Ad Placeholder Image

Kateter Pria: Jenis, Fungsi, dan Cara Penggunaan Aman

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Kateter Pria: Jenis, Fungsi, dan Perawatan Lengkap

Kateter Pria: Jenis, Fungsi, dan Cara Penggunaan AmanKateter Pria: Jenis, Fungsi, dan Cara Penggunaan Aman

DAFTAR ISI


Selang kateter pria merupakan alat medis yang sering kali menjadi solusi penting bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih secara alami. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan prostat, cedera saraf, hingga pemulihan pasca operasi besar. Memahami cara kerja dan jenis kateter yang tepat sangat krusial agar kualitas hidup tetap terjaga dan risiko infeksi dapat diminimalisir.

Bagi banyak pria, penggunaan kateter mungkin terasa mengintimidasi atau tidak nyaman pada awalnya. Namun, dengan edukasi yang tepat mengenai prosedur sterilisasi dan teknik pemasangan, alat ini justru membantu mencegah komplikasi serius seperti gagal ginjal akibat penumpukan urine yang kronis. Penggunaan kateter di rumah kini sudah menjadi hal yang umum, asalkan mengikuti protokol medis yang ketat.

Penting untuk diingat bahwa pemilihan jenis kateter harus disesuaikan dengan kondisi medis spesifik masing-masing individu. Kesalahan dalam memilih ukuran atau bahan kateter dapat menyebabkan iritasi pada uretra atau bahkan luka permanen. Oleh karena itu, pendampingan dari tenaga kesehatan profesional tetap diperlukan, terutama saat pertama kali memulai penggunaan alat ini di lingkungan rumah tangga.

Jika kamu atau anggota keluarga sedang membutuhkan perawatan urologi, memahami detail teknis tentang alat ini akan sangat membantu. Kamu bisa memenuhi kebutuhan kesehatan ini dengan beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan perlengkapan pendukung kateterisasi yang steril dan berkualitas.

Nah, mau tahu lebih lanjut mengenai fungsi, jenis, dan cara aman menggunakan selang kateter pria? Berikut ulasannya!

Apa Itu Selang Kateter Pria?

Selang kateter pria adalah saluran fleksibel yang dimasukkan melalui uretra (lubang kencing) menuju kandung kemih untuk mengeluarkan urine. Alat ini terbuat dari berbagai bahan seperti lateks, silikon, atau teflon, tergantung pada durasi penggunaan yang dibutuhkan. Pada pria, prosedur ini lebih menantang karena saluran uretra yang lebih panjang dan berkelok dibandingkan wanita, sehingga diperlukan teknik khusus agar tidak mencederai jaringan dalam.

Fungsi Utama Kateter Pria

Penggunaan kateter pada pria bukan hanya soal membuang urine, tetapi memiliki beberapa fungsi medis yang vital, antara lain:

  • Mengatasi Retensi Urine: Kondisi di mana seseorang tidak mampu mengeluarkan urine sama sekali, sering kali akibat pembengkakan prostat (BPH).
  • Monitoring Output Urine: Digunakan pada pasien kritis di ICU untuk memantau keseimbangan cairan tubuh secara akurat.
  • Pemulihan Pasca Operasi: Terutama operasi pada area saluran kemih, prostat, atau area panggul.
  • Inkontinensia Urine: Bagi pasien yang tidak mampu mengontrol keluarnya urine, kateter membantu menjaga kebersihan dan mencegah luka tekan (dekubitus).

Jenis-Jenis Kateter Pria

Ada tiga kategori utama kateter yang umum digunakan oleh pria, masing-masing dengan kelebihan dan risikonya sendiri:

1. Kateter Menetap (Indwelling/Foley Catheter)

Kateter ini dirancang untuk tinggal di dalam kandung kemih untuk jangka waktu tertentu (hari atau minggu). Alat ini memiliki balon kecil di ujungnya yang dikembangkan dengan air steril agar selang tidak lepas. Urine akan mengalir secara terus-menerus ke dalam kantong penampung (urine bag).

2. Kateter Intermiten (In-and-Out Catheter)

Jenis ini hanya digunakan saat ingin buang air kecil saja. Setelah kandung kemih kosong, selang langsung dicabut. Metode ini dianggap paling aman dari risiko infeksi jangka panjang asalkan dilakukan dengan teknik steril yang benar.

3. Kateter Kondom (External Catheter)

Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, kateter ini tidak dimasukkan ke dalam uretra. Alat ini berbentuk seperti kondom yang dipasang pada penis dan dihubungkan dengan selang menuju kantong urine. Biasanya digunakan oleh pria dengan masalah inkontinensia tetapi tidak memiliki hambatan aliran urine.

Tips Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Akibat Kateter
  1. Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh perangkat kateter.
  2. Pastikan kantong urine selalu berada di posisi lebih rendah dari kandung kemih.
  3. Konsumsi air putih yang cukup untuk membantu membilas bakteri dari saluran kemih.

Cara Penggunaan dan Perawatan di Rumah

Melakukan kateterisasi mandiri atau merawat kateter menetap di rumah memerlukan ketelitian tinggi. Penggunaan pelumas berbahan dasar air sangat penting untuk mengurangi gesekan pada uretra pria. Selain itu, area kelamin harus dibersihkan secara rutin setiap hari untuk mencegah penumpukan bakteri di sekitar titik masuk selang.

Jika kamu mengalami kendala teknis atau muncul gejala yang tidak biasa, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. Kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan panduan medis langsung dari ahlinya.

Risiko dan Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Meskipun sangat membantu, penggunaan selang kateter tetap memiliki risiko komplikasi, terutama jika digunakan dalam jangka panjang:

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Bakteri dapat masuk melalui celah selang.
  • Striktur Uretra: Luka atau penyempitan saluran uretra akibat trauma pemasangan.
  • Batu Kandung Kemih: Akibat endapan kristal pada ujung kateter.
  • Hematuria: Adanya darah dalam urine akibat iritasi dinding kandung kemih.

Studi Mengenai Penggunaan Kateter Pria

The Journal of Urology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan kateter intermiten secara mandiri (Clean Intermittent Catheterization/CIC) secara signifikan menurunkan risiko komplikasi ginjal jangka panjang pada pria dengan gangguan kandung kemih neurogenik dibandingkan penggunaan kateter menetap.

Penelitian tersebut menekankan pentingnya edukasi pasien mengenai teknik aseptik untuk mengurangi angka kejadian bakteriuria. Temuan ini mendukung pergeseran tren medis di mana kateter intermiten lebih disarankan untuk pasien yang masih memiliki ketangkasan tangan yang baik.

Sebagai penutup, penggunaan selang kateter pria merupakan langkah medis penting yang membutuhkan disiplin tinggi dalam perawatan. Pastikan kamu selalu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan ukuran dan jenis bahan yang paling sesuai dengan tubuhmu agar terhindar dari cedera.

Selain itu, jangan ragu untuk selalu memantau kondisi urine setiap hari. Jika warna urine berubah menjadi sangat keruh, berbau menyengat, atau disertai demam, segera hubungi layanan kesehatan terdekat melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Urinary catheter: Uses, types, and complications.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Urinary Catheterization for Men.
NHS UK. Diakses pada 2026. Urinary catheter – Types and how they work.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Catheter-associated Urinary Tract Infection (CAUTI).

FAQ

1. Apakah pemasangan kateter pada pria terasa sakit?

Biasanya ada rasa tidak nyaman atau tekanan saat selang melewati sfingter uretra. Namun, penggunaan gel pelumas anestesi dapat membantu mengurangi rasa sakit tersebut secara signifikan.

2. Berapa lama kateter foley boleh terpasang?

Tergantung jenis bahannya, biasanya kateter lateks perlu diganti setiap 1-2 minggu, sedangkan bahan silikon murni bisa bertahan hingga 12 minggu, sesuai anjuran dokter.

3. Bolehkah tetap beraktivitas fisik saat menggunakan kateter?

Tentu boleh, namun hindari olahraga berat atau kontak fisik yang berisiko menarik selang kateter. Gunakan penyangga selang (leg bag) agar lebih nyaman saat bergerak.

4. Apa yang harus dilakukan jika urine tidak mengalir ke kantong?

Cek apakah ada tekukan pada selang atau posisi kantong yang terlalu tinggi. Jika selang tidak tersumbat secara fisik tapi urine tetap tidak keluar, segera hubungi dokter.

Punya Masalah Buang Air Kecil atau Butuh Panduan Pasang Kateter? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa tidak nyaman dengan selang kateter atau bingung bagaimana cara merawatnya dengan benar? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.