Ad Placeholder Image

Jejunum: Fungsi dan Peran Penting Usus Kosong

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 Februari 2026

Jejunum: Fungsi, Letak, & Peran Pentingnya

Jejunum: Fungsi dan Peran Penting Usus KosongJejunum: Fungsi dan Peran Penting Usus Kosong

Jejunum Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Gangguan yang Mungkin Terjadi

Jejunum adalah bagian penting dari sistem pencernaan manusia. Organ ini berperan krusial dalam penyerapan nutrisi. Memahami apa itu jejunum, fungsinya, dan masalah yang dapat terjadi padanya penting untuk menjaga kesehatan.

Definisi Jejunum

Jejunum (usus kosong) adalah bagian kedua dari usus halus, terletak di antara duodenum (usus dua belas jari) dan ileum (usus penyerapan). Nama “jejunum” berasal dari bahasa Latin “jejunus,” yang berarti “kosong,” karena bagian usus ini sering ditemukan kosong saat dilakukan pembedahan atau pemeriksaan post-mortem.

Secara anatomi, jejunum memiliki panjang sekitar 1–2 meter pada orang dewasa. Warnanya merah gelap karena kaya akan pembuluh darah. Dindingnya relatif tebal dan diameternya lebih besar dibandingkan ileum.

Fungsi Utama Jejunum

Fungsi utama jejunum adalah menyerap nutrisi dari makanan yang telah dicerna sebagian di duodenum. Nutrisi yang diserap meliputi:

  • Karbohidrat
  • Asam amino (dari protein)
  • Lemak
  • Vitamin
  • Mineral

Proses penyerapan ini dimaksimalkan oleh struktur khusus pada lapisan dalam jejunum.

Selain penyerapan, jejunum juga berperan dalam menggerakkan makanan (chyme) menuju ileum melalui gerakan peristaltik, yaitu kontraksi otot-otot dinding usus yang mendorong makanan sepanjang saluran pencernaan.

Struktur Jejunum yang Mendukung Fungsi

Struktur jejunum dirancang khusus untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi. Beberapa fitur penting meliputi:

  • Plika sirkularis: Lipatan-lipatan permanen pada mukosa (lapisan dalam) jejunum yang meningkatkan luas permukaan untuk penyerapan.
  • Vili (jonjot usus): Tonjolan-tonjolan kecil seperti jari pada mukosa yang semakin memperluas area penyerapan. Setiap vilus mengandung pembuluh darah yang menyerap nutrisi ke dalam aliran darah.
  • Mikrovili: Tonjolan-tonjolan mikroskopis pada permukaan sel-sel vilus yang memberikan peningkatan luas permukaan penyerapan yang sangat signifikan.

Kombinasi plika sirkularis, vili, dan mikrovili meningkatkan luas permukaan jejunum secara dramatis, memungkinkan penyerapan nutrisi yang efisien.

Lokasi Jejunum dalam Tubuh

Jejunum terletak di rongga perut bagian atas. Organ ini digantungkan oleh mesenterium, yaitu lapisan jaringan yang kaya akan pembuluh darah dan saraf yang memasok jejunum.

Gangguan pada Jejunum dan Akibatnya

Berbagai gangguan dapat memengaruhi fungsi jejunum, menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Beberapa contoh meliputi:

  • Penyakit Crohn: Penyakit radang usus yang dapat memengaruhi seluruh saluran pencernaan, termasuk jejunum.
  • Penyakit Celiac: Reaksi autoimun terhadap gluten yang merusak lapisan usus halus, termasuk jejunum.
  • Infeksi: Infeksi bakteri atau virus dapat menyebabkan peradangan dan gangguan fungsi pada jejunum.
  • Obstruksi usus: Penyumbatan pada jejunum dapat menghambat aliran makanan dan menyebabkan komplikasi serius.

Gangguan pada jejunum dapat menyebabkan malnutrisi, penurunan berat badan, diare, sakit perut, dan masalah kesehatan lainnya. Penting untuk mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala yang mencurigakan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala seperti sakit perut kronis, diare berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau perubahan kebiasaan buang air besar, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang tepat.

Untuk penanganan awal, konsultasi dengan dokter umum di Halodoc bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan begitu, masalah kesehatan bisa segera diatasi.

Kesimpulan

Jejunum adalah bagian penting dari usus halus yang berperan krusial dalam penyerapan nutrisi. Memahami fungsi dan potensi masalah yang dapat terjadi pada jejunum penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.