• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Usia Produktif Melakukan Tes Hepatitis B?

Kapan Usia Produktif Melakukan Tes Hepatitis B?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Hepatitis B merupakan peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang menular melalui hubungan intim atau pemakaian jarum suntik secara bersamaan. Sebenarnya, infeksi hepatitis B tidak akan bertahan lama dalam tubuh dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus yang parah, infeksi dapat menetap dalam tubuh dan berubah menjadi kronis.

Saat infeksi tersebut berubah menjadi kronis, komplikasi bisa yang membahayakan nyawa bisa saja terjadi. Komplikasi yang dimaksud adalah kanker hati dan sirosis. Karena komplikasinya mampu membahayakan nyawa, pengidap kondisi ini perlu melakukan pemeriksaan rutin guna mendapatkan penanganan yang tepat. Sebagai langkah antisipasi, tes hepatitis B juga bisa dilakukan.

Baca juga: Prosedur Tes Hepatitis B yang Perlu Diketahui

Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Tes Hepatitis B?

Vaksinasi menjadi langkah utama dalam mencegah hepatitis B. Prosedurnya sendiri sudah bisa diberikan sejak usia dini, sehingga mereka akan terlindungi seumur hidup. Selain dengan melakukan vaksin, melakukan hubungan intim yang aman dan tidak menjadi pemakai obat-obatan terlarang menjadi langkah pencegahan yang tepat.

Selain beberapa langkah efektif dalam mencegah hepatitis B, seseorang juga memerlukan tes hepatitis B jika mencurigai adanya kemungkinan mengalami infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Tes ini juga diperlukan saat seseorang mengalami gejala khas hepatitis B, seperti penyakit kuning, urine berwarna dan bertekstur pekat, nyeri perut bawah, serta penurunan nafsu makan yang drastis.

Bukan hanya saat gejala muncul saja, pemeriksaan hepatitis B juga diperlukan bagi golongan orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit ini. Golongan tersebut di antaranya:

  • Seseorang yang sering melakukan hubungan intim tanpa pengaman dan sering berganti pasangan.

  • Berhubungan intim dengan orang yang mengidap hepatitis B.

  • Mengidap kelainan fungsi hati.

  • Mengidap HIV atau hepatitis C.

  • Tengah menjalani cuci darah rutin.

  • Bekerja di fasilitas kesehatan.

  • Ibu hamil.

  • Pendonor darah.

Saat divonis mengidap hepatitis B, pengidap tidak selalu membutuhkan pengobatan. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah beristirahat total, mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, serta memperbanyak konsumsi air putih. Namun, jika hepatitis B yang dialami tergolong parah, segera temui dokter di rumah sakit terdekat untuk melakukan pengobatan dan penanganan yang tepat guna mencegah terjadinya komplikasi.

Baca juga: 3 Jenis Tes Hepatitis B pada Ibu Hamil

Komplikasi Hepatitis B yang Perlu Diwaspadai

Hepatitis B kronis menyebabkan komplikasi yang serius. Beberapa komplikasi yang terjadi antara lain:

  • Sirosis Hati

Sirosis hati merupakan kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut. Kondisi ini ditandai dengan lemas, perut kembung, nyeri perut, mual dan muntah, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, serta telapak tangan memerah. Saat gejala semakin parah, akan ditandai dengan perut membesar, mudah memar, penyakit kuning, feses berdarah, serta pingsan.

  • Kanker Hati

Kanker hati merupakan kondisi yang terjadi saat sel-sel di dalam hati bermutasi dan membentuk tumor. Kondisi ini ditandai dengan gejala gatal-gatal, penurunan nafsu makan, mual dan muntah, penurunan berat badan, tubuh mudah lemas, penyakit kuning, urine berwarna gelap, feses berwarna putih, nyeri perut di bagian kanan atas, mudah memar, pembesaran limpa, serta pembengkakan organ hati.

Baca juga: Prosedur Tes HBsAg untuk Mendiagnosis Hepatitis B

Untuk mengantisipasi dan mencegah komplikasi-komplikasi yang telah disebutkan, tes hepatitis B bisa dilakukan. Saat komplikasi muncul, komplikasi akan memicu sistem imun untuk menyerang organ hati, sehingga muncul kerusakan hati dan membahayakan nyawa pengidapnya.

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Screening for Viral Hepatitis.
Very Well Health. Diakses pada 2020. Hepatitis B Surface Antigen Test (HBsAg).
CDC. Diakses pada 2020. Hepatitis B.