Ad Placeholder Image

Jengkol Bisa Sebabkan Asam Urat? Yuk Pahami!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Jengkol Bikin Asam Urat Nggak Sih? Cari Tahu Yuk!

Jengkol Bisa Sebabkan Asam Urat? Yuk Pahami!Jengkol Bisa Sebabkan Asam Urat? Yuk Pahami!

Apakah Jengkol Bisa Menyebabkan Asam Urat?

Ya, jengkol dapat memicu naiknya asam urat dan memperburuk gejala asam urat. Kondisi ini disebabkan oleh kandungan purin yang tinggi serta asam jengkolat di dalam jengkol. Kedua zat ini berpotensi menyebabkan kristalisasi asam urat dan masalah ginjal, terutama jika dikonsumsi berlebihan oleh penderita asam urat. Pembatasan atau penghindaran jengkol sangat disarankan bagi individu dengan kadar asam urat tinggi.

Memahami Asam Urat

Asam urat merupakan produk sampingan alami dari pemecahan purin, zat yang ditemukan dalam banyak makanan dan juga diproduksi secara alami oleh tubuh. Umumnya, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui ginjal. Namun, jika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak dapat mengeluarkannya secara efektif, kadar asam urat dalam darah bisa meningkat.

Kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) dapat menyebabkan pembentukan kristal tajam di persendian. Kristal ini memicu peradangan dan nyeri hebat, kondisi yang dikenal sebagai penyakit asam urat atau gout.

Kandungan Jengkol yang Mempengaruhi Asam Urat

Potensi jengkol dalam memicu asam urat bersumber dari dua komponen utamanya, yaitu purin dan asam jengkolat.

Purin Tinggi dalam Jengkol

Jengkol termasuk dalam kategori makanan dengan kandungan purin tinggi, serupa dengan melinjo dan petai. Saat tubuh mencerna makanan tinggi purin, purin akan dipecah menjadi asam urat. Konsumsi jengkol dalam jumlah besar secara otomatis meningkatkan produksi asam urat, berisiko memicu serangan gout pada individu yang rentan.

Peran Asam Jengkolat

Selain purin, jengkol mengandung asam jengkolat. Asam ini dapat membentuk kristal tajam jika menumpuk di dalam tubuh, terutama pada saluran kemih dan ginjal. Penumpukan kristal asam jengkolat dapat menyumbat ginjal dan memicu kondisi yang dikenal sebagai keracunan jengkol atau “jengkolan”. Keracunan ini ditandai dengan nyeri pinggang, gangguan buang air kecil, hingga gagal ginjal akut, yang tentu memperburuk kondisi penderita asam urat.

Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

Penyakit asam urat seringkali menyerang secara tiba-tiba dengan gejala yang intens. Gejala umum meliputi nyeri sendi yang parah, kemerahan, bengkak, dan rasa panas pada sendi yang terkena, paling sering di jempol kaki. Serangan dapat berlangsung beberapa hari dan kemudian mereda, namun bisa kambuh kembali jika kadar asam urat tetap tinggi.

Rekomendasi Konsumsi Jengkol untuk Penderita Asam Urat

Bagi individu yang memiliki riwayat asam urat atau berisiko tinggi, terdapat beberapa rekomendasi terkait konsumsi jengkol.

Batasi atau Hindari Konsumsi

Penderita asam urat sebaiknya membatasi konsumsi jengkol atau bahkan menghindarinya sama sekali. Meskipun jengkol memiliki manfaat gizi seperti serat, protein, dan antioksidan, risiko yang ditimbulkan oleh purin dan asam jengkolat lebih besar bagi kesehatan penderita asam urat. Konsumsi jengkol secukupnya saja, jangan berlebihan, agar tidak memicu serangan asam urat atau kejengkolan.

Cara Memasak yang Tepat

Merebus jengkol dengan benar bisa membantu mengurangi risiko keracunan jengkol, terutama asam jengkolat. Proses perebusan dapat membantu melarutkan sebagian asam jengkolat dan membuatnya lebih aman untuk dikonsumsi dalam porsi kecil.

Pentingnya Konsultasi dengan Ahli Gizi

Jika ada keraguan mengenai diet yang tepat untuk kondisi asam urat, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik atau ahli gizi. Profesional kesehatan dapat memberikan panduan diet yang personal, mempertimbangkan kondisi kesehatan individu, dan memastikan asupan nutrisi yang seimbang.

Kesimpulan: Jengkol dan Asam Urat

Meskipun jengkol memiliki kandungan gizi seperti serat, protein, dan antioksidan, potensi bahayanya bagi penderita asam urat tidak dapat diabaikan. Kandungan purin yang tinggi dan keberadaan asam jengkolat menjadikan jengkol sebagai makanan yang perlu diwaspadai. Sebaiknya konsumsi jengkol dalam porsi sangat kecil atau dihindari sama sekali oleh penderita asam urat.

Untuk mendapatkan penanganan dan saran diet yang lebih akurat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi melalui Halodoc. Profesional kesehatan Halodoc siap memberikan panduan yang sesuai dengan kondisi medis.