Ad Placeholder Image

Kalori Dimsum Kukus: Aman Buat Diet? Cek Faktanya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   26 Mei 2026

Hitung Kalori Dimsum Kukus, Makan Enak Tetap Terkendali

Kalori Dimsum Kukus: Aman Buat Diet? Cek Faktanya!Kalori Dimsum Kukus: Aman Buat Diet? Cek Faktanya!

DAFTAR ISI


Siapa yang bisa menolak kelezatan dimsum? Camilan asal Tiongkok ini telah menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Mulai dari kedai pinggir jalan hingga restoran bintang lima, dimsum selalu dicari karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut. Namun, bagi kamu yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau menjaga pola makan sehat, pertanyaan “berapa sebenarnya kalori dimsum kukus?” sering kali muncul di benak.

Banyak orang menganggap bahwa makanan yang dikukus pasti sehat dan rendah kalori. Meskipun secara umum teknik memasak kukus memang lebih baik daripada menggoreng, bukan berarti kita bisa mengonsumsi dimsum dalam jumlah berlebihan tanpa kontrol. Kandungan tepung tapioka pada kulit, lemak pada isian daging, serta bumbu-bumbu yang digunakan tetap memberikan kontribusi kalori yang signifikan bagi tubuh.

Memahami rincian nutrisi dalam setiap porsi dimsum sangat penting untuk mencegah surplus kalori yang tidak disadari. Sebagai apoteker, saya sering menerima pertanyaan mengenai suplemen untuk membantu metabolisme lemak, namun langkah utama yang paling efektif tetaplah pemahaman terhadap apa yang kita makan. Jika kamu merasa memiliki kondisi medis tertentu seperti kolesterol tinggi atau obesitas, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan panduan nutrisi yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja rincian kalori dan fakta kesehatan di balik dimsum kukus? Berikut ulasannya!

Memahami Kandungan Nutrisi Dimsum Kukus

Dimsum kukus umumnya terdiri dari dua komponen utama: kulit dan isian. Kulit dimsum biasanya terbuat dari tepung gandum atau tepung tapioka yang kaya akan karbohidrat sederhana. Sementara itu, isian dimsum sangat bervariasi, mulai dari daging ayam, udang, daging sapi, hingga sayuran. Untuk mendapatkan tekstur yang “juicy” atau kenyal, produsen sering kali mencampurkan lemak ayam atau lemak babi (pada restoran non-halal) ke dalam adonan dagingnya.

Karbohidrat dalam dimsum berperan sebagai sumber energi instan, namun jika tidak segera digunakan, kelebihannya akan disimpan sebagai lemak. Selain karbohidrat dan lemak, dimsum juga mengandung protein dari daging isiannya. Namun, perlu dicatat bahwa rasio antara daging dan tepung sering kali lebih banyak tepungnya pada dimsum komersial untuk menekan biaya produksi, sehingga profil nutrisinya didominasi oleh karbohidrat.

Rincian Kalori Berbagai Jenis Dimsum

Tidak semua dimsum diciptakan sama. Perbedaan isian dan ketebalan kulit sangat memengaruhi total kalori. Berikut adalah perkiraan kalori untuk jenis dimsum kukus yang populer di Indonesia per butir (sekitar 30-40 gram):

  • Siomay Ayam: Mengandung sekitar 45-60 kalori per butir. Kalori ini bisa meningkat jika isian daging ayam mengandung banyak kulit atau lemak tambahan.
  • Siomay Udang: Sedikit lebih rendah, sekitar 40-50 kalori per butir. Udang secara alami memiliki lemak yang lebih sedikit dibandingkan ayam, namun hati-hati dengan kandungan kolesterolnya.
  • Hakau (Dumpling Udang): Dengan kulit transparan yang tipis, satu butir hakau mengandung sekitar 40-45 kalori. Isiannya yang murni udang menjadikannya pilihan favorit bagi yang sedang diet.
  • Bakpao Kecil (Chicken Bun): Satu buah bakpao kukus ukuran kecil bisa mengandung 150-200 kalori karena kandungan tepung bakpao yang lebih tebal dan padat.
  • Ceker Ayam (Angsio Kaki Ayam): Meski dikukus, ceker ayam diolah dengan bumbu yang kaya minyak dan gula. Satu porsi (3-4 potong ceker) bisa mencapai 150-250 kalori, terutama karena kandungan lemak jenuh pada kulit ceker.
Faktor yang Meningkatkan Kalori Dimsum
  1. Penggunaan tepung tapioka berlebih sebagai filler adonan.
  2. Penambahan lemak kulit ayam agar isian terasa lebih gurih dan basah.
  3. Saus cocolan seperti chili oil atau mayones yang kaya lemak.

Perbandingan Kalori: Kukus vs Goreng

Teknik memasak memberikan perbedaan yang sangat mencolok. Dimsum goreng, seperti pangsit goreng atau lumpia goreng, menyerap minyak dalam jumlah banyak ke dalam kulit tepungnya. Sebagai gambaran, satu butir dimsum goreng bisa mengandung kalori 2 hingga 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan versi kukusnya.

Jika satu butir siomay kukus mengandung 50 kalori, siomay yang digoreng bisa mencapai 120-150 kalori per butir. Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin menjaga asupan energi tetap terkontrol, pilihan kukus adalah pilihan bijak. Namun, jangan lupa untuk tetap memperhatikan kesehatan pencernaan dengan mengonsumsi serat yang cukup. Jika dibutuhkan, kamu bisa beli obat, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk kebutuhan suplemen serat atau vitamin harianmu.

Bahaya Natrium dan MSG Tersembunyi

Salah satu aspek yang sering terlupakan dari dimsum bukanlah kalorinya, melainkan kandungan natrium (garam). Untuk mencapai rasa umami yang kuat, adonan dimsum sering kali diberi tambahan garam, kecap asin, saus tiram, dan MSG. Satu porsi dimsum (isi 4 butir) bisa mengandung hampir 30-40% dari kebutuhan natrium harian yang dianjurkan (2000 mg).

Asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh (water retention), yang membuat berat badan seolah-olah naik di timbangan dan menyebabkan tekanan darah meningkat. Bagi penderita hipertensi, konsumsi dimsum harus sangat dibatasi atau memilih yang dibuat sendiri di rumah (homemade) tanpa tambahan MSG dan garam berlebih.

Tips Makan Dimsum Saat Diet

Makan sehat bukan berarti tidak boleh makan enak. Kamu tetap bisa menikmati dimsum dengan cara yang lebih cerdas:

  • Batasi Porsi: Cukup konsumsi 3-4 butir saja sebagai camilan, bukan makanan utama yang dikonsumsi dalam jumlah besar.
  • Pilih Isian Udang atau Sayur: Isian ini cenderung memiliki densitas kalori yang lebih rendah dibandingkan daging merah atau ayam berlemak.
  • Hindari Chili Oil Berlebih: Chili oil adalah sumber lemak murni. Gunakan sedikit saja atau ganti dengan potongan cabai rawit dalam kecap asin encer.
  • Minum Teh Hijau: Teh hijau tanpa gula dapat membantu proses metabolisme dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
  • Imbangi dengan Serat: Makanlah sayuran rebus terlebih dahulu sebelum menikmati dimsum agar penyerapan karbohidrat dan lemak menjadi lebih lambat.

Kapan Harus Waspada Terhadap Konsumsi Dimsum?

Kamu perlu waspada jika setelah mengonsumsi dimsum sering merasakan haus yang berlebihan, pusing, atau wajah terasa sembap. Ini bisa jadi tanda sensitivitas terhadap MSG atau asupan natrium yang terlalu tinggi. Selain itu, bagi penderita asam urat, isian dimsum seperti udang dan ceker ayam mengandung purin yang cukup tinggi yang dapat memicu nyeri sendi.

Jika kamu memiliki keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Studi Mengenai Kandungan Gizi Makanan Olahan Kukus

PubMed Central menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa teknik memasak kukus (steaming) adalah metode terbaik untuk mempertahankan mikronutrisi seperti vitamin B dan C pada bahan makanan dibandingkan dengan menggoreng atau merebus. Namun, studi tersebut juga menyoroti bahwa makanan olahan berbasis tepung (seperti dimsum) memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi karena proses penghalusan tepungnya.

Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi natrium yang sering ditemukan pada produk dimsum komersial berkorelasi positif dengan risiko penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, moderasi adalah kunci utama dalam mengonsumsi makanan olahan tradisional seperti dimsum.

Jika kamu merasa kesulitan mengatur pola makan atau memiliki gejala metabolisme yang tidak normal, segera bicarakan dengan ahlinya. Kamu bisa mendapatkan saran medis atau vitamin penunjang di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar program dietmu berjalan aman dan efektif.

Referensi:
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Steaming food to preserve nutrients.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Salt reduction fact sheet.
Journal of Food Science and Technology. Diakses pada 2026. Nutritional analysis of traditional Chinese dim sum.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Angka Kecukupan Gizi Masyarakat Indonesia.

FAQ

1. Apakah dimsum kukus aman untuk diet setiap hari?

Tidak disarankan setiap hari karena dimsum mengandung karbohidrat olahan dan natrium tinggi. Sebaiknya jadikan dimsum sebagai selingan 1-2 kali seminggu dengan porsi terkontrol.

2. Berapa kalori 4 butir siomay ayam kukus?

Rata-rata 4 butir siomay ayam kukus mengandung sekitar 180-240 kalori, tergantung ukuran dan komposisi lemak pada dagingnya.

3. Mengapa berat badan naik setelah makan dimsum padahal hanya sedikit?

Hal ini biasanya disebabkan oleh retensi air akibat kandungan garam (natrium) yang tinggi dalam dimsum, bukan karena kenaikan massa lemak secara instan.

4. Mana yang lebih sehat, hakau atau siomay?

Hakau umumnya dianggap lebih sehat karena isiannya cenderung udang utuh tanpa tambahan lemak kulit ayam, serta kulitnya lebih tipis dibandingkan siomay.


Ingin Mengatur Berat Badan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan terkait berat badan atau ingin tahu lebih banyak soal nutrisi makanan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.