Ad Placeholder Image

Kaki Pengkor: Tangani Dini, Anak Tetap Bisa Jalan Normal

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Kaki Pengkor pada Bayi Bisa Sembuh dengan Penanganan Dini

Kaki Pengkor: Tangani Dini, Anak Tetap Bisa Jalan NormalKaki Pengkor: Tangani Dini, Anak Tetap Bisa Jalan Normal

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar istilah kaki pengkor atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan CTEV? CTEV adalah singkatan dari Congenital Talipes Equinovarus, sebuah kondisi kelainan bawaan di mana kaki bayi tampak bengkok ke arah dalam atau ke bawah. Kondisi ini biasanya sudah terlihat jelas sejak bayi baru lahir dan dapat mengenai salah satu kaki (unilateral) maupun kedua kaki (bilateral).

Bagi orang tua, melihat buah hati lahir dengan kondisi fisik yang tidak biasa tentu menimbulkan rasa khawatir yang mendalam. Namun, hal terpenting yang perlu dipahami adalah bahwa CTEV bukanlah kondisi yang menyakitkan bagi bayi saat lahir. Masalah utama akan muncul di kemudian hari ketika anak mulai belajar berjalan, di mana ia mungkin akan berjalan di atas sisi samping kakinya atau bahkan punggung kakinya jika tidak ditangani dengan benar.

Penanganan dini menjadi kunci utama agar anak dapat tumbuh normal dan memiliki fungsi kaki yang optimal. Jika kamu mendapati tanda-tanda kelainan posisi kaki pada si kecil, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Deteksi dini melalui skrining fisik oleh ahli ortopedi akan menentukan keberhasilan terapi jangka panjang.

Kondisi CTEV tidak dapat sembuh dengan sendirinya tanpa intervensi medis. Meskipun CTEV adalah masalah struktural tulang dan jaringan lunak, pemenuhan kebutuhan nutrisi pendukung selama masa pertumbuhan tetap penting. Untuk kebutuhan suplemen pendukung tulang atau perlengkapan perawatan bayi lainnya, kamu bisa beli obat online di Halodoc dengan jaminan produk asli dan pengiriman cepat.

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu CTEV

Secara anatomis, CTEV melibatkan deformitas pada empat komponen utama kaki yang sering disingkat dengan CAVE. Pertama adalah Cavus (lengkungan kaki tengah yang tinggi), kedua adalah Adductus (bagian depan kaki menekuk ke dalam), ketiga adalah Varus (tumit menekuk ke dalam), dan keempat adalah Equinus (kaki menunjuk ke bawah/jinjit).

Kelainan ini terjadi karena tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang) di bagian dalam dan belakang kaki bayi lebih pendek dari yang seharusnya. Akibatnya, tendon ini menarik kaki ke posisi yang tidak normal. CTEV terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu CTEV postural yang bersifat fleksibel dan biasanya membaik dengan latihan peregangan, serta CTEV struktural yang memerlukan penanganan medis intensif oleh spesialis bedah ortopedi anak.

Penyebab dan Faktor Risiko CTEV

Hingga saat ini, penyebab pasti mengapa seorang bayi mengalami CTEV belum diketahui secara sepenuhnya (idiopatik). Namun, para ahli kesehatan meyakini adanya kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan selama masa kehamilan. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terjadinya CTEV meliputi:

  • Riwayat Keluarga: Jika salah satu orang tua atau saudara kandung memiliki riwayat kaki pengkor, risiko bayi lahir dengan kondisi yang sama akan meningkat secara signifikan.
  • Kondisi Lingkungan: Paparan zat berbahaya seperti asap rokok atau penggunaan obat-obatan tertentu selama masa kehamilan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kelainan bawaan.
  • Masalah Cairan Ketuban: Kondisi oligohidramnion atau jumlah cairan ketuban yang terlalu sedikit selama di dalam rahim dapat memberikan tekanan mekanik pada kaki bayi, memicu posisi yang tidak normal.
  • Kelainan Saraf dan Otot: Dalam beberapa kasus, CTEV bisa menjadi bagian dari sindrom atau kelainan neurologis lain seperti spina bifida.
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai Selama Kehamilan
  1. Kebiasaan merokok aktif maupun pasif yang mengganggu aliran oksigen ke janin.
  2. Riwayat diabetes pada ibu yang tidak terkontrol dengan baik.
  3. Adanya infeksi tertentu selama trimester pertama kehamilan.

Gejala Khas Kaki Pengkor pada Bayi

Gejala CTEV sangat khas dan biasanya langsung dikenali oleh dokter atau bidan sesaat setelah proses persalinan. Beberapa karakteristik utamanya adalah:

1. Posisi Kaki yang Memutar

Bagian atas kaki biasanya memutar ke bawah dan ke dalam, meningkatkan lengkungan kaki dan memutar tumit ke arah dalam. Dalam kasus yang parah, kaki mungkin tampak seolah-olah terbalik.

2. Ukuran Kaki yang Lebih Kecil

Kaki yang terkena CTEV mungkin terlihat sedikit lebih pendek (sekitar 1-2 cm) dibandingkan dengan kaki yang normal jika hanya satu sisi yang terkena.

3. Otot Betis yang Kurang Berkembang

Otot-otot pada bagian betis kaki yang mengalami kelainan biasanya tampak lebih kecil dan kurang berisi dibandingkan betis kaki yang sehat.

4. Keterbatasan Gerak

Berbeda dengan kaki bayi normal yang sangat lentur, kaki dengan CTEV struktural akan terasa kaku saat mencoba digerakkan ke posisi normal oleh tangan medis.

Metode Penanganan Medis untuk CTEV

Tujuan utama dari pengobatan CTEV adalah untuk mencapai kaki yang fungsional, bebas nyeri, dan memungkinkan anak untuk memakai sepatu standar saat ia tumbuh besar. Ada dua pendekatan utama yang dilakukan oleh tim medis:

1. Metode Ponseti (Non-Bedah)

Ini adalah standar emas (gold standard) penanganan CTEV di seluruh dunia. Metode ini melibatkan beberapa tahap:

  • Serial Casting: Kaki bayi dimanipulasi secara perlahan ke posisi yang lebih benar, lalu dipasang gips (cast). Gips ini diganti setiap minggu selama 5-8 minggu.
  • Tenotomy: Prosedur bedah kecil untuk memotong tendon Achilles yang kaku agar kaki bisa jinjit ke atas dengan benar.
  • Bracing: Setelah posisi kaki terkoreksi, bayi wajib menggunakan sepatu khusus yang dihubungkan dengan batang besi (Dennis Browne bar). Sepatu ini harus dipakai 23 jam sehari selama 3 bulan pertama, kemudian hanya saat tidur hingga anak berusia 4-5 tahun untuk mencegah kekambuhan.

2. Tindakan Operasi (Bedah)

Jika metode Ponseti tidak berhasil atau jika kondisi didiagnosis terlambat, dokter mungkin menyarankan operasi rekonstruksi untuk melepaskan jaringan lunak yang kaku dan memperbaiki posisi sendi. Namun, dengan kemajuan teknik Ponseti, kebutuhan akan operasi besar semakin berkurang.

Studi Mengenai Efektivitas Metode Ponseti

Journal of Bone and Joint Surgery menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa tingkat keberhasilan metode Ponseti dalam mengoreksi CTEV mencapai lebih dari 90% jika dilakukan oleh praktisi yang berpengalaman dan diikuti dengan kepatuhan penggunaan brace oleh orang tua.

Penelitian tersebut menekankan bahwa kunci keberhasilan jangka panjang bukan hanya pada saat pemasangan gips, melainkan pada kedisiplinan orang tua dalam memastikan anak menggunakan sepatu brace hingga usia balita. Kegagalan dalam penggunaan brace adalah penyebab utama terjadinya relaps atau kekambuhan posisi kaki kembali ke bentuk semula.

Peran Orang Tua dalam Perawatan di Rumah

Dukungan keluarga adalah aspek krusial dalam perjalanan kesembuhan anak dengan CTEV. Mengingat terapi ini memakan waktu bertahun-tahun (terutama fase bracing), orang tua perlu memahami langkah-langkah berikut:

1. Pemantauan Kulit

Pastikan area kulit di sekitar gips atau sepatu brace tidak mengalami lecet, kemerahan yang ekstrem, atau pembengkakan yang mencurigakan.

2. Fisioterapi Mandiri

Lakukan gerakan peregangan lembut sesuai arahan dokter spesialis rehabilitasi medik untuk menjaga fleksibilitas sendi dan otot kaki anak.

Meskipun CTEV adalah kondisi yang menantang, perkembangan medis saat ini memungkinkan anak-anak dengan kaki pengkor untuk memiliki kualitas hidup yang sama baiknya dengan anak lainnya. Konsistensi dalam mengikuti jadwal kontrol dokter dan kepatuhan terhadap terapi adalah modal utama bagi masa depan langkah kaki si kecil.

Kamu bisa mendapatkan berbagai keperluan medis, seperti kasa steril atau produk perawatan kulit bayi, dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat dan akurat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Clubfoot.
Orthoinfo – American Academy of Orthopaedic Surgeons. Diakses pada 2026. Congenital Clubfoot.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Clubfoot (Congenital Talipes Equinovarus).
Global HELP Organization. Diakses pada 2026. Clubfoot: Ponseti Management.

FAQ

1. Apakah ctev adalah kondisi yang bisa disembuhkan total?

Ya, dengan penanganan yang tepat dan sedini mungkin menggunakan Metode Ponseti, sebagian besar anak dengan CTEV dapat memiliki kaki yang fungsional dan mampu beraktivitas normal seperti berlari dan berolahraga tanpa hambatan berarti.

2. Kapan sebaiknya terapi CTEV dimulai?

Sangat disarankan untuk memulai terapi segera setelah bayi lahir, idealnya dalam satu atau dua minggu pertama kehidupan, karena jaringan kaki bayi masih sangat fleksibel dan mudah dibentuk.

3. Apakah anak dengan CTEV nantinya bisa berjalan normal?

Tentu saja. Dengan koreksi yang sempurna, anak tidak akan mengalami pincang dan bisa menggunakan sepatu umum. Hanya saja, mungkin terdapat sedikit perbedaan ukuran otot betis antara kaki yang pernah terkena CTEV dengan yang tidak.

4. Bisakah CTEV dideteksi saat bayi masih dalam kandungan?

Bisa. Kelainan posisi kaki ini sering kali sudah dapat terdeteksi melalui pemeriksaan USG kehamilan rutin pada trimester kedua (sekitar minggu ke-20), sehingga orang tua bisa mempersiapkan rencana persalinan dan konsultasi ortopedi lebih awal.

Punya Keluhan Kesehatan Bayi tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan pada buah hati atau bingung memahami kondisi medis tertentu, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.