Ad Placeholder Image

Kateter Pria: Panduan Lengkap Pemasangan dan Perawatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Kateter Pria: Panduan Lengkap Pemasangan & Perawatan

Kateter Pria: Panduan Lengkap Pemasangan dan PerawatanKateter Pria: Panduan Lengkap Pemasangan dan Perawatan

Pemasangan kateter pada pria adalah prosedur medis yang umum dilakukan untuk membantu mengalirkan urine dari kandung kemih. Prosedur ini melibatkan penyisipan selang kecil melalui uretra ke dalam kandung kemih. Tujuannya untuk mengatasi masalah buang air kecil seperti retensi urine atau inkontinensia. Proses pemasangan kateter harus dilakukan oleh tenaga medis profesional untuk menghindari komplikasi.

Definisi Pemasangan Kateter pada Pria

Pemasangan kateter pada pria adalah tindakan medis memasukkan selang (kateter) ke dalam kandung kemih melalui uretra. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan urine ketika pasien tidak dapat melakukannya secara mandiri. Kateterisasi dapat bersifat sementara atau permanen, tergantung pada kondisi medis yang mendasari.

Prosedur ini penting dalam berbagai situasi, mulai dari pasca operasi hingga kondisi medis yang menyebabkan gangguan pada fungsi kandung kemih. Pemilihan jenis kateter dan teknik pemasangan yang tepat akan meminimalkan risiko komplikasi dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Jenis-Jenis Kateter untuk Pria

Terdapat beberapa jenis kateter yang umum digunakan pada pria, masing-masing dengan indikasi dan karakteristik yang berbeda:

  • Kateter Foley (Indwelling): Kateter ini dipasang dalam jangka waktu tertentu (singkat atau panjang) dan memiliki balon kecil di ujungnya yang berfungsi menahan kateter di dalam kandung kemih.
  • Kateter Kondom (Eksternal): Kateter ini berbentuk seperti kondom dan dipasang di luar penis. Jenis ini cocok untuk pria dengan inkontinensia urin dan perlu diganti setiap hari. Risiko infeksi saluran kemih (ISK) lebih rendah dibandingkan kateter Foley.
  • Kateter Intermiten: Kateter ini dimasukkan hanya saat dibutuhkan untuk mengosongkan kandung kemih, kemudian langsung dilepas. Penggunaan kateter intermiten dapat mengurangi risiko ISK, namun berpotensi menyebabkan trauma pada uretra jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Prosedur Pemasangan Kateter Foley pada Pria

Pemasangan kateter Foley pada pria memerlukan teknik aseptik dan kehati-hatian untuk mencegah infeksi dan cedera. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam pemasangan kateter Foley:

  1. Persiapan: Tenaga medis yang bertugas harus mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan steril. Alat-alat yang digunakan harus steril dan pasien perlu diberi tahu mengenai prosedur yang akan dilakukan.
  2. Posisi Pasien: Pasien diposisikan telentang dengan kedua kaki dibuka (abduksi) untuk memudahkan akses ke area genital.
  3. Pembersihan Genital: Area penis dan sekitarnya dibersihkan dengan larutan antiseptik (misalnya povidon-iodin) secara melingkar, dimulai dari meatus uretra ke arah luar.
  4. Lubrikasi: Ujung kateter dan meatus uretra diolesi dengan gel pelumas steril untuk mengurangi gesekan dan memudahkan penyisipan kateter.
  5. Pemasukan Kateter: Penis dipegang tegak dan kateter dimasukkan perlahan ke dalam uretra. Pasien diminta untuk rileks dan menarik napas dalam-dalam jika terasa hambatan saat kateter melewati sfingter uretra.
  6. Fiksasi Internal: Kateter didorong terus hingga urine keluar dengan lancar, lalu didorong lagi sekitar 2-3 cm. Balon kateter kemudian dikembangkan dengan 10-20 cc air steril.
  7. Fiksasi Eksternal: Kateter ditarik sedikit hingga terasa tahanan (balon mengunci di dalam kandung kemih), lalu direkatkan ke paha pasien.
  8. Penyambungan: Ujung kateter disambungkan ke kantong urine (urine bag) yang digantung di bawah ketinggian kandung kemih untuk memastikan urine dapat mengalir dengan baik.

Perawatan dan Efek Samping Pemasangan Kateter

Setelah pemasangan kateter, perawatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi:

  • Kebersihan: Area sekitar meatus uretra harus selalu dijaga kebersihannya dan dikeringkan secara teratur.
  • Pengosongan Kantong Urine: Kantong urine harus dikosongkan setiap 6-8 jam atau saat sudah terisi penuh untuk mencegah infeksi.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah pemasangan kateter meliputi:

  • Spasme kandung kemih
  • Kebocoran urine di sekitar kateter
  • Cedera uretra
  • Infeksi saluran kemih (ISK)

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala-gejala berikut setelah pemasangan kateter:

  • Demam
  • Nyeri perut atau pinggang
  • Urine berdarah atau keruh
  • Kebocoran urine yang signifikan
  • Kateter tersumbat atau terlepas

Rekomendasi Medis di Halodoc

Pemasangan kateter pada pria harus selalu dilakukan oleh tenaga medis profesional untuk memastikan keamanan dan mencegah komplikasi. Jika mengalami masalah terkait buang air kecil, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Halodoc menyediakan layanan konsultasi online yang memungkinkan untuk berbicara dengan dokter dari kenyamanan rumah sendiri. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika membutuhkan.