Ad Placeholder Image

Kanker Kelenjar Getah Bening, Ini yang Harus Kamu Ketahui

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Penting untuk mengenali kanker kelenjar getah bening, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Kanker Kelenjar Getah Bening, Ini yang Harus Kamu KetahuiKanker Kelenjar Getah Bening, Ini yang Harus Kamu Ketahui

DAFTAR ISI


Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah jenis kanker darah yang berkembang pada sistem limfatik. Sistem ini merupakan bagian krusial dari jaringan pertahanan tubuh atau sistem kekebalan manusia yang berfungsi melawan infeksi dan penyakit. Ketika sel-sel limfosit (sel darah putih) bermutasi dan tumbuh secara tidak terkendali, mereka dapat membentuk tumor di berbagai bagian tubuh, terutama di kelenjar getah bening.

Mengenali gejala kanker getah bening sejak dini sangatlah penting karena tingkat keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada stadium saat penyakit ini terdeteksi. Sayangnya, banyak orang sering mengabaikan tanda-tandanya karena gejalanya terkadang menyerupai penyakit ringan seperti flu atau infeksi biasa. Memahami perbedaan antara pembengkakan kelenjar akibat infeksi dan pembengkakan akibat keganasan adalah langkah awal yang vital untuk kesehatan kamu.

Meskipun artikel ini tidak memberikan rekomendasi obat spesifik—mengingat pengobatan kanker harus melalui prosedur medis yang kompleks seperti kemoterapi atau radiasi—informasi mengenai tanda-tanda fisik dan perubahan tubuh tetap menjadi panduan utama bagi masyarakat. Deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa dan memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi bagi pasien limfoma.

Nah, mau tahu apa saja gejala kanker getah bening yang perlu kamu waspadai? Berikut ulasannya!

Memahami Sistem Limfatik dan Kanker

Sistem limfatik terdiri dari jaringan pembuluh yang membawa cairan bening yang disebut getah bening (limfa). Di sepanjang pembuluh ini terdapat kelenjar getah bening yang bertindak sebagai filter untuk menangkap bakteri, virus, dan sel-sel abnormal. Kelenjar ini tersebar di seluruh tubuh, termasuk di leher, ketiak, pangkal paha, dada, dan perut.

Limfoma terjadi ketika sel-sel dalam sistem ini mulai membelah tanpa henti. Ada dua jenis utama kanker getah bening: Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin. Keduanya memiliki pola penyebaran yang berbeda, namun sering kali menunjukkan gejala awal yang serupa, yakni pembengkakan kelenjar yang tidak terasa sakit.

Gejala Kanker Getah Bening yang Paling Umum

Gejala kanker getah bening bisa bervariasi pada setiap orang, tergantung pada jenis limfoma dan di mana letak tumornya. Namun, ada beberapa tanda klasik yang sering dilaporkan oleh penderita:

1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Tanpa Nyeri

Ini adalah gejala yang paling khas. Kamu mungkin menyadari adanya benjolan di leher, bawah ketiak, atau di area pangkal paha. Berbeda dengan benjolan akibat infeksi (seperti radang tenggorokan) yang biasanya terasa nyeri jika ditekan, benjolan pada limfoma cenderung keras, kenyal, dan biasanya tidak sakit.

2. Demam yang Hilang Timbul

Banyak penderita mengalami demam ringan yang terus menerus atau hilang timbul tanpa penyebab infeksi yang jelas. Tubuh merasa panas tetapi tidak disertai gejala flu seperti batuk atau pilek. Ini sering disebut sebagai demam tumor.

3. Keringat Malam yang Berlebihan

Penderita limfoma sering terbangun di malam hari dengan pakaian dan sprei yang basah kuyup karena keringat, meskipun suhu ruangan dingin atau menggunakan pendingin ruangan. Keringat malam ini adalah respon sistem imun terhadap aktivitas sel kanker.

4. Penurunan Berat Badan Secara Drastis

Jika kamu kehilangan lebih dari 10% berat badan dalam waktu enam bulan tanpa diet atau olahraga, ini adalah lampu kuning. Sel kanker menggunakan energi tubuh dalam jumlah besar untuk membelah, sehingga memicu penurunan massa tubuh secara cepat.

5. Kelelahan yang Luar Biasa (Fatigue)

Rasa lelah pada penderita kanker berbeda dengan lelah biasa setelah bekerja. Ini adalah rasa lelah yang ekstrem yang tidak membaik meskipun sudah beristirahat cukup atau tidur lama.

Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan
  1. Gatal-gatal di seluruh tubuh tanpa ruam yang jelas.
  2. Rasa nyeri pada kelenjar getah bening setelah mengonsumsi alkohol (khas pada Limfoma Hodgkin).
  3. Perasaan penuh di perut akibat pembengkakan limpa atau hati.

Perbedaan Gejala Hodgkin dan Non-Hodgkin

Secara klinis, dokter membedakan limfoma berdasarkan jenis sel yang ditemukan di bawah mikroskop. Namun dari sisi gejala, terdapat sedikit perbedaan yang bisa diamati:

1. Limfoma Hodgkin

Biasanya dimulai di kelenjar getah bening bagian atas tubuh (leher, dada, atau ketiak). Ciri khasnya adalah adanya sel Reed-Sternberg. Gejala sistemik seperti demam dan keringat malam (gejala B) sangat umum terjadi pada jenis ini.

2. Limfoma Non-Hodgkin

Jenis ini lebih umum dan bisa muncul di kelenjar getah bening mana pun di tubuh. Selain benjolan, penderita sering mengeluhkan masalah pencernaan jika kanker berkembang di area perut, atau sesak napas jika berkembang di area mediastinum (tengah dada).

Gejala Berdasarkan Lokasi Benjolan

Letak pertumbuhan sel kanker sangat menentukan gejala tambahan apa yang muncul. Berikut adalah beberapa skenario berdasarkan lokasinya:

1. Di Dada (Mediastinum)

Benjolan di dada dapat menekan trakea (saluran napas). Gejalanya meliputi batuk kering kronis, sesak napas, hingga nyeri dada. Terkadang, penekanan pembuluh darah di dada bisa menyebabkan pembengkakan pada wajah dan lengan.

2. Di Perut (Abdomen)

Jika limfoma menyerang kelenjar di perut atau organ seperti limpa, pasien akan merasa perutnya membuncit, terasa begah, mual, atau nafsu makan menurun drastis karena lambung tertekan oleh massa tumor.

3. Di Kulit

Beberapa jenis limfoma sel T dapat muncul pertama kali di kulit dengan gejala berupa bercak kemerahan, bersisik, atau benjolan kecil yang sangat gatal dan menyerupai eksim atau psoriasis.

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu tidak perlu panik setiap kali ada benjolan di leher, karena sebagian besar disebabkan oleh infeksi ringan. Namun, kamu wajib segera melakukan pemeriksaan jika menemukan kondisi berikut:

  • Benjolan tidak mengecil setelah 2-4 minggu.
  • Benjolan terasa keras, menetap (tidak bisa digerakkan), dan terus membesar.
  • Benjolan disertai demam, keringat malam, atau penurunan berat badan.
  • Benjolan di area yang tidak biasa, seperti di atas tulang selangka.

Pemeriksaan dini biasanya meliputi pemeriksaan fisik, tes darah lengkap, dan biopsi (pengambilan sampel jaringan benjolan) untuk memastikan apakah sel tersebut bersifat ganas atau tidak. Jangan menunda diagnosis karena stadium awal limfoma memiliki tingkat kesembuhan yang jauh lebih baik dibandingkan stadium lanjut.

Jika kamu merasa memerlukan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh selama masa pemulihan atau pencegahan, kamu bisa beli obat online di Halodoc dengan produk 100% asli yang diantar langsung ke rumah kamu.

Bila muncul kekhawatiran mengenai gejala tertentu yang kamu alami, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan medis yang tepat.

Studi Mengenai Kanker Getah Bening

Journal of Hematology & Oncology menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa deteksi dini terhadap gejala B (demam, keringat malam, berat badan turun) berkorelasi signifikan dengan peningkatan harapan hidup pasien limfoma hingga 85% pada lima tahun pertama.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya skrining limfadenopati (pembengkakan kelenjar) pada pasien yang memiliki riwayat penyakit autoimun atau paparan bahan kimia industri tertentu. Temuan ini menegaskan bahwa kesadaran pasien akan perubahan kecil pada tubuh adalah kunci utama dalam onkologi modern.

FAQ

1. Apakah semua benjolan di leher adalah kanker getah bening?

Tidak, sebagian besar benjolan di leher disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus (seperti flu atau sakit gigi). Benjolan karena infeksi biasanya nyeri dan akan mengecil dalam 1-2 minggu seiring sembuhnya infeksi tersebut.

2. Apakah kanker getah bening bisa sembuh total?

Banyak jenis limfoma, terutama Limfoma Hodgkin, memiliki angka kesembuhan yang sangat tinggi jika terdeteksi di stadium awal. Pengobatan modern seperti kemoterapi, radioterapi, dan terapi target sangat efektif melawan sel kanker ini.

3. Apakah limfoma adalah penyakit keturunan?

Meskipun ada faktor genetik yang berperan, limfoma bukan merupakan penyakit yang diturunkan secara langsung seperti buta warna. Namun, memiliki anggota keluarga inti dengan riwayat limfoma dapat sedikit meningkatkan risiko seseorang.

4. Apa perbedaan antara kanker kelenjar getah bening dan tiroid?

Benjolan limfoma biasanya muncul di sisi samping leher, ketiak, atau pangkal paha. Sementara itu, benjolan tiroid umumnya terletak di bagian tengah leher depan dan bergerak mengikuti gerakan saat kamu menelan ludah.

Punya Keluhan Benjolan atau Gejala Kesehatan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa ada perubahan pada tubuh atau menemukan benjolan yang mencurigakan, tapi bingung harus konsultasi ke mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Lymphoma – Symptoms and causes.
American Cancer Society. Diakses pada 2026. Signs and Symptoms of Non-Hodgkin Lymphoma.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Hodgkin Lymphoma: Symptoms, Diagnosis & Treatment.
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2026. Hodgkin lymphoma – Symptoms.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma).