kaki?

Janin mulai diukur secara total dari puncak kepala hingga tumit kaki (Crown-Heel Length) pada usia kehamilan sekitar 20 minggu. Sebelum usia tersebut, janin diukur dari puncak kepala ke bokong (Crown-Rump Length) karena posisi kakinya yang masih sangat meringkuk rapat ke perutnya.