Buah memiliki banyak keistimewaan bagi kesehatan tubuh. Kandungan nutrisinya membuat buah ini baik untuk kesehatan pencernaan, kardiovaskular, metabolisme, dan kesehatan kulit.

Berikut adalah artikel kesehatan komprehensif mengenai kalori tempe goreng beserta panduan pola makan sehat yang disusun sesuai dengan instruksi medis dan format yang diminta.
*(Catatan Apoteker: Karena topik ini murni berfokus pada informasi nutrisi dan diet, serta tidak ada daftar SKU produk yang dilampirkan pada prompt, section rekomendasi produk obat/vitamin dilewati sesuai dengan pedoman farmasi untuk tidak merekomendasikan produk secara sembarangan jika tidak ada indikasi medis yang relevan dengan keyword. Artikel difokuskan pada panduan gizi dan rujukan konsultasi medis).*
—
DAFTAR ISI
- Kalori dalam Satu Potong Tempe Goreng
- Faktor yang Memengaruhi Jumlah Kalori
- Dampak Terlalu Banyak Makan Gorengan
- Tips Mengolah Tempe yang Lebih Sehat
- Studi Mengenai Konsumsi Gorengan dan Kesehatan
- FAQ
Tempe adalah salah satu makanan kebanggaan masyarakat Indonesia. Berbahan dasar kacang kedelai yang difermentasi, tempe dikenal sebagai sumber protein nabati yang sangat baik, murah, dan mudah didapatkan. Selain protein, tempe juga kaya akan serat, kalsium, vitamin B, dan zat besi yang sangat bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh.
Namun, cara pengolahan tempe sangat memengaruhi profil nutrisinya. Di Indonesia, cara paling populer untuk mengonsumsi tempe adalah dengan digoreng. Entah itu digoreng biasa dengan bumbu garam dan bawang putih, atau digoreng menggunakan balutan tepung seperti tempe mendoan. Meskipun rasanya sangat lezat dan gurih, proses penggorengan ini secara drastis mengubah kandungan kalori di dalamnya.
Bagi kamu yang sedang menjalani program diet atau sekadar ingin menjaga berat badan ideal, menghitung asupan kalori harian adalah hal yang krusial. Sering kali, gorengan menjadi “jebakan” kalori yang membuat berat badan tak kunjung turun meskipun porsi makan sudah dikurangi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui secara pasti berapa kalori yang masuk ke tubuhmu dari sepotong tempe goreng.
Nah, mau tahu fakta sebenarnya tentang 1 tempe goreng berapa kalori dan bagaimana cara mengolahnya agar tetap sehat? Berikut ulasan lengkapnya!
Kalori dalam Satu Potong Tempe Goreng
Sebelum digoreng, tempe mentah sebenarnya memiliki kalori yang relatif rendah dengan profil makronutrisi yang sangat baik. Dalam 100 gram tempe mentah, terdapat sekitar 190-200 kalori, dengan kandungan protein mencapai 19-20 gram, serta lemak sehat sekitar 11 gram. Karena tingginya protein, tempe mentah atau yang diolah dengan cara direbus dan dikukus sangat direkomendasikan untuk diet.
Namun, ketika tempe dimasukkan ke dalam wajan berisi minyak panas (deep frying), terjadi proses penyerapan lemak. Minyak goreng murni adalah lemak, dan setiap 1 gram lemak menyumbang sekitar 9 kalori—dua kali lipat lebih banyak dibandingkan karbohidrat atau protein yang hanya menyumbang 4 kalori per gramnya.
Secara umum, 1 potong tempe goreng biasa (tanpa tepung) berukuran sedang (sekitar 25-30 gram) mengandung sekitar 80 hingga 115 kalori. Dari jumlah tersebut, kandungan lemaknya melonjak drastis akibat minyak yang terserap selama proses penggorengan.
Jika kamu mengonsumsi tempe goreng tepung atau tempe mendoan, jumlah kalorinya akan jauh lebih tinggi. Adonan tepung tidak hanya menyumbang kalori tambahan dari karbohidrat, tetapi tepung juga bertindak seperti spons yang menyerap minyak jauh lebih banyak daripada permukaan tempe itu sendiri. Satu potong tempe goreng tepung berukuran sedang bisa mengandung 120 hingga 150 kalori. Bayangkan jika kamu makan 3 hingga 4 potong tempe mendoan sebagai camilan, kamu sudah memasukkan sekitar 450-600 kalori ke dalam tubuh—jumlah yang hampir setara dengan satu porsi makan siang lengkap!
Faktor yang Memengaruhi Jumlah Kalori
Angka kalori pada tempe goreng tidak selalu baku. Ada beberapa faktor dalam proses memasak yang bisa membuat kalorinya lebih rendah atau justru jauh lebih tinggi. Mengetahui faktor-faktor ini bisa membantu kamu mengontrol asupan kalori harian.
1. Penggunaan Tepung
Seperti yang disinggung sebelumnya, tepung adalah penyerap minyak yang sangat kuat. Semakin tebal adonan tepung yang membalut tempe, semakin banyak minyak yang terperangkap di dalamnya. Selain itu, tepung sendiri merupakan karbohidrat sederhana yang menambah beban kalori dan gula darah.
2. Metode Penggorengan (Deep Frying vs Pan Frying)
Menggoreng tempe dengan metode deep frying (terendam minyak sepenuhnya) akan membuat tempe matang merata dan renyah, namun penyerapan minyaknya sangat maksimal. Sebaliknya, metode pan frying (menggoreng dengan sedikit minyak di teflon anti lengket) bisa memangkas penyerapan lemak dan kalori secara signifikan.
3. Suhu Minyak Saat Menggoreng
Memasukkan tempe saat minyak belum benar-benar panas akan membuat proses memasak menjadi lebih lama. Akibatnya, tempe akan menyerap minyak lebih banyak. Suhu ideal untuk menggoreng adalah ketika minyak sudah cukup panas, sehingga bagian luar tempe atau tepung langsung mengeras (membentuk kerak) dan mengurangi jumlah minyak yang meresap ke bagian dalam.
Faktor Pemicu Kenaikan Berat Badan dari Gorengan
- Mengonsumsi tempe goreng sebagai camilan, bukan sebagai lauk utama, sehingga kalori harian menumpuk tanpa disadari.
- Memakan gorengan bersamaan dengan sumber karbohidrat tinggi lainnya seperti nasi putih porsi besar atau mi instan.
- Penggunaan minyak goreng yang dipakai berulang kali (minyak jelantah) yang meningkatkan kandungan lemak trans pembawa kolesterol jahat.
Dampak Terlalu Banyak Makan Gorengan
Meski tempe pada dasarnya adalah superfood, mengonsumsinya dalam bentuk gorengan secara berlebihan bisa membawa dampak negatif bagi kesehatan. Minyak goreng, terutama minyak kelapa sawit yang umum digunakan di Indonesia, mengandung lemak jenuh. Jika dipanaskan pada suhu tinggi secara berulang, minyak ini menghasilkan lemak trans.
Lemak trans sangat berbahaya karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Dalam jangka panjang, penumpukan plak dari kolesterol ini dapat menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke.
Selain itu, kepadatan kalori yang tinggi pada makanan yang digoreng adalah penyebab utama obesitas. Sering kali orang merasa belum kenyang jika hanya makan gorengan karena kurangnya volume serat utuh, sehingga mereka terus makan hingga asupan kalorinya melampaui batas kebutuhan harian tubuh. Untuk merencanakan diet yang aman dan sesuai dengan kondisi tubuhmu, ada baiknya kamu konsultasi dengan dokter gizi di Halodoc guna mendapatkan panduan penghitungan kalori yang tepat.
Tips Mengolah Tempe yang Lebih Sehat
Kamu tidak harus benar-benar berhenti makan tempe. Agar manfaat nutrisi dari kedelai tetap didapatkan tanpa tambahan kalori berlebih, kamu bisa mencoba alternatif pengolahan berikut ini:
1. Gunakan Air Fryer atau Oven
Teknologi air fryer memungkinkan kamu untuk “menggoreng” tempe hanya dengan mengoleskan atau menyemprotkan sedikit minyak (sekitar 1 sendok teh). Hasilnya, tempe tetap renyah di luar namun kalorinya jauh lebih rendah karena tidak ada minyak berlebih yang terserap.
2. Jadikan Tempe Bacem atau Pepes
Tempe bacem adalah alternatif yang lezat. Karena direbus dengan bumbu rempah dan air kelapa, tempe bacem tidak mengandung lemak jenuh dari minyak goreng. Namun, perhatikan penggunaan gula merahnya agar tidak menambah kalori dari gula. Selain bacem, membuat pepes tempe dengan daun pisang juga mempertahankan kelembapan dan rasa gurih alami tempe tanpa tambahan kalori lemak.
3. Teknik Pan Frying dengan Minyak Sehat
Jika kamu tetap ingin menumis atau menggoreng tipis, gunakan wajan anti lengket (teflon) dan gunakan sedikit minyak sehat seperti minyak zaitun (olive oil) atau minyak kanola. Cukup oleskan tipis minyak di permukaan wajan. Metode ini sangat efektif menekan jumlah kalori dibandingkan metode deep frying.
Untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien harian saat sedang membatasi kalori, pastikan tubuh tetap bugar. Kamu bisa beli vitamin dan suplemen online di Halodoc dengan mudah agar imunitas tetap terjaga selama masa diet.
Studi Mengenai Konsumsi Gorengan dan Kesehatan
The BMJ (British Medical Journal) menerbitkan studi ekstensif yang meneliti kaitan antara konsumsi rutin makanan yang digoreng (khususnya deep-fried foods) dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan mortalitas. Studi tersebut menjelaskan bahwa orang yang mengonsumsi makanan yang digoreng lebih dari satu porsi setiap harinya memiliki risiko kematian dini akibat masalah jantung yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang makan gorengan.
Hal ini sejalan dengan temuan medis bahwa proses penggorengan mengubah struktur kimia minyak dan merusak beberapa nutrisi asli bahan makanan, sekaligus menyuntikkan kalori dari lemak jenuh dan lemak trans. Meskipun tempe merupakan sumber protein nabati yang sangat baik, menggorengnya setiap hari dapat menghilangkan potensi perlindungan kardiovaskular yang seharusnya diberikan oleh protein kedelai tersebut.
Jika kamu memiliki target penurunan berat badan, sangat disarankan untuk memvariasikan cara memasak protein nabatimu. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika kamu merasa kesulitan mengatur pola makan atau jika kamu memiliki riwayat kolesterol dan asam urat.
—
### Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
—
Referensi:
FatSecret Indonesia. Diakses pada 2024. Kalori Tempe Goreng.
U.S. Department of Agriculture (USDA) FoodData Central. Diakses pada 2024. Tempeh, raw.
British Medical Journal (BMJ). Diakses pada 2024. Association of fried food consumption with all cause, cardiovascular, and cancer mortality.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Health Risks of Fried Foods.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI).
FAQ
1. 1 tempe goreng berapa kalori pastinya?
Satu potong tempe goreng berukuran sedang (tanpa tepung) mengandung sekitar 80 hingga 115 kalori. Jika menggunakan balutan tepung yang tebal, kalorinya bisa meningkat menjadi 120 hingga 150 kalori per potong tergantung banyaknya minyak yang terserap.
2. Apakah boleh makan tempe goreng saat sedang diet turun berat badan?
Boleh saja asalkan porsinya dibatasi dan masuk ke dalam perhitungan defisit kalori harianmu. Namun, sangat disarankan untuk membatasinya maksimal 1-2 potong per hari, atau beralih ke cara pengolahan yang lebih sehat seperti direbus, dipepes, atau menggunakan air fryer.
3. Lebih tinggi kalori tempe goreng atau tahu goreng?
Secara umum, tempe memiliki kalori dasar yang sedikit lebih tinggi daripada tahu karena kepadatan kedelainya. Oleh karena itu, tempe goreng biasanya memiliki kalori yang sedikit lebih tinggi daripada tahu goreng dengan ukuran yang sama. Namun, tempe unggul dari segi kandungan serat dan protein yang lebih padat.
4. Bagaimana cara menggoreng tempe agar minyaknya tidak banyak menyerap?
Pastikan kamu memasukkan tempe hanya ketika minyak sudah benar-benar panas agar permukaan tempe cepat mengeras dan mencegah minyak meresap ke dalam. Hindari penggunaan tepung yang terlalu tebal, dan setelah matang, tiriskan tempe di atas kertas tisu dapur penyerap minyak sebelum dikonsumsi.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.



