Ad Placeholder Image

Jerawat Bayi Bernanah: Wajar atau Perlu Penanganan?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Jerawat Bayi Bernanah: Wajar, Tapi Kapan ke Dokter?

Jerawat Bayi Bernanah: Wajar atau Perlu Penanganan?Jerawat Bayi Bernanah: Wajar atau Perlu Penanganan?

Mengenali Jerawat Bayi Bernanah: Penyebab, Penanganan, dan Kapan Harus ke Dokter

Jerawat bayi bernanah adalah kondisi yang seringkali menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Meskipun seringkali normal dan dapat sembuh dengan sendirinya, bintik bernanah pada kulit bayi juga bisa menjadi indikasi adanya kondisi lain yang memerlukan penanganan berbeda. Memahami penyebab dan cara penanganannya sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit bayi.

Apa Itu Jerawat Bayi Bernanah?

Jerawat bayi bernanah, atau yang secara medis dikenal sebagai akne neonatorum, adalah kondisi kulit yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah kecil, komedo, atau bintik bernanah pada wajah bayi, terutama di pipi, hidung, dan dahi. Meskipun tampilannya mirip jerawat pada remaja atau dewasa, penyebab dan penanganannya berbeda.

Penyebab Umum Jerawat Bayi Bernanah

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan munculnya jerawat bayi bernanah atau bintik-bintik mirip jerawat pada kulit bayi. Penting untuk membedakannya karena setiap kondisi memerlukan pendekatan penanganan yang spesifik.

  • Akne Neonatorum (Jerawat Bayi Sejati)
    Jenis jerawat ini muncul di bulan pertama kehidupan bayi. Diduga disebabkan oleh hormon ibu yang masih tersisa dalam tubuh bayi, merangsang kelenjar minyak bayi. Bintik-bintik bisa berupa komedo terbuka (blackhead), komedo tertutup (whitehead), atau bintik bernanah kecil. Umumnya, akne neonatorum akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu atau bulan tanpa meninggalkan bekas.
  • Milia
    Milia adalah bintik putih kecil seperti mutiara yang sering muncul di hidung, pipi, dan dagu bayi. Ini terjadi akibat penumpukan keratin (protein kulit) di bawah permukaan kulit. Milia tidak bernanah dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Folikulitis
    Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut, seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya benjolan kecil yang bisa berisi nanah di sekitar folikel rambut. Berbeda dengan akne neonatorum, folikulitis bisa terasa gatal dan menyebar jika tidak ditangani dengan tepat.
  • Impetigo
    Impetigo adalah infeksi kulit bakteri yang sangat menular, ditandai dengan luka merah yang cepat pecah, mengeluarkan cairan, dan membentuk kerak berwarna madu. Pada bayi, impetigo bisa muncul sebagai bintik berisi nanah yang terasa gatal dan bisa menyebar dengan cepat.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Meskipun jerawat bayi bernanah seringkali tidak berbahaya, konsultasi dengan dokter spesialis anak atau dokter kulit disarankan jika muncul gejala-gejala berikut:

  • Bintik bernanah tidak kunjung membaik atau semakin parah.
  • Jerawat bayi bernanah menyebar ke area tubuh lain di luar wajah.
  • Muncul gejala lain seperti gatal hebat, demam, atau bayi terlihat tidak nyaman.
  • Terdapat bintik di area lipatan kulit seperti ketiak, selangkangan, sela jari, area popok, atau di dalam mulut (yang bisa mengindikasikan infeksi jamur atau kondisi lain).
  • Bintik bernanah terlihat nyeri, bengkak, atau kemerahan.

Penanganan dan Perawatan Jerawat Bayi Bernanah di Rumah

Untuk kasus jerawat bayi bernanah yang ringan dan tidak menunjukkan tanda bahaya, perawatan di rumah berfokus pada kebersihan dan pencegahan iritasi.

  • Jaga Kebersihan Kulit
    Bersihkan wajah bayi dengan air hangat dan sabun bayi yang lembut sekali atau dua kali sehari. Keringkan dengan menepuk-nepuk lembut, bukan menggosok.
  • Hindari Memencet Jerawat
    Jangan pernah memencet atau menggaruk bintik bernanah. Ini dapat memperparah kondisi, menyebabkan infeksi, dan meninggalkan bekas luka.
  • Hindari Penggunaan Produk Berlebihan
    Jangan gunakan losion, minyak, atau krim berat pada kulit bayi yang berjerawat, kecuali jika direkomendasikan oleh dokter. Produk tersebut dapat menyumbat pori-pori dan memperburuk jerawat.
  • Gunakan Pakaian Longgar
    Pastikan bayi mengenakan pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat untuk mencegah iritasi kulit.
  • Biarkan Kulit Bernapas
    Hindari menutupi area yang berjerawat dengan topi atau selimut yang terlalu tebal.

Pencegahan Munculnya Jerawat Bayi Bernanah

Pencegahan jerawat bayi bernanah dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dan lingkungan yang sehat untuk kulit bayi.

  • Jaga agar kulit bayi tetap bersih dan kering.
  • Hindari paparan asap rokok atau polusi.
  • Pilih produk perawatan kulit bayi yang hipoalergenik dan bebas pewangi.
  • Hindari penggunaan deterjen pakaian yang keras.

Kesimpulan

Jerawat bayi bernanah adalah kondisi yang umum dan seringkali tidak berbahaya. Namun, mengenali tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis adalah kunci. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan kulit bayi, hindari memencet bintik bernanah, dan segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak melalui Halodoc jika kondisi tidak membaik, menyebar, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Penanganan yang tepat akan membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan kulit bayi.