• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tak Pandang Usia, Kaum Muda Juga Bisa Terinfeksi Virus Corona

Tak Pandang Usia, Kaum Muda Juga Bisa Terinfeksi Virus Corona

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Sejak kemunculannya pada akhir 2019, hanya dibutuhkan sekitar tiga bulan bagi virus corona jenis baru ini untuk dinaikkan statusnya menjadi pandemi global. Sejak awal, ahli kesehatan memperingatkan bahwa COVID-19 ini jauh lebih berbahaya bagi orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun. Namun, ini bukan berarti kaum muda tidak memiliki risiko sama sekali. Pasalnya, Centers for Disease Control and Prevention mencatat sejak 12 Februari hingga 16 Maret, sekitar 38 persen pasien COVID-19 di Amerika Serikat  yang dirawat di rumah sakit adalah orang yang berusia kurang dari 54 tahun. 

Data dari New York City yang dilaporkan The City juga menunjukkan, 26 persen dari 1.160 orang yang dirawat di rumah sakit karena gejala COVID-19 berusia antara 18 dan 49 tahun. Virus corona tidak hanya mematikan untuk orang yang lebih tua. Di Los Angeles, seorang remaja dilaporkan meninggal karena komplikasi COVID-19. The New York Times juga melaporkan bahwa sejauh ini, 5 orang di bawah usia 45 tahun meninggal akibat COVID-19. 

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan

Kaum Muda Tak Boleh Anggap Enteng Virus Corona

Sejauh ini, pesan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jelas, bahwa semakin tua usia seseorang maka ia semakin berisiko mengalami komplikasi akibat virus corona. Namun, WHO telah memperingatkan kaum muda untuk tidak memandang diri mereka sebagai yang "tak terkalahkan".

Melansir BBC UK, Dr. Rosena Allin-Khan, anggota parlemen dari Partai Buruh dan dokter mengatakan bahwa penyakit itu tidak hanya terbatas pada orangtua dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya. Ia mengatakan bahwa di Inggris ada anak berusia 18 tahun dengan kondisi kesehatan yang mendasari meninggal akibat COVID-19 di Inggris. Ia dianggap sebagai korban meninggal termuda di Inggris sejauh ini. Allin-Khan mengatakan, ia telah merawat pasien yang sebelumnya sehat dan bugar berusia 30-an dan 40-an, tetapi kini mereka dalam perawatan intensif dan tengah berjuang untuk hidup. 

Pada konferensi pers di Albany, Minggu (29/3), Gubernur New York Andrew Cuomo memperingatkan orang-orang muda karena tidak menganggap serius krisis ini. Di seluruh negara bagian, orang yang berusia antara 18 hingga 49 tahun mewakili 53 persen dari 15.169 kasus positif virus corona di New York. Ia juga mengatakan bahwa kaum muda bisa terinfeksi. Mereka juga bisa jatuh sakit, orang muda mungkin tidak akan mati, tetapi mereka bisa menularkannya ke seseorang yang mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi. Orang muda bisa menjadi silent carrier dan menularkannya bahkan secara tidak sengaja. 

Baca juga: Cek Risiko Tertular Virus Corona secara Online di sini

Kaum Muda Bisa Jadi Silent Carrier

Achmad Yurianto sebagai juru bicara penanganan COVID-19 menyatakan, tak hanya kelompok usia lanjut maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta saja yang berpotensi terjangkit. Kaum muda dengan imunitas yang bagus pun juga rawan tertular, meski gejalanya  sangat minim. 

Ia juga menambahkan "Data yang kita miliki dan data secara global, memang pada kelompok usia muda memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, namun harus dipastikan bahwa bukan berarti kelompok muda ini kebal, mereka bisa terkena dan tanpa gejala. Orang yang tanpa gejala (silent carrier) yang menjadi salah satu faktor penyebaran virus corona semakin cepat. Pasalnya yang bersangkutan tidak menyadari telah terjangkit COVID-19 dan tidak melakukan physical distancing

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics dengan mengamati lebih dari 2.100 anak yang terinfeksi COVID-19 di Tiongkok, melaporkan bahwa sebanyak 90 persen anak-anak memiliki infeksi tanpa gejala, ringan, atau sedang. Hanya 5,9 persen saja yang memiliki kasus parah atau kritis, dibandingkan dengan orang dewasa yang mencapai 20 persen.

Sementara itu, data dari Italia yang dipublikasi di laman JAMA Network, menunjukkan bahwa dari 22.500 infeksi COVID-19 pertama di sana, hanya 1,2 persen kasus terjadi pada anak-anak berusia 18 tahun ke bawah, dan sekitar seperempat dilaporkan pada orang berusia 19 hingga 50 tahun.

Baca juga: Waspadai Bahaya Silent Carrier, Pengidap Corona yang Tanpa Gejala

Secara keseluruhan, orang tua adalah kelompok yang paling berisiko. Namun ingat, bisa jadi kaum muda adalah silent carrier. Jadi, selalu pastikan diri kamu tetap melakukan physical distancing meskipun tidak memiliki gejala.

Jika kamu merasa flu atau beberapa gejala lain yang dicurigai, segera tanyakan pada dokter melalui chat di aplikasi Halodoc. Kamu jadi tidak perlu keluar rumah atau mengunjungi rumah sakit untuk memeriksakan kesehatanmu. Tunggu apa lagi? Segera download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!

Referensi:
BBC. Diakses pada 2020. Coronavirus: What's Young People's Risk?
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Severe Outcomes Among Patients with Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) — United States, February 12–March 16, 2020.
Men's Health. Diakses pada 2020. Experts Warn Coronavirus Is Not Just Dangerous for Older Adults.
The City. Diakses pada 2020. One in Four Nyc Hospital Coronavirus Patients Is Under Age 50.
Tirto. Diakses pada 2020. Bagaimana Anak Muda Bisa Terinfeksi Corona COVID-19 Tanpa Gejala?