• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Kandang Kucing?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Kandang Kucing?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Kandang Kucing?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 30 Desember 2021
Kapan Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Kandang Kucing?

“Kandang kucing adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan dan dibersihkan dengan rutin untuk menjaga kesehatan kucing. Sebab, kandang yang kotor bisa saja menjadi tempat bakteri, kuman, atau jamur tumbuh dan menginfeksi kucing peliharaan tersayang. Namun, ada waktu ideal yang perlu kamu ketahui untuk membersihkan kandang kucing.”


Halodoc, Jakarta - Memelihara kucing di rumah sebetulnya bukan pekerjaan mudah sebab ada banyak hal yang perlu kamu perhatikan. Tidak hanya soal memberikan nutrisi dan asupan yang tepat, kamu juga perlu memperhatikan kondisi kebersihan kucing dan juga kandangnya.

Lingkungan dan kandang kucing yang bersih tentunya akan membuat kucing menjadi lebih sehat. Membersihkan kandang dengan cara tepat juga menghindari berbagai gangguan penyakit yang dapat mengganggu kucing. Lalu, kapan saja waktu yang tepat untuk membersihkan kandang kucing? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini! 

Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Kandang Kucing

Selain memperhatikan kondisi kesehatan kucing dari kondisi fisiknya, sebaiknya pastikan kandang kucing dalam kondisi yang selalu bersih. Hal ini dilakukan untuk menghindari kucing dari berbagai gangguan kesehatan yang mungkin saja terjadi, seperti akibat bakteri atau kuman yang tanpa kamu ketahui melekat pada kandang kucing.

Idealnya, kamu harus selalu memastikan kandang kucing tetap bersih setiap harinya. Pastikan juga kandang kucing tidak basah serta terhindar dari kotoran kucing. Nah, ada beberapa tahap pembersihan kandang kucing yang perlu kamu ketahui berikut ini:

  • Saat melakukan pembersihan menyeluruh, sebaiknya keluarkan kucing dari kandang dan letakkan kucing pada tempat yang aman.
  • Kosongkan barang-barang yang ada di kandang kucing, seperti tempat makan, minum, hingga keperluan lainnya. Jika kamu menggunakan alas pada bawah kandang, sebaiknya segera ganti alas jika basah atau terdapat kotoran. 
  • Cuci tempat makan, minum, mainan kucing, hingga barang yang terdapat dalam kandang agar kuman, bakteri, bahkan parasit yang menempel dapat dihindari.
  • Setelah kandang kosong, kamu bisa mulai mencuci kandang menggunakan air mengalir dan sabun desinfektan. Kemudian, keringkan kandang dengan baik.
  • Pastikan kandang kering dan masukkan ke tempat semula. Setelah itu, letakkan kembali tempat makan, minum, mainan kucing, dan peralatan lain yang telah dicuci. Jangan lupa letakkan alas yang bersih di bawah kandang.

Selain kandang, kamu juga perlu memperhatikan kebersihan tempat buang air kucing atau yang dikenal dengan istilah litter box. Pastikan kamu membuang kotoran dan mengganti pasir dalam litter box setiap hari. Kedalaman pasir dalam litter box pun minimal 5–10 sentimeter agar urine maupun feses kucing dapat tertutup dengan baik.

Kandang dan tempat buang air yang bersih menjadi kunci untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental dari kucing kesayangan kamu. Jadi, jangan tunggu kandang maupun litter box penuh dengan kotoran. Selain dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada kucing, kebiasaan ini juga bisa memicu gangguan kesehatan pada pemilik kucing dan aroma yang kurang sedap.

Waspada Infeksi Jamur pada Kucing

Salah satu penyakit yang sangat berisiko dialami kucing akibat kondisi kandang maupun litter box yang jarang dibersihkan adalah ringworm. Penyakit ini dikenal juga sebagai infeksi jamur yang menyerang kulit, bulu, hingga kuku kucing. Penyakit ini sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan kucing yang mengalami ringworm maupun benda-benda di kandang kucing yang jarang dibersihkan.

Ada beberapa gejala yang perlu kamu perhatikan terkait ringworm pada kucing, seperti munculnya lesi pada kulit kucing yang berbentuk lingkaran atau cincin pada bagian kaki depan, telinga, hingga kepala bagian atas.

Kondisi ini juga bisa menyebabkan kulit kucing menjadi bersisik, muncul ketombe pada bulu kucing, hingga kerontokan bulu kucing. Ringworm juga dapat menyebabkan rasa gatal pada kucing. Kondisi ini membuat kucing akan terlihat selalu menggaruk tubuhnya. Menjaga kebersihan kucing serta kandang kucing merupakan salah satu cara tepat yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini. 

Namun, jika kucing kesayanganmu mengalami beberapa gejala terkait dengan penyakit ringworm, sebaiknya segera periksakan kucing di klinik hewan terdekat. Untungnya, kini kamu bisa buat janji temu dengan dokter hewan di klinik atau rumah sakit melalui Halodoc. Tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 


Referensi:
Animal Sheltering. Diakses pada 2021. How to Clean A Cat Cage.
Purina. Diakses pada 2021. Ringworm. 
The Spruce Pets. Diakses pada 2021. Litter Box Basics Every Cat Owner Should Know.