Ad Placeholder Image

Jenis Jenis Tambal Gigi: Ini Dia Ragam Pilihannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Mei 2026

Kenali Jenis-Jenis Tambal Gigi, Pilih yang Pas Buatmu!

Jenis Jenis Tambal Gigi: Ini Dia Ragam PilihannyaJenis Jenis Tambal Gigi: Ini Dia Ragam Pilihannya

Apa Itu Tambal Gigi dan Mengapa Penting?

Tambal gigi adalah prosedur kedokteran gigi untuk memperbaiki gigi yang rusak atau berlubang. Kerusakan gigi ini bisa disebabkan oleh karies (lubang gigi), trauma, atau keausan.

Tindakan penambalan bertujuan untuk mengembalikan fungsi, bentuk, dan estetika gigi. Selain itu, prosedur ini juga mencegah kerusakan lebih lanjut pada gigi yang berlubang, serta menjaga kesehatan mulut secara keseluruhan.

Mengapa Gigi Perlu Ditambal?

Gigi yang berlubang atau rusak dapat menyebabkan berbagai masalah. Infeksi, rasa nyeri, kesulitan mengunyah, hingga masalah pencernaan adalah beberapa di antaranya. Menambal gigi adalah langkah penting untuk menghentikan perkembangan kerusakan dan mencegah komplikasi serius.

Lubang pada gigi merupakan celah yang bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Apabila tidak ditangani, bakteri dapat mencapai pulpa gigi (saraf) dan menyebabkan infeksi yang lebih parah.

Mengenal Jenis Jenis Tambal Gigi Permanen

Pemilihan jenis tambal gigi permanen sangat bervariasi, tergantung pada lokasi lubang, ukuran, biaya, dan preferensi estetika pasien. Berikut adalah beberapa jenis tambal gigi permanen yang umum digunakan:

1. Resin Komposit (Tambal Sewarna Gigi)

Resin komposit adalah salah satu jenis tambal gigi yang paling populer karena estetikanya. Bahan ini terbuat dari campuran plastik dan partikel kaca halus, yang warnanya bisa disesuaikan persis dengan warna gigi asli.

  • Kelebihan:
    • Estetik, warnanya menyatu dengan gigi alami.
    • Bisa disesuaikan warnanya dengan gigi sekitar.
    • Tidak memerlukan banyak pengambilan struktur gigi sehat.
  • Kekurangan:
    • Kurang kuat jika dibandingkan dengan tambalan porselen atau emas.
    • Harganya relatif lebih mahal daripada amalgam atau GIC.
    • Daya tahannya sekitar 5-10 tahun, tergantung perawatan dan lokasi.
    • Berisiko terjadi perubahan warna seiring waktu, terutama jika sering mengonsumsi makanan dan minuman berwarna.

2. Glass Ionomer Cement (GIC)

GIC adalah bahan tambal gigi yang terbuat dari campuran bubuk kaca dan asam poliakrilat. Bahan ini memiliki kemampuan unik untuk melepaskan fluoride secara perlahan.

  • Kelebihan:
    • Melepaskan fluoride yang dapat membantu mencegah gigi berlubang kembali di area sekitar tambalan.
    • Cocok digunakan sebagai tambalan dasar (liner) sebelum aplikasi tambalan lain.
    • Sering menjadi pilihan untuk menambal gigi anak-anak karena sifatnya yang ramah terhadap jaringan gigi.
    • Umumnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, menjadikannya pilihan yang lebih terjangkau.
  • Kekurangan:
    • Kurang kuat dan kurang tahan lama dibandingkan resin komposit atau amalgam.
    • Kurang estetik karena warnanya cenderung buram dan tidak bisa disesuaikan seperti resin komposit.
    • Tidak cocok untuk menambal gigi belakang yang menerima tekanan kunyah tinggi.

3. Amalgam

Amalgam adalah bahan tambal gigi klasik yang terbuat dari campuran merkuri, perak, timah, dan tembaga. Tambalan ini dikenal karena kekuatannya yang luar biasa.

  • Kelebihan:
    • Sangat kuat dan tahan lama, mampu bertahan hingga 10-15 tahun atau lebih.
    • Lebih murah dibandingkan resin komposit, porselen, atau emas.
    • Tahan terhadap tekanan kunyah yang tinggi, cocok untuk gigi geraham.
  • Kekurangan:
    • Warna perak yang mencolok, membuatnya tidak estetik dan mudah terlihat.
    • Kandungan merkuri menimbulkan kekhawatiran meskipun jumlahnya sangat kecil dan dianggap aman oleh sebagian besar organisasi kesehatan.
    • Saat ini, penggunaannya semakin jarang karena faktor estetika dan perdebatan tentang merkuri.
    • Membutuhkan pengambilan struktur gigi sehat yang lebih banyak dibandingkan resin komposit.

4. Porselen (Keramik)

Tambalan porselen, atau juga dikenal sebagai inlay/onlay keramik, adalah tambalan custom-made yang dibuat di laboratorium gigi. Bahan ini sangat menyerupai tampilan gigi alami.

  • Kelebihan:
    • Estetikanya sangat baik, warnanya dapat disesuaikan dan tampak alami.
    • Sangat kuat dan tahan lama, seringkali lebih kuat dari resin komposit.
    • Tahan terhadap noda.
  • Kekurangan:
    • Harganya jauh lebih mahal dibandingkan jenis tambalan lain.
    • Membutuhkan setidaknya dua kali kunjungan ke dokter gigi.
    • Lebih rapuh dibandingkan emas dan bisa retak di bawah tekanan ekstrem.

5. Emas

Tambalan emas adalah inlay atau onlay yang terbuat dari campuran emas dan logam lainnya. Bahan ini dikenal sebagai salah satu yang paling awet dan tahan lama.

  • Kelebihan:
    • Sangat kuat dan sangat tahan lama, bisa bertahan hingga 15-20 tahun atau lebih.
    • Tahan terhadap korosi dan tidak mudah retak.
    • Tidak membutuhkan banyak pengambilan struktur gigi sehat.
  • Kekurangan:
    • Harganya paling mahal di antara semua jenis tambal gigi.
    • Warnanya sangat mencolok (logam keemasan), sehingga kurang estetik.
    • Membutuhkan setidaknya dua kali kunjungan ke dokter gigi.
    • Bisa menyebabkan sensitivitas pada gigi di sekitarnya karena konduktivitas termalnya.

Jenis Tambal Gigi Sementara

Tambalan sementara digunakan untuk penanganan awal sebelum tambalan permanen dipasang. Ini bisa terjadi saat diperlukan beberapa kali kunjungan, atau untuk menenangkan gigi yang sensitif.

  • Zinc Oxide Eugenol (ZOE): Bahan ini memiliki efek menenangkan pada pulpa gigi. ZOE sering digunakan untuk tambalan sementara pada gigi yang sensitif atau setelah perawatan saluran akar.
  • Cavit: Jenis tambalan sementara lain yang mudah diaplikasikan dan dilepas. Cavit sering dipakai untuk menutup kavitas sementara waktu, misalnya saat menunggu tambalan permanen atau kunjungan berikutnya.

Tambalan sementara tidak dirancang untuk bertahan lama. Kekuatan dan daya tahannya lebih rendah dibanding tambalan permanen.

Bagaimana Memilih Jenis Tambal Gigi yang Tepat?

Keputusan mengenai jenis tambal gigi yang tepat harus didiskusikan dengan dokter gigi. Beberapa faktor yang memengaruhi pilihan meliputi:

  • Ukuran dan lokasi lubang pada gigi.
  • Tekanan kunyah yang diterima gigi tersebut.
  • Pertimbangan estetika dan warna.
  • Anggaran dan biaya yang tersedia.
  • Kecenderungan alergi terhadap bahan tertentu.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali sangat dianjurkan. Segera konsultasi dengan dokter gigi apabila merasakan nyeri pada gigi, sensitivitas terhadap makanan atau minuman panas/dingin, atau melihat adanya lubang pada gigi.

Kesimpulan

Berbagai jenis tambal gigi tersedia untuk mengatasi masalah gigi berlubang atau rusak, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Pemilihan bahan tambalan yang sesuai akan sangat memengaruhi keberhasilan perawatan dan kenyamanan jangka panjang.

Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rekomendasi penanganan terbaik. Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai masalah gigi dan mulut, atau mencari informasi terpercaya seputar kesehatan, aplikasi Halodoc dapat menjadi solusi praktis.