Ad Placeholder Image

Jerawat di Alis Karena Ini, Dari Makeup Hingga Hormon.

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Jerawat di Alis Karena: Pori Tersumbat hingga Hormon

Jerawat di Alis Karena Ini, Dari Makeup Hingga Hormon.Jerawat di Alis Karena Ini, Dari Makeup Hingga Hormon.

Jerawat yang muncul di area alis adalah masalah kulit umum yang disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pori-pori tersumbat hingga ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini seringkali menimbulkan ketidaknyamanan dan dapat memengaruhi penampilan. Memahami akar penyebabnya penting untuk menemukan solusi yang tepat dan efektif.

Apa Itu Jerawat di Alis?

Jerawat di alis merujuk pada bintik-bintik kemerahan, pustula, komedo, atau benjolan yang muncul di sekitar area rambut alis. Sama seperti jerawat di bagian wajah lainnya, kondisi ini terjadi ketika folikel rambut atau pori-pori kulit di area alis mengalami penyumbatan. Meskipun seringkali dianggap sepele, jerawat di alis bisa menjadi indikator adanya masalah pada rutinitas perawatan kulit atau faktor internal tubuh.

Mengapa Jerawat Bisa Muncul di Alis?

Area alis memiliki kelenjar sebaceous atau kelenjar minyak yang aktif, mirip dengan area T-zone lainnya di wajah. Kelenjar ini menghasilkan sebum, minyak alami yang berfungsi melembapkan kulit. Namun, produksi sebum yang berlebihan, dikombinasikan dengan sel kulit mati, kotoran, dan bakteri, dapat menyumbat pori-pori. Penyumbatan inilah yang menjadi awal mula terbentuknya jerawat di alis.

Penyebab Utama Jerawat di Alis

Ada beberapa faktor spesifik yang menjadi penyebab jerawat di alis. Mengenali pemicunya dapat membantu dalam menentukan langkah penanganan yang paling tepat.

  • Pori-pori Tersumbat

    Ini adalah penyebab paling umum. Pori-pori kulit di sekitar alis dapat tersumbat oleh minyak berlebih (sebum), sel kulit mati, sisa kotoran, dan bakteri. Ketika pori-pori tersumbat, bakteri Propionibacterium acnes dapat berkembang biak dan memicu peradangan, yang kemudian menjadi jerawat.

  • Produk Perawatan yang Tidak Cocok

    Penggunaan produk perawatan rambut, seperti kondisioner, gel, atau wax rambut, serta produk makeup alis yang tebal atau berminyak, dapat menyumbat pori-pori di area tersebut. Penting untuk memilih produk yang berlabel non-komedogenik, artinya produk tersebut diformulasikan agar tidak menyumbat pori-pori.

  • Kebersihan Diri yang Kurang

    Kebiasaan menyentuh wajah, terutama area alis, dengan tangan yang kotor dapat mentransfer bakteri dan kotoran ke kulit. Selain itu, alat makeup yang kotor, seperti kuas alis, juga bisa menjadi sarang bakteri yang kemudian menyebabkan jerawat saat digunakan.

  • Perubahan Hormon

    Fluktuasi hormon, seperti yang terjadi selama masa pubertas, menstruasi, kehamilan, atau kondisi medis tertentu, dapat meningkatkan produksi sebum. Produksi minyak berlebih ini membuat kulit lebih rentan terhadap jerawat, termasuk di area alis.

  • Rambut Tumbuh ke Dalam (Ingrown Hair)

    Setelah mencukur, mencabut, atau waxing alis, terkadang rambut baru tumbuh ke dalam kulit alih-alih keluar. Kondisi ini disebut ingrown hair dan dapat menyebabkan benjolan kecil, kemerahan, dan nyeri yang mirip dengan jerawat.

Cara Mengatasi Jerawat di Alis

Penanganan jerawat di alis melibatkan kombinasi perawatan kulit yang tepat dan perubahan kebiasaan.

  • Rutinitas Perawatan Kulit yang Tepat

    Bersihkan wajah dua kali sehari dengan pembersih yang lembut dan diformulasikan untuk kulit berjerawat. Gunakan toner yang mengandung asam salisilat atau AHA untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori. Pelembap non-komedogenik tetap diperlukan agar kulit tidak kering.

  • Pembersihan Makeup yang Menyeluruh

    Pastikan untuk selalu membersihkan makeup alis dan wajah secara menyeluruh sebelum tidur. Gunakan penghapus makeup yang efektif diikuti dengan pembersih wajah. Cuci alat makeup secara rutin untuk mencegah penumpukan bakteri.

  • Penanganan Ingrown Hair

    Jika jerawat disebabkan oleh ingrown hair, hindari mencabut atau memencetnya. Kompres hangat dapat membantu rambut keluar. Gunakan produk eksfoliasi lembut atau konsultasikan dengan dokter kulit jika masalah ini berlanjut.

  • Konsultasi Medis

    Jika jerawat di alis tidak membaik dengan perawatan rumahan, atau jika kondisinya parah dan meradang, konsultasikan dengan dokter kulit. Dokter dapat merekomendasikan obat topikal, obat oral, atau prosedur lain yang sesuai.

Pencegahan Jerawat di Alis

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah proaktif dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko jerawat di alis.

  • Pilih produk makeup dan perawatan rambut yang non-komedogenik.
  • Bersihkan wajah secara teratur, terutama setelah beraktivitas yang menghasilkan keringat.
  • Hindari menyentuh area alis terlalu sering dengan tangan kotor.
  • Cuci kuas dan spons makeup secara rutin.
  • Cukur atau cabut alis dengan hati-hati untuk mencegah ingrown hair. Gunakan teknik yang benar dan alat yang bersih.
  • Kelola stres dan jaga pola makan seimbang, karena keduanya dapat memengaruhi kesehatan kulit.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Jerawat di alis adalah kondisi yang dapat ditangani dengan perawatan yang tepat dan perubahan gaya hidup. Apabila jerawat di alis terasa mengganggu, tidak kunjung membaik, atau disertai tanda-tanda infeksi parah seperti nyeri hebat dan demam, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter kulit. Melalui aplikasi Halodoc, dapat membuat janji konsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit.