
Jerawat Hormon: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
Jerawat bisa muncul karena penumpukan kotoran pada kulit serta masalah hormon. Kamu bisa mengatasi jerawat hormon dengan menggunakan krim Haloskin Acne Fighting by Halodoc.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Jerawat Hormon
- Penyebab dan Pemicu Jerawat Hormonal
- Perawatan Tambahan di Rumah
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Jerawat merupakan masalah kulit yang hampir pernah dialami oleh semua orang. Namun, ketika jerawat terus-menerus muncul, terutama di area sekitar rahang, dagu, dan leher pada usia dewasa, kemungkinan besar kamu sedang berhadapan dengan jerawat hormonal. Berbeda dengan jerawat remaja yang umumnya dipicu oleh kelebihan produksi minyak akibat lonjakan hormon pubertas secara umum, jerawat hormonal pada orang dewasa sering kali terkait erat dengan fluktuasi hormon yang spesifik, seperti estrogen, progesteron, dan androgen.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman secara fisik seperti nyeri dan peradangan, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Jerawat hormonal biasanya berbentuk kistik (batu), teraba keras di bawah kulit, dan lebih sulit untuk diatasi hanya dengan menggunakan sabun cuci muka biasa. Fluktuasi hormon yang terjadi menjelang siklus menstruasi, selama kehamilan, menopause, atau akibat kondisi medis tertentu seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), membuat jerawat ini memiliki pola kekambuhan yang sangat khas.
Oleh karena itu, menemukan cara menghilangkan jerawat hormon bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena dengan konsultasi ke dokter spesialis kulit di Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja, kamu bisa mendapatkan diagnosis serta penanganan medis yang paling sesuai dengan kondisi kulitmu. Selain perawatan dari dalam, penggunaan produk-produk topikal yang tepat juga sangat membantu meredakan peradangan.
Mengingat penanganan jerawat hormonal membutuhkan kesabaran dan konsistensi, penting untuk mengetahui produk apa saja yang aman dan efektif digunakan. Nah, mau tahu apa saja pilihan obat topikal maupun suplemen yang bisa membantu? Berikut ulasannya secara lengkap!
Rekomendasi Obat Jerawat Hormon yang Ampuh
Berikut adalah beberapa produk obat bebas, obat bebas terbatas, dan suplemen yang dapat kamu gunakan sebagai langkah awal untuk meredakan peradangan dan mengatasi jerawat hormonal yang membandel. Pastikan untuk selalu membaca aturan pakai sebelum menggunakan produk-produk ini.
1. Verile Acne Gel 10 g
Verile Acne Gel merupakan sediaan gel transparan yang sangat populer dan terpercaya untuk merawat kulit berjerawat. Produk ini mengandung bahan aktif Salicylic Acid (asam salisilat), Allantoin, dan Niacinamide (vitamin B3). Asam salisilat bekerja sebagai agen keratolitik yang membantu melepaskan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori, yang sering kali menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab jerawat hormon. Sementara itu, Allantoin berfungsi sebagai zat yang menenangkan kulit (soothing agent) untuk mengurangi kemerahan, dan Niacinamide membantu memudarkan noda hitam bekas jerawat.
Manfaat spesifik dari Verile Acne Gel adalah mempercepat proses pengeringan jerawat tanpa membuat kulit di sekitarnya menjadi terlalu kering atau mengelupas hebat. Karena teksturnya yang berupa gel transparan, obat ini sangat nyaman digunakan pada pagi hari sebelum menggunakan kosmetik atau tabir surya.
Dosis dan aturan pakai:
- Bersihkan wajah terlebih dahulu, lalu oleskan gel tipis-tipis tepat pada area kulit yang berjerawat.
- Dapat digunakan 2 hingga 3 kali sehari (pagi, siang, dan malam hari).
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan hindari kontak langsung dengan area mata atau membran mukosa lainnya.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Verile Acne Gel 10 g di Toko Kesehatan Halodoc
2. Acnes Sealing Jell 9 g
Pilihan selanjutnya adalah Acnes Sealing Jell. Produk ini diformulasikan secara khusus dengan kandungan kombinasi Isopropyl Methylphenol (IPMP), Salicylic Acid, dan Sulfur. Kombinasi ketiga bahan aktif ini bekerja secara sinergis untuk memberikan efek antibakteri yang kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Sulfur juga berperan ganda dalam menyerap kelebihan sebum (minyak) yang produksinya sering meningkat akibat fluktuasi hormon androgen, sekaligus membantu mengeringkan jerawat secara lebih cepat.
Manfaat spesifik produk ini sangat cocok untuk jenis jerawat hormonal yang meradang, membengkak, dan bernanah (pustula). Acnes Sealing Jell juga mengandung vitamin E dan B6 yang berfungsi sebagai antioksidan serta menutrisi kulit agar proses penyembuhan jaringan kulit menjadi lebih optimal.
Dosis dan aturan pakai:
- Gunakan pada wajah yang telah dibersihkan.
- Oleskan sedikit gel langsung pada jerawat. Gunakan 1-3 kali sehari, terutama pada malam hari sebelum tidur untuk hasil yang maksimal.
Obat ini termasuk golongan obat bebas, aman digunakan sebagai pertolongan pertama pada jerawat. Namun, jika terjadi iritasi atau kulit menjadi sangat kering, kurangi frekuensi penggunaan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Acnes Sealing Jell 9 g di Toko Kesehatan Halodoc
3. Benzolac 2.5% Gel 5 g
Benzolac 2.5% Gel adalah obat jerawat topikal yang mengandung bahan aktif Benzoyl Peroxide (BPO) dengan konsentrasi 2.5%. Berbeda dengan asam salisilat yang hanya mengelupas pori-pori, Benzoyl Peroxide adalah zat antimikroba kuat yang bekerja dengan cara melepaskan oksigen ke dalam pori-pori kulit. Bakteri penyebab jerawat tidak dapat bertahan hidup dalam lingkungan yang kaya oksigen, sehingga bakteri tersebut akan mati dan peradangan pada jerawat hormon kistik dapat mereda lebih cepat.
Manfaat spesifik dari konsentrasi 2.5% ini adalah memberikan efektivitas pengobatan jerawat ringan hingga sedang dengan risiko iritasi yang jauh lebih rendah dibandingkan konsentrasi BPO yang lebih tinggi. Produk ini sangat direkomendasikan untuk menekan benjolan jerawat hormonal yang baru mulai meradang dan terasa nyeri.
Dosis dan aturan pakai:
- Bersihkan wajah dan keringkan. Oleskan tipis-tipis pada area jerawat 1 hingga 2 kali sehari.
- Bagi pemula, sangat disarankan untuk menggunakannya 1 kali sehari saja pada malam hari agar kulit beradaptasi terlebih dahulu.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Benzoyl peroxide dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, sehingga wajib menggunakan tabir surya di pagi hari. Hindari juga kontak dengan rambut atau pakaian berwarna karena bahan ini dapat menyebabkan pemudaran warna (bleaching).
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Benzolac 2.5% Gel 5 g di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mencegah Jerawat Hormon Bertambah Parah
- Jangan Memencet Jerawat: Jerawat hormonal sering kali tidak memiliki “mata”. Memencetnya hanya akan mendorong bakteri dan nanah lebih dalam ke kulit, memicu peradangan lebih luas, dan menyebabkan bekas luka kehitaman (PIH) atau bopeng.
- Perhatikan Pola Makan: Batasi konsumsi susu sapi (dairy) dan makanan dengan indeks glikemik tinggi (seperti gula, roti putih, makanan manis). Makanan tersebut dapat memicu lonjakan insulin yang merangsang hormon androgen memproduksi lebih banyak sebum.
- Kelola Tingkat Stres: Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang dapat memicu kelenjar minyak memproduksi sebum berlebihan, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.
4. Oxy 5 Acne Pimple Medication 10 g
Bagi kamu yang memiliki jerawat hormonal yang lebih membandel, Oxy 5 Acne Pimple Medication dapat menjadi alternatif yang patut dicoba. Mirip dengan Benzolac, produk ini juga menggunakan bahan aktif utama Benzoyl Peroxide, namun dengan konsentrasi yang sedikit lebih tinggi, yakni 5%. Formulasi Oxy dirancang secara khusus untuk mengatasi jerawat yang tidak mempan dengan pengobatan standar.
Manfaat spesifik dari Oxy 5 adalah aksinya yang sangat cepat dalam mematikan bakteri jerawat secara tuntas. Produk ini tidak hanya mengatasi bakteri, tetapi juga menyerap minyak berlebih di permukaan kulit dan mencegah pembentukan jerawat baru di area sekitarnya.
Dosis dan aturan pakai:
- Kocok tube terlebih dahulu sebelum digunakan.
- Cuci muka, keringkan, lalu oleskan secara merata pada area yang berjerawat saja (spot treatment).
- Gunakan 1 kali sehari pada awalnya. Jika kulit mentolerir dengan baik, bisa ditingkatkan menjadi 2 kali sehari.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Mengingat konsentrasinya mencapai 5%, risiko kulit menjadi kering, merah, dan mengelupas lebih tinggi. Sangat disarankan untuk mengaplikasikan pelembap (moisturizer) non-komedogenik setelah penggunaan obat ini.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Oxy 5 Acne Pimple Medication 10 g di Toko Kesehatan Halodoc
5. Nourish Skin Ultimate 15 Tablet
Karena jerawat hormonal bermula dari dalam tubuh, perawatan secara topikal saja terkadang tidak cukup. Nourish Skin Ultimate 15 Tablet adalah suplemen kulit yang diformulasikan dengan Marine Protein, Collagen, Hyaluronic Acid, serta berbagai vitamin dan mineral esensial seperti Vitamin C, Vitamin E, Zinc, dan Selenium. Zinc sangat dikenal dalam dunia dermatologi sebagai mineral anti-inflamasi yang mampu meredakan peradangan jerawat dan membantu meregulasi produksi hormon serta sebum dari dalam tubuh.
Manfaat spesifik suplemen ini adalah membantu menutrisi sel-sel kulit dari dalam, mempercepat regenerasi sel kulit untuk memudarkan bekas jerawat, menangkal radikal bebas, dan menjaga elastisitas kulit. Dengan asupan nutrisi yang tepat, dinding sel kulit menjadi lebih kuat menghadapi peradangan yang diakibatkan oleh gejolak hormon.
Dosis dan aturan pakai:
- Untuk pengobatan awal jerawat/masalah kulit parah: Konsumsi 1 tablet, 2 kali sehari (pagi dan malam) setelah makan.
- Untuk pemeliharaan: Konsumsi 1 tablet, 1 kali sehari setelah makan malam.
Obat ini termasuk golongan vitamin dan suplemen bebas. Konsumsi secara teratur selama minimal 1-2 bulan biasanya diperlukan untuk melihat hasil yang signifikan pada tekstur dan kesehatan kulit secara menyeluruh.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Nourish Skin Ultimate 15 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Penyebab dan Pemicu Jerawat Hormonal
Memahami penyebab di balik jerawat hormonal adalah kunci utama untuk mendapatkan perawatan yang paling efektif. Berbagai faktor internal tubuh saling berinteraksi hingga pada akhirnya memicu timbulnya jerawat ini. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
1. Siklus Menstruasi dan Hormon Androgen
Sekitar satu minggu sebelum menstruasi dimulai, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh wanita cenderung menurun. Penurunan ini menyebabkan rasio hormon testosteron (sejenis hormon androgen) menjadi relatif lebih dominan. Kelebihan androgen akan menstimulasi kelenjar sebasea untuk memproduksi sebum atau minyak kulit dalam jumlah masif. Sebum berlebih ini bercampur dengan sel kulit mati, lalu menyumbat pori-pori dan menjadi tempat yang sempurna bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak.
2. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
PCOS adalah gangguan hormon yang umum terjadi pada wanita usia subur. Wanita dengan PCOS memproduksi hormon androgen secara berlebihan. Selain memicu siklus menstruasi yang tidak teratur dan pertumbuhan rambut halus di wajah, kadar androgen yang tinggi ini sangat identik dengan kemunculan jerawat kistik yang parah, nyeri, dan menetap di sepanjang garis rahang (jawline) serta dagu.
Perawatan Tambahan di Rumah
Mengandalkan obat-obatan saja tanpa memperbaiki rutinitas perawatan kulit (skincare) dan gaya hidup harian tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Untuk meredakan kondisi ini, kamu juga perlu melakukan beberapa langkah berikut:
1. Rutin Membersihkan Wajah dengan Sabun Lembut
Gunakan pembersih wajah berbahan lembut (gentle cleanser) maksimal 2 kali sehari. Hindari penggunaan sabun yang mengandung scrub kasar (physical exfoliant) pada saat jerawat sedang meradang aktif karena gesekan tersebut dapat merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier) dan memperburuk peradangan. Cari pembersih wajah yang mencantumkan label “non-comedogenic”.
2. Penggunaan Sunscreen Setiap Hari
Bekas jerawat hormonal sering kali meninggalkan noda hitam (hiperpigmentasi pasca-inflamasi) yang sangat sulit hilang. Mengoleskan tabir surya (sunscreen) dengan SPF minimal 30 setiap pagi sangat penting untuk mencegah hiperpigmentasi ini menjadi semakin gelap akibat paparan sinar ultraviolet matahari. Apalagi jika kamu sedang menggunakan obat jerawat seperti asam salisilat atau benzoyl peroxide yang membuat kulit ekstra sensitif terhadap matahari.
Studi Mengenai Jerawat Hormonal dan Penanganannya
The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menerbitkan sebuah studi mendalam pada tahun 2019 yang menjelaskan bahwa pengelolaan jerawat hormonal pada orang dewasa membutuhkan pendekatan kombinasi. Studi ini menyoroti bahwa terapi topikal konvensional (seperti retinoid dan benzoyl peroxide) harus sering kali dibarengi dengan perubahan gaya hidup atau terapi anti-androgen oral untuk hasil jangka panjang.
Lebih lanjut, temuan dari penelitian tersebut menegaskan bahwa pola makan yang tinggi laktosa (dairy products) dan indeks glikemik tinggi berkontribusi secara signifikan pada tingkat keparahan jerawat hormonal pada populasi wanita dewasa. Modifikasi diet ternyata terbukti dapat menurunkan intensitas munculnya jerawat batu bulanan.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Meskipun obat dan suplemen bebas sangat membantu meredakan gejala, jerawat hormonal yang persisten, sangat nyeri, dan meninggalkan jaringan parut sering kali memerlukan penanganan medis yang lebih komprehensif, seperti pemberian obat resep oral oleh dokter.
Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Produk dijamin asli dan akan langsung diantar ke depan pintu rumahmu.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan rekomendasi penanganan dan resep yang paling sesuai.
Referensi:
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2024. Adult acne.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Acne – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Hormonal Acne: Symptoms, Causes & Treatments.
NCBI – The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. Diakses pada 2024. Emerging Issues in Adult Female Acne.
Halodoc. Diakses pada 2024. Jerawat.
FAQ
1. Apakah ada cara menghilangkan jerawat hormon secara alami?
Cara menghilangkan jerawat hormon secara alami biasanya bersifat suportif, bukan pengobatan utama. Kamu bisa menggunakan kompres hangat untuk meredakan nyeri, mengoleskan minyak tea tree (tea tree oil) yang memiliki sifat antibakteri alami, dan memperbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan serta omega-3.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi jerawat hormonal?
Penanganan jerawat hormonal membutuhkan kesabaran. Biasanya, diperlukan waktu sekitar 4 hingga 8 minggu penggunaan obat jerawat secara konsisten untuk melihat perbaikan yang nyata pada kulit. Jika lebih dari 3 bulan tidak ada perubahan, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.
3. Apakah saya boleh memencet jerawat kistik hormonal yang terasa gatal?
Sangat tidak disarankan. Jerawat hormonal biasanya tumbuh dalam di bawah kulit dan tidak memiliki puncak nanah (mata). Memencetnya berisiko besar menyebarkan infeksi, merusak jaringan kulit secara permanen, dan memperparah pembengkakan.
4. Makanan apa yang harus dihindari untuk mencegah jerawat hormonal?
Sebaiknya kurangi konsumsi susu sapi dan produk olahannya (keju, es krim) serta makanan olahan tinggi gula seperti roti putih, kue manis, dan soda. Makanan tersebut dapat memicu lonjakan insulin yang akhirnya merangsang hormon pemicu produksi minyak berlebih.


