Jenis Penyakit Tidak Menular dengan Risiko Kematian Tinggi

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   28 Desember 2022

"Penyakit tidak menular ternyata juga menyumbang risiko kematian tertinggi. Beberapa contohnya adalah penyakit jantung, kanker, diabetes sampai gangguan mental."

Jenis Penyakit Tidak Menular dengan Risiko Kematian TinggiJenis Penyakit Tidak Menular dengan Risiko Kematian Tinggi

Halodoc, Jakarta – Penyakit menular kerap ditakuti karena berpotensi mematikan. Faktanya, angka kematian yang disebabkan oleh penyakit yang tidak menular juga termasuk tinggi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia pada 2020, sebesar 66 persen angka kematian di Indonesia justru disebabkan oleh penyakit tidak menular. 

Mayoritas dari angka tersebut akibat penyakit yang bersifat kronis alias menahun. Selain itu, penyakit yang tidak menular cenderung bisa menyerang bagian tubuh manapun. Itu sebabnya, jenis penyakit ini terbilang lebih fatal meski perkembangannya cenderung lambat alias butuh waktu lama sampai bertahun-tahun. 

Penyakit Tidak Menular dengan Risiko Kematian Tertinggi

Berikut jenis-jenis penyakit tidak menular yang risiko kematiannya cukup tinggi:

1. Penyakit kardiovaskular

Sistem kardiovaskuler meliputi pembuluh darah dan bagian jantung. Jenis penyakit ini menyumbang angkat tertinggi di seluruh dunia. Selain itu, penyakit kardiovaskular juga berhubungan erat dengan obesitas, penyempitan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi. Beberapa jenis penyakit kardiovaskular yang paling sering menyebabkan kematian adalah serangan jantung, gagal jantung, penyakit jantung koroner dan stroke. 

2. Kanker

Kanker juga termasuk penyakit tidak menular yang umumnya dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. Jenis penyakit ini berada di urutan kedua penyebab kematian tertinggi setelah penyakit kardiovaskular. Jenis kanker yang paling banyak merenggut nyawa di Indonesia adalah kanker paru, prostat, dan kolorektal pada pria. Sementara itu, kanker kolorektal, serviks, dan payudara pada wanita menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian tertinggi. 

3. Diabetes

Gemar mengonsumsi makanan manis adalah biang keladi diabetes. Tanda yang paling khas adalah kadar gula darah yang terlampau tinggi. Lagi-lagi, penyebabnya adalah gaya hidup yang tidak sehat. Bagi seseorang yang keturunan diabetes, risikonya bisa bertambah berkali-kali lipat. 

Apabila tidak dikelola dengan baik, penyakit ini bisa merusak  organ-organ tubuh dan sederetan komplikasi lain yang membahayakan nyawa. Contohnya, kebutaan, penyakit jantung, infeksi berat, gagal ginjal, hyperglycemic hyperosmolar syndrome (HHS), dan ketoasidosis diabetik. 

4. Penyakit ginjal

Ada dua penyakit ginjal menyumbang angka kematian tinggi, yaitu gagal ginjal akut dan penyakit ginjal kronis. WHO memperkirakan ada sekitar lima sampai sepuluh juta orang dari seluruh dunia meninggal akibat keduanya. Bahkan tak sedikit yang memerlukan perawatan seumur hidupnya. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa merusak ginjal secara permanen yang meningkatkan risiko kematian. 

5. Masalah kesehatan mental

Kalau penyakit yang satu ini sering dianggap remeh oleh sebagian besar orang. Malahan, beberapa orang masih memberikan pandangan buruk terhadap pengidap gangguan. 

Ternyata, angka kematian karena gangguan mental juga juga cukup mencengangkan. Skizofrenia, depresi berat, dan masalah bipolar adalah jenis gangguan mental yang menyumbang angka tertinggi kematian. Sebagian besar penyebabnya yaitu mengakhiri hidup atau menyalahgunakan obat terlarang.

6. Masalah pernapasan kronis

Penyakit ini disebabkan oleh kebiasaan merokok, paparan polusi udara, asap rokok, atau zat kontaminan lainnya. Contoh penyakitnya adalah penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hipertensi pulmonal, asma, dan penyakit paru yang rentan menyerang pekerja tambang. 

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Bila kamu mengalami masalah yang berhubungan dengan mental, jangan ragu untuk menemui psikolog. Segera buat janji medis dengan psikolog di aplikasi Halodoc. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2022. Noncommunicable Disease Progress Monitor 2020.
Healthline. Diakses pada 2022. Most Common Noncommunicable Disease.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2022. Buku Pedoman Manajemen Penyakit Tidak Menular.

Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan