Ad Placeholder Image

Kalori Bayam: Rendah, Sehat, dan Beda Tiap Dimasak.

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Kalori Bayam: Rendah, Tapi Awas Kalau Salah Olah!

Kalori Bayam: Rendah, Sehat, dan Beda Tiap Dimasak.Kalori Bayam: Rendah, Sehat, dan Beda Tiap Dimasak.

DAFTAR ISI


Sayuran hijau, khususnya bayam, merupakan salah satu primadona di meja makan keluarga Indonesia. Selain harganya yang terjangkau dan mudah ditemukan di pasar maupun swalayan, bayam sangat praktis untuk diolah. Salah satu cara paling umum untuk menikmati sayuran ini adalah dengan merebusnya menjadi sayur bening atau sebagai pelengkap pecel. Namun, bagi kamu yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau sekadar ingin menjaga asupan energi harian, pertanyaan yang sering muncul adalah: bayam rebus berapa kalori?

Mengetahui jumlah kalori dalam makanan yang kita konsumsi sangatlah penting, terutama jika kamu sedang menghitung defisit kalori atau mencoba mengelola kondisi kesehatan tertentu seperti obesitas atau diabetes. Sayuran hijau pada dasarnya dikenal sebagai makanan yang padat nutrisi namun sangat rendah kalori. Sayangnya, proses memasak terkadang bisa memengaruhi berat, tekstur, dan kandungan gizi dari sayuran tersebut. Itulah mengapa nilai nutrisi antara bayam mentah dan bayam rebus bisa sedikit berbeda dalam takaran yang sama.

Bayam tidak hanya sekadar makanan rendah kalori, melainkan sebuah superfood yang kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dari menjaga kesehatan mata, memperkuat struktur tulang, hingga mencegah kondisi kurang darah atau anemia, bayam menawarkan segudang manfaat yang sayang untuk dilewatkan. Namun, tahukah kamu bahwa cara merebus yang salah justru bisa menghilangkan sebagian besar vitamin penting di dalamnya?

Nah, mau tahu apa saja fakta nutrisi di balik bayam, jawaban pasti mengenai jumlah kalorinya, serta tips mengolahnya secara sehat? Berikut ulasan lengkapnya!

Fakta Nutrisi: Bayam Rebus Berapa Kalori?

Jika kamu bertanya-tanya bayam rebus berapa kalori, jawabannya akan membuat kamu yang sedang diet merasa lega. Bayam adalah salah satu sayuran dengan kandungan kalori terendah di dunia. Dalam 100 gram bayam mentah, kalorinya hanya berkisar di angka 23 kalori. Lalu, bagaimana jika direbus?

Ketika direbus, bayam akan layu dan kehilangan sebagian volume airnya, sehingga daunnya menjadi lebih padat. Oleh karena itu, dalam takaran 100 gram bayam yang sudah direbus (ditiriskan dari air rebusan), jumlah kalorinya akan sedikit meningkat menjadi sekitar 24 hingga 41 kalori, tergantung seberapa banyak air yang terbuang dan seberapa padat bayam tersebut ditimbang. Peningkatan kalori ini bukan karena penambahan kalori dari luar, melainkan karena konsentrasi daun bayam dalam 100 gram menjadi lebih banyak dibandingkan saat masih mentah.

Selain sangat rendah kalori, profil makronutrien bayam juga sangat bersahabat untuk diet. Dalam secangkir bayam rebus, mayoritas kandungannya adalah air (sekitar 90%), karbohidrat kompleks, serat, dan sedikit protein nabati. Bayam nyaris tidak mengandung lemak sama sekali. Kandungan serat yang tinggi di dalamnya membuat proses pencernaan berjalan lebih lambat, sehingga tubuh bisa merasa kenyang lebih lama. Ini adalah alasan mengapa bayam rebus adalah menu wajib bagi kamu yang ingin mengontrol nafsu makan.

Dari segi mikronutrien, bayam rebus adalah gudangnya vitamin. Sayuran ini kaya akan Vitamin A (dalam bentuk beta-karoten), Vitamin C, Vitamin K1, Asam Folat (Vitamin B9), serta kalsium dan zat besi. Meskipun proses perebusan bisa melarutkan sebagian Vitamin C ke dalam air, proses pemanasan justru membuat beta-karoten (sumber Vitamin A) menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh manusia. Oleh sebab itu, konsumsi bayam rebus sebenarnya memberikan keuntungan penyerapan nutrisi yang berbeda dibandingkan bayam mentah.

Manfaat Mengonsumsi Bayam Rebus bagi Tubuh

Dengan profil nutrisi yang luar biasa hebat, menjadikan bayam rebus sebagai bagian dari menu harianmu akan memberikan banyak keuntungan medis. Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan dari konsumsi bayam yang perlu kamu ketahui:

1. Mencegah Anemia dan Menjaga Produksi Darah

Bayam sering kali dikaitkan dengan darah, dan hal ini didasarkan pada fakta medis. Bayam merupakan sumber zat besi nabati (non-heme) yang sangat baik. Zat besi adalah komponen utama pembentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia, yang ditandai dengan gejala lelah, letih, lesu, pucat, dan sakit kepala. Meskipun zat besi dalam bayam tergolong non-heme yang penyerapannya tidak sebaik zat besi hewani, kandungan Vitamin C dalam bayam turut membantu memaksimalkan proses penyerapan tersebut. Jika kamu merasa kebutuhan harian tidak terpenuhi hanya dari makanan atau mengalami gejala anemia yang cukup berat, kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli suplemen zat besi dengan mudah dan praktis melalui aplikasi Halodoc.

2. Menjaga Kesehatan Mata Secara Optimal

Bayam kaya akan zeaxanthin dan lutein. Keduanya adalah karotenoid yang bertanggung jawab atas warna pada beberapa jenis sayuran, namun pada bayam, warna hijau dari klorofil menutupinya. Lutein dan zeaxanthin berfungsi sebagai tabir surya alami bagi mata manusia. Mereka melindungi makula pada mata dari kerusakan akibat paparan cahaya biru (blue light) dari layar gawai dan paparan sinar matahari langsung. Konsumsi rutin terbukti secara ilmiah dapat menurunkan risiko degenerasi makula terkait usia dan katarak, yang merupakan penyebab utama kebutaan di seluruh dunia.

3. Mengontrol Tekanan Darah dan Menjaga Jantung

Kandungan nitrat alami dalam bayam terbukti mampu memberikan efek relaksasi pada pembuluh darah (vasodilatasi). Proses ini membuat aliran darah menjadi lebih lancar sehingga jantung tidak perlu memompa terlalu keras. Hasilnya, tekanan darah bisa menurun dan lebih terkontrol. Selain nitrat, bayam juga tinggi akan kalium, mineral yang bekerja melawan efek buruk natrium (garam) dalam tubuh. Tekanan darah yang stabil adalah kunci utama untuk terhindar dari risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

4. Memperkuat Tulang dan Mencegah Osteoporosis

Sering kali kita hanya mengandalkan susu untuk mendapatkan kalsium. Padahal, secangkir bayam rebus mengandung jumlah Vitamin K yang sangat melimpah. Vitamin K bertugas mengaktifkan osteocalcin, yaitu protein utama non-kolagen dalam tulang. Protein ini berfungsi untuk mengikat molekul kalsium di dalam tulang. Tanpa Vitamin K yang cukup, kalsium yang kita konsumsi tidak akan bisa membentuk struktur tulang yang padat. Oleh karena itu, konsumsi bayam sangat disarankan bagi wanita yang memasuki masa menopause untuk mencegah terjadinya osteoporosis.

Cara Memasak Bayam agar Nutrisinya Tetap Terjaga

Mengetahui bayam rebus berapa kalori adalah satu hal, tetapi mengetahui cara merebusnya dengan benar adalah hal yang tidak kalah penting. Vitamin C dan beberapa jenis Vitamin B kompleks yang ada dalam bayam bersifat larut air. Artinya, semakin lama kamu merebus bayam dalam air panas, semakin banyak vitamin yang “bocor” dan larut ke dalam kuah rebusan tersebut.

Jika kamu merebus bayam terlalu lama hingga warnanya berubah menjadi hijau kecokelatan yang kusam, teksturnya akan menjadi lembek dan sebagian besar nutrisi pentingnya sudah rusak akibat panas. Untuk mendapatkan kalori bayam yang rendah dengan nutrisi yang maksimal, terapkan teknik blansir (blanching). Caranya, didihkan air terlebih dahulu, lalu masukkan bayam mentah ke dalam air mendidih tersebut selama maksimal 1 hingga 2 menit saja. Segera angkat dan tiriskan, lalu rendam sesaat di dalam air es untuk menghentikan proses pematangan. Dengan teknik ini, daun bayam akan tetap berwarna hijau cerah, bertekstur renyah, dan kandungan nutrisinya tetap terjaga.

Tips Mengolah dan Mengonsumsi Bayam
  1. Jangan memanaskan ulang sayur bayam yang sudah dimasak. Proses pemanasan berulang dapat merusak vitamin yang tersisa dan memicu perubahan senyawa nitrat menjadi zat yang kurang baik bagi tubuh.
  2. Tambahkan sedikit perasan jeruk nipis atau lemon pada sayur bayam untuk meningkatkan jumlah Vitamin C, yang akan sangat membantu tubuh menyerap zat besi dari bayam secara maksimal.
  3. Masak secukupnya untuk satu kali waktu makan agar sayuran tetap segar.

Risiko Mengonsumsi Bayam Secara Berlebihan

Meskipun menyehatkan dan sangat rendah kalori, segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tentu tidak baik, termasuk bayam. Sayuran hijau ini mengandung asam oksalat (oxalic acid) dalam kadar yang cukup tinggi. Asam oksalat memiliki sifat mengikat mineral, khususnya kalsium, di dalam saluran pencernaan dan ginjal. Ketika oksalat dan kalsium berikatan di dalam ginjal, mereka dapat membentuk kristal yang jika menumpuk terus-menerus akan menjadi batu ginjal (batu kalsium oksalat).

Merebus bayam sebenarnya adalah salah satu cara untuk mengurangi kadar asam oksalat di dalamnya. Air rebusan akan melarutkan sebagian oksalat, sehingga kadarnya berkurang. Itulah mengapa disarankan untuk membuang air rebusan pertama bayam jika kamu memiliki riwayat masalah ginjal. Selain itu, bayam juga mengandung sedikit purin yang bisa berubah menjadi asam urat di dalam tubuh. Apabila kamu memiliki riwayat batu ginjal atau sering mengalami nyeri sendi yang tak kunjung membaik akibat asam urat tinggi, jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc agar mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

Studi Mengenai Manfaat Bayam

Journal of Nutrition menerbitkan sebuah studi yang komprehensif mengenai efek konsumsi nitrat anorganik dari sayuran berdaun hijau gelap, termasuk bayam. Studi tersebut menjelaskan bahwa asupan nitrat harian yang diperoleh dari konsumsi bayam berhubungan langsung dengan penurunan tekanan darah sistolik dan peningkatan fungsi endotelial pada pembuluh darah manusia.

Temuan klinis ini sangat relevan dengan upaya pencegahan penyakit kardiovaskular. Dengan mengonsumsi secangkir bayam rebus yang kalorinya sangat rendah secara rutin, seseorang tidak hanya mampu mengontrol berat badan, tetapi juga secara aktif melindungi jantung dan menurunkan risiko hipertensi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengobatan medis sejak dini.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
U.S. Department of Agriculture (USDA) FoodData Central. Diakses pada 2024. Spinach, boiled, drained, without salt.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Iron deficiency anemia – Symptoms and causes.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Vitamin K – Fact Sheet for Health Professionals.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Spinach: The Health Benefits of This Leafy Green.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. The Nutrition Source – Vegetables and Fruits.

FAQ

1. Bayam rebus berapa kalori jika dimasak menjadi sayur bening?

Dalam 100 gram bayam yang direbus menjadi sayur bening, jumlah kalorinya sangat rendah, yaitu hanya sekitar 24 hingga 30 kalori saja, tergantung seberapa banyak tambahan bumbu (seperti gula) yang kamu masukkan ke dalam kuahnya.

2. Apakah boleh makan sayur bayam setiap hari untuk diet?

Boleh saja makan bayam setiap hari asalkan dalam porsi yang wajar (sekitar 1 mangkuk per hari). Namun, sangat disarankan untuk memvariasikan jenis sayuran hijau lain seperti brokoli, kangkung, atau sawi agar tubuh mendapatkan ragam nutrisi yang berbeda dan mencegah penumpukan asam oksalat.

3. Berapa lama waktu yang tepat untuk merebus bayam?

Waktu terbaik untuk merebus bayam adalah antara 1 hingga 2 menit ke dalam air yang sudah mendidih (teknik blansir). Jangan merebus lebih dari 3 menit karena akan membuat daun bayam layu berlebihan, berubah warna menjadi gelap, dan kehilangan banyak kandungan Vitamin C serta Folat.

4. Mitos atau fakta, sayur bayam tidak boleh dipanaskan ulang?

Fakta. Bayam mengandung senyawa nitrat alami. Jika dipanaskan berulang kali, senyawa nitrat tersebut berpotensi berubah menjadi nitrit, dan kemudian menjadi nitrosamin, yaitu senyawa organik yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang dan dosis tinggi diperkirakan dapat memicu sifat karsinogenik (pemicu kanker). Sebaiknya masak bayam secukupnya untuk sekali makan.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang