Ad Placeholder Image

Jarang Diketahui, Ini Manfaat Kecipir bagi Kesehatan

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Kecipir adalah sumber protein dan vitamin B1 yang bermanfaat meningkatkan imunitas, menjaga kesehatan mata, serta mencegah diabetes.

Jarang Diketahui, Ini Manfaat Kecipir bagi KesehatanJarang Diketahui, Ini Manfaat Kecipir bagi Kesehatan

DAFTAR ISI


Buah kecipir, atau yang dalam nama ilmiahnya dikenal sebagai Psophocarpus tetragonolobus, merupakan salah satu jenis sayuran tropis yang sangat mudah ditemukan di Indonesia. Sayuran yang memiliki bentuk unik dengan empat sudut bergerigi ini sering kali dijadikan lalapan rebus, bahan campuran pecel, atau ditumis sebagai hidangan pelengkap makan nasi. Sayangnya, meskipun harganya terjangkau dan rasanya lezat, pamor kecipir masih kalah dibandingkan sayuran hijau lainnya seperti bayam atau brokoli.

Padahal, dari sudut pandang medis dan ilmu gizi, kecipir adalah salah satu “superfood” lokal yang menyimpan segudang nutrisi luar biasa. Hampir seluruh bagian dari tanaman kecipir, mulai dari daun, bunga, akar, hingga bijinya, dapat dikonsumsi dan kaya akan protein. Bijinya bahkan memiliki profil asam amino yang sangat mirip dengan kedelai, sehingga sangat berpotensi menjadi alternatif sumber protein nabati yang unggul untuk mencegah malnutrisi di negara-negara berkembang.

Mengonsumsi kecipir secara rutin dapat memberikan asupan vitamin, mineral, serta antioksidan yang optimal bagi tubuh. Mengandalkan sumber alami dari sayuran seperti ini sama pentingnya dengan usaha memenuhi kebutuhan gizi harian, layaknya ketika kamu rutin beli vitamin dan suplemen untuk menjaga vitalitas. Antioksidan yang terkandung di dalamnya sangat efektif dalam menangkal radikal bebas yang memicu berbagai penyakit kronis di masa depan.

Nah, mau tahu apa saja kandungan gizi dan deretan manfaat buah kecipir untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh? Berikut ulasannya secara lengkap!

Kandungan Nutrisi Buah Kecipir

Sebelum membahas manfaatnya lebih jauh, sangat penting untuk memahami apa saja zat gizi yang tersembunyi di balik sayuran hijau bergerigi ini. Kecipir adalah bahan makanan yang rendah kalori namun sangat padat nutrisi. Dalam 100 gram buah kecipir mentah, umumnya terkandung kalori sekitar 49 kkal, yang membuatnya sangat cocok bagi mereka yang sedang mengelola berat badan.

Selain rendah kalori, berikut adalah rincian nutrisi makro dan mikro yang ada di dalam kecipir:

  • Protein: Sekitar 6-7 gram. Biji kecipir tua bahkan bisa mengandung hingga 35 gram protein per 100 gram, menyamai kedelai.
  • Karbohidrat: 4-5 gram, dengan kandungan gula alami yang sangat rendah.
  • Serat Pangan: Sekitar 2,5 gram, sangat baik untuk pencernaan.
  • Kalsium: Mineral penting yang kadarnya cukup tinggi di dalam kecipir, melebihi beberapa jenis kacang-kacangan lain.
  • Fosfor dan Zat Besi: Membantu dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kepadatan tulang.
  • Vitamin: Kaya akan Vitamin C, Vitamin A, dan berbagai jenis Vitamin B kompleks, khususnya folat (Vitamin B9) dan tiamin (Vitamin B1).

Beragam Manfaat Buah Kecipir bagi Kesehatan

Dengan profil nutrisi yang begitu mengesankan, memasukkan kecipir ke dalam menu makan harianmu tentu akan membawa dampak positif yang signifikan. Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan yang bisa kamu dapatkan:

1. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Salah satu keunggulan utama dari kecipir adalah kandungan vitamin C-nya yang tergolong tinggi. Vitamin C adalah antioksidan kuat yang berperan krusial dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Senyawa ini bekerja dengan cara merangsang produksi sel darah putih (limfosit dan fagosit) yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi patogen seperti bakteri dan virus.

Konsumsi kecipir secara teratur dapat membantu mempercepat penyembuhan luka, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, serta mencegah datangnya penyakit langganan seperti flu dan batuk, terutama di musim pancaroba.

2. Mencegah Penuaan Dini

Kecipir tidak hanya baik untuk organ dalam, tetapi juga untuk kecantikan dan kesehatan kulit luar. Kandungan vitamin A dan vitamin C dalam sayuran ini bekerja sama untuk melawan stres oksidatif akibat paparan polusi, sinar UV, dan radikal bebas. Vitamin C sangat penting untuk sintesis kolagen, yaitu protein struktural yang menjaga kulit tetap kencang, elastis, dan bebas dari kerutan.

Sementara itu, vitamin A memfasilitasi regenerasi sel kulit baru. Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin memiliki kulit sehat bercahaya dan awet muda, menjadikan kecipir sebagai lalapan rutin adalah langkah alami yang sangat direkomendasikan.

3. Menjaga Kesehatan Ibu Hamil

Kecipir merupakan salah satu sumber asam folat (Vitamin B9) alami yang sangat baik. Asam folat adalah nutrisi yang mutlak dibutuhkan oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan. Senyawa ini bertanggung jawab dalam proses sintesis DNA dan pembelahan sel.

Asupan folat yang tercukupi dapat mencegah terjadinya cacat tabung saraf (seperti spina bifida) pada janin yang sedang berkembang. Selain itu, kandungan zat besi dalam kecipir juga membantu ibu hamil terhindar dari anemia defisiensi besi yang sering memicu rasa lelah ekstrem dan risiko komplikasi saat persalinan.

Tips Memilih dan Mengolah Kecipir
  1. Pilih kecipir yang masih muda, berwarna hijau cerah, teksturnya renyah saat dipatahkan, dan ukurannya tidak terlalu panjang (sekitar 10-15 cm).
  2. Hindari kecipir yang sudah layu, menguning, atau bijinya menonjol keras, karena teksturnya akan sangat alot saat dikunyah.
  3. Untuk mempertahankan nutrisi, cukup rebus kecipir sebentar (blanching) selama 2-3 menit lalu rendam dalam air es, atau tumis dengan sedikit minyak zaitun.

4. Membantu Mengontrol Gula Darah

Sayuran seperti kecipir memiliki indeks glikemik yang sangat rendah, yang berarti konsumsinya tidak akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis setelah makan. Serat pangan yang terkandung di dalamnya juga memperlambat proses penyerapan karbohidrat di dalam usus, sehingga pelepasan glukosa ke dalam aliran darah menjadi lebih stabil.

Manfaat ini menjadikan kecipir sebagai menu sayuran yang sangat ideal bagi penderita diabetes atau prediabetes. Namun, jika kamu mengalami gejala gula darah tinggi yang tidak terkontrol seperti sering haus, sering buang air kecil, dan kelelahan kronis, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

5. Mendukung Penurunan Berat Badan

Bagi kamu yang sedang menjalankan program diet, kecipir adalah sahabat terbaik. Kalorinya yang rendah dikombinasikan dengan kandungan serat dan protein yang lumayan tinggi akan memberikan sensasi kenyang yang lebih lama. Protein bekerja dengan cara menekan hormon ghrelin (hormon pemicu lapar) dan meningkatkan hormon peptida YY yang memberikan sinyal kenyang pada otak.

Dengan berkurangnya rasa lapar, kamu akan lebih mudah mengontrol asupan kalori harian tanpa harus merasa lemas, karena kecipir tetap menyuplai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

6. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Kesehatan tulang tidak hanya bergantung pada produk susu. Kecipir memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Kalsium adalah mineral utama penyusun struktur tulang dan gigi, sementara fosfor membantu tubuh memaksimalkan penyerapan dan pemanfaatan kalsium tersebut.

Konsumsi rutin sayuran yang kaya akan kedua mineral ini sangat bermanfaat untuk mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) di usia lanjut, serta mendukung pertumbuhan tulang yang optimal pada anak-anak dan remaja.

7. Melancarkan Sistem Pencernaan

Serat pangan dalam kecipir tidak hanya baik untuk diet, tetapi juga esensial bagi kesehatan sistem pencernaan (gastrointestinal). Serat berfungsi sebagai ‘sapu’ yang membersihkan sisa-sisa makanan di usus, menambah massa feses, dan merangsang gerakan peristaltik usus. Hal ini sangat efektif untuk mencegah sembelit atau konstipasi.

Lebih dari itu, serat dalam kecipir bertindak sebagai prebiotik alami, yakni makanan bagi bakteri baik (probiotik) di dalam mikrobioma usus, yang pada akhirnya akan meningkatkan penyerapan nutrisi secara keseluruhan.

Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Meski sarat akan manfaat medis, ada beberapa kondisi di mana konsumsi kecipir perlu diperhatikan atau dibatasi:

1. Risiko Alergi Silang (Cross-Reactivity)

Kecipir termasuk dalam keluarga kacang-kacangan (Leguminosae). Jika kamu memiliki riwayat alergi parah terhadap kedelai, kacang tanah, atau jenis legum lainnya, ada kemungkinan kecil kamu bisa mengalami reaksi alergi silang saat mengonsumsi kecipir. Gejalanya bisa berupa gatal-gatal di mulut, ruam kulit, hingga gangguan pencernaan.

2. Kandungan Asam Oksalat

Seperti halnya bayam dan beberapa sayuran hijau lainnya, kecipir mengandung senyawa asam oksalat. Dalam jumlah berlebih, oksalat dapat berikatan dengan kalsium di ginjal dan membentuk batu ginjal. Oleh karena itu, penderita riwayat batu ginjal disarankan untuk tidak mengonsumsi kecipir mentah dalam porsi yang terlalu besar. Proses perebusan dapat membantu menurunkan kadar oksalat ini secara signifikan.

Studi Mengenai Buah Kecipir

Frontiers in Plant Science menerbitkan sebuah ulasan ilmiah komprehensif di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa Psophocarpus tetragonolobus (kecipir) adalah tanaman dengan potensi agronomi dan nutrisi yang luar biasa (orphan crop) untuk keamanan pangan masa depan.

Studi tersebut menyoroti bagaimana biji kecipir memiliki profil asam amino dan kandungan minyak yang bersaing dengan kedelai, sementara daun dan polong mudanya menyediakan mikronutrien penting yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi defisiensi vitamin di populasi negara berkembang. Riset lebih lanjut sedang didorong untuk mempopulerkan kembali kecipir sebagai tanaman pangan fungsional berskala global.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Frontiers in Plant Science. Diakses pada 2024. Winged Bean (Psophocarpus tetragonolobus): An Underutilized Orphan Crop with High Nutritional Potential.
Healthline. Diakses pada 2024. Nutritional Profile of Legumes and Their Impact on Health.
WebMD. Diakses pada 2024. Vitamin C: Why You Need It and Where to Get It.
National Institutes of Health (NIH) – Office of Dietary Supplements. Diakses pada 2024. Folate: Fact Sheet for Health Professionals.
Data Komposisi Pangan Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2024. Kecipir Segar.

FAQ

1. Apakah buah kecipir aman dimakan mentah sebagai lalapan?

Ya, kecipir muda sangat aman dan lezat dikonsumsi mentah sebagai lalapan segar. Namun, pastikan kamu mencucinya dengan bersih di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa kotoran, pestisida, atau bakteri yang menempel pada kulitnya yang bergerigi.

2. Siapa saja yang tidak boleh makan kecipir?

Secara umum kecipir aman untuk semua orang. Namun, individu yang memiliki riwayat alergi berat terhadap kacang-kacangan (legum) atau memiliki kecenderungan pembentukan batu ginjal kalsium-oksalat sebaiknya membatasi konsumsinya dan lebih baik mengonsumsi kecipir yang sudah direbus matang.

3. Bagaimana cara agar kecipir tidak alot dan pahit saat dimasak?

Kunci utamanya adalah memilih kecipir yang usianya masih muda, yang ditandai dengan ukuran pendek, lentur, dan biji di dalamnya belum menonjol. Selain itu, jangan merebusnya terlalu lama. Cukup celupkan ke air mendidih sekitar 2 menit untuk menjaga tekstur renyahnya dan mengunci warna hijaunya.

4. Apakah kecipir sama dengan buncis atau kacang panjang?

Meskipun ketiganya termasuk dalam keluarga polong-polongan, kecipir berasal dari spesies yang berbeda (Psophocarpus tetragonolobus). Kecipir memiliki bentuk fisik unik bersayap empat (winged bean), sedangkan buncis dan kacang panjang berbentuk silinder bulat. Dari segi nutrisi, biji kecipir memiliki protein yang jauh lebih tinggi dibandingkan buncis.