Ad Placeholder Image

Kanker Vagina: Gejala, Jenis, Penyebab dan Pengobatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Kanker Vagina: Gejala, Jenis, & Pengobatan Terbaru

Kanker Vagina: Gejala, Jenis, Penyebab dan PengobatanKanker Vagina: Gejala, Jenis, Penyebab dan Pengobatan

Mengenal Kanker Vagina: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Kanker vagina adalah jenis kanker langka yang terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh tidak terkendali di dalam vagina. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita berusia di atas 60 tahun dan seringkali terkait dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV). Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Apa Itu Kanker Vagina?

Kanker vagina adalah kondisi ketika sel-sel ganas berkembang di jaringan vagina, yaitu saluran yang menghubungkan rahim dengan bagian luar tubuh. Kanker ini tergolong jarang dan seringkali dapat diobati jika terdeteksi pada stadium awal. Kanker vagina umumnya dimulai pada sel-sel skuamosa yang melapisi permukaan vagina.

Gejala Kanker Vagina yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, kanker vagina seringkali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, seiring perkembangan penyakit, beberapa gejala berikut dapat muncul:

  • Benjolan atau massa di vagina
  • Pendarahan abnormal, seperti setelah menopause, di antara periode menstruasi, atau setelah berhubungan seksual
  • Nyeri panggul
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Gatal kronis pada area vagina
  • Keputihan yang tidak biasa atau berdarah
  • Sembelit atau perubahan pola buang air besar

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Vagina

Penyebab pasti kanker vagina belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker ini:

  • Infeksi HPV: Human Papillomavirus adalah penyebab utama perubahan sel yang dapat berkembang menjadi kanker vagina.
  • Usia: Risiko kanker vagina meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause.
  • Riwayat kanker atau abnormalitas sel: Wanita yang pernah mengalami kanker serviks atau displasia serviks (perubahan prakanker pada sel serviks) memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker vagina.
  • Paparan dietilstilbestrol (DES): Wanita yang ibunya mengonsumsi DES selama kehamilan untuk mencegah keguguran memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker vagina.
  • Merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker vagina.

Perlu diketahui bahwa kanker yang berasal dari organ lain (seperti serviks, rahim, atau kandung kemih) dapat menyebar ke vagina dan disebut sebagai kanker vagina sekunder.

Jenis-Jenis Kanker Vagina

Terdapat beberapa jenis kanker vagina, di antaranya:

  • Karsinoma Sel Skuamosa: Jenis yang paling umum, berasal dari sel-sel datar yang melapisi permukaan vagina.
  • Adenokarsinoma: Berasal dari sel-sel kelenjar di vagina.
  • Sarkoma Vagina: Berkembang dari jaringan ikat atau otot vagina.
  • Melanoma Vagina: Berasal dari sel-sel penghasil pigmen (melanosit) di vagina.

Bagaimana Kanker Vagina Didiagnosis?

Diagnosis kanker vagina melibatkan beberapa langkah, termasuk:

  • Pemeriksaan panggul: Dokter akan memeriksa vagina, rahim, dan organ panggul lainnya.
  • Pap smear: Sampel sel dari serviks dan vagina diambil untuk diperiksa di laboratorium.
  • Kolposkopi: Menggunakan alat khusus untuk melihat vagina dan serviks lebih jelas.
  • Biopsi: Sampel jaringan dari area yang mencurigakan diambil untuk diperiksa di laboratorium dan memastikan adanya sel kanker.
  • Tes HPV: Untuk mendeteksi keberadaan virus HPV.

Pilihan Pengobatan Kanker Vagina

Pengobatan kanker vagina tergantung pada stadium kanker, jenis kanker, dan kesehatan pasien secara keseluruhan. Pilihan pengobatan meliputi:

  • Pembedahan: Pengangkatan tumor atau seluruh vagina (vaginektomi).
  • Radioterapi: Menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker, dapat dilakukan secara internal (brakiterapi) atau eksternal.
  • Kemoterapi: Menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.

Dokter akan merekomendasikan rencana pengobatan yang paling sesuai berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Langkah-Langkah Pencegahan Kanker Vagina

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker vagina meliputi:

  • Vaksinasi HPV: Vaksin HPV dapat melindungi dari infeksi virus HPV yang menjadi penyebab utama kanker vagina.
  • Pemeriksaan rutin: Melakukan Pap smear dan pemeriksaan panggul secara teratur sesuai dengan rekomendasi dokter.
  • Hubungan seks yang aman: Menggunakan kondom saat berhubungan seksual dan membatasi jumlah pasangan seksual untuk mengurangi risiko penularan HPV.
  • Berhenti merokok: Merokok meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker vagina.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala yang mencurigakan atau memiliki faktor risiko kanker vagina, segera konsultasikan dengan dokter. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Gunakan aplikasi Halodoc untuk konsultasi dengan dokter terpercaya. Download Halodoc sekarang juga!