• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jarang Ganti Kaos Kaki Bisa Sebabkan Mata Ikan Tumbuh

Jarang Ganti Kaos Kaki Bisa Sebabkan Mata Ikan Tumbuh

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Terdengar sepele, tetapi ternyata mengganti kaos kaki secara rutin itu wajib, lho! Selain menghindari munculnya aroma tidak sedap pada kaki maupun sepatu, rutin mengganti kaos kaki juga mencegah terjadinya mata ikan. Kondisi ini merupakan munculnya benjolan keras pada area yang sering mendapatkan tekanan berlebihan, seperti kaki. 

Tidak hanya pada kaki, mata ikan juga bisa muncul di bagian tubuh lainnya, termasuk jari, wajah, dan telapak tangan. Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai kapalan, padahal ternyata mata ikan dan kapalan itu dua kondisi medis yang berbeda. 

Medical News Today menyatakan, benjolan yang erat kaitannya dengan mata ikan biasanya kecil, bagian tengahnya keras, dan dikelilingi oleh lapisan kulit yang mengalami peradangan, sehingga terasa sakit saat disentuh. Sementara itu, kapalan biasanya tidak diikuti dengan rasa sakit dengan ukuran benjolan yang lebih besar dibandingkan dengan mata ikan. 

Baca juga: Ketahui Prosedur untuk Mengobati Mata Ikan

Jarang Ganti Kaos Kaki Sebabkan Mata Ikan

Hati-hati, mata ikan bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang meningkatkan risiko terjadinya mata ikan pada seseorang, salah satunya adalah jarang mengganti kaos kaki. 

Aktivitas yang kamu lakukan cenderung membuat kaki mudah berkeringat, sehingga kaos kaki mudah lembap. Jika kamu terus menggunakannya dalam kondisi lembap, mata ikan bisa terjadi. Oleh karena itu, ganti kaos kaki jika sudah terasa lembap dan tidak nyaman digunakan. 

Tidak hanya jarang mengganti kaos kaki, mata ikan juga bisa terjadi karena penyebab lainnya, dikutip dari Mayo Clinic:

  • Tidak mengenakan kaos kaki;

  • Memakai sepatu dengan ukuran yang tidak tepat,baik kebesaran maupun kekecilan;

  • Berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki;

  • Memiliki kelainan pada kaki, seperti burnions, hammertoe, atau kelainan lainnya;

  • Tidak menggunakan pelindung tangan.

Baca juga: Mata Ikan Muncul, Harus Bedah atau Pakai Salep?

Memang, mata ikan bukan terbilang sebagai kondisi medis yang serius. Namun, jika tidak segera diobati, tentu kamu akan merasa tidak nyaman dan aktivitas pun terganggu. Bahkan, mata ikan juga bisa menular, lho! Terlebih pada kondisi kulit luar yang mengalami kerusakan, termasuk kalau kulit lecet, kering, atau terluka karena digaruk. 

Jadi, agar tidak semakin sakit dan mengganggu kenyamanan, segera obati mata ikan yang kamu alami. Pakai saja aplikasi Halodoc kalau kamu ingin lebih mudah ketika berobat ke rumah sakit atau chat dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik langsung dari dokter ahlinya. 

Pencegahan Mata Ikan

WebMD menyarankan kamu untuk melakukan berbagai hal ini agar terhindar dari mata ikan, yaitu:

  • Jaga kebersihan kaki dan alas kaki;

  • Pastikan kamu mengenakan sepatu dengan ukuran yang pas;

  • Menggunakan pelindung tangan apabila kamu sering menggunakan peralatan tertentu yang bisa memicu terjadinya mata ikan;

  • Pastikan kamu menghindari berjalan tanpa alas kaki pada kondisi lembap.

  • Bersihkan sepatu setiap hari. Jika memang menungkinkan, gantilah sepatu setiap hari.

Baca juga: Bisakah Mata Ikan Sebabkan Komplikasi Kesehatan

Kamu tentunya tidak ingin bukan, kaki mengeluarkan bau tidak sedap dan terserang mata ikan yang menyakitkan? Jadi, mulai sekarang, jangan lagi kamu malas membersihkan sepatu atau mengganti kaos kaki, ya!

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2020. Understanding Corns and Calluses.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Corns and Calluses.
Medical News Today. Diakses pada 2020. All about Corns and Calluses.