Ad Placeholder Image

Kawasaki Disease pada Anak: Kenali Gejala Mirip DBD

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Kawasaki Disease pada Anak: Demam Tak Biasa, Awas!

Kawasaki Disease pada Anak: Kenali Gejala Mirip DBDKawasaki Disease pada Anak: Kenali Gejala Mirip DBD

Apa Itu Penyakit Kawasaki pada Anak?

Penyakit Kawasaki adalah kondisi langka yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama arteri koroner jantung. Kondisi ini paling sering menyerang anak di bawah usia 5 tahun. Peradangan pembuluh darah ini dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Diagnosis dini dan penanganan yang segera sangat penting untuk mencegah kerusakan jantung jangka panjang. Penyakit ini memerlukan perhatian medis darurat karena risikonya terhadap kesehatan jantung anak.

Gejala Utama Penyakit Kawasaki: Mirip Demam Berdarah?

Gejala Penyakit Kawasaki seringkali mirip dengan infeksi virus umum, seperti demam berdarah (DBD), sehingga memerlukan kewaspadaan lebih. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

  • Demam Tinggi Persisten: Demam berlangsung lebih dari 5 hari dengan suhu yang tidak stabil, bahkan tidak merespons obat penurun panas biasa.
  • Mata Merah (Konjungtivitis Non-Purulen): Kedua mata tampak merah tanpa disertai kotoran mata atau nanah, berbeda dengan konjungtivitis bakteri biasa.
  • Perubahan Mulut dan Bibir: Bibir menjadi pecah-pecah, merah terang, dan bengkak. Lidah juga bisa tampak merah seperti stroberi.
  • Ruam Kulit: Muncul ruam merah di berbagai area tubuh, terutama di dada, punggung, tangan, dan kaki. Ruam ini bisa disertai pengelupasan kulit, terutama di ujung jari tangan dan kaki.
  • Pembengkakan dan Kemerahan Ekstremitas: Tangan dan kaki bengkak serta berwarna kemerahan.
  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher, biasanya hanya pada satu sisi.

Orang tua perlu mengenali gejala-gejala ini dan segera mencari bantuan medis apabila anak menunjukkan kombinasi dari beberapa tanda di atas, terutama demam tinggi yang berkepanjangan.

Penyebab dan Faktor Risiko Kawasaki Disease

Penyebab pasti Penyakit Kawasaki masih belum diketahui secara pasti. Namun, banyak ahli menduga bahwa ini adalah respons autoimun terhadap suatu infeksi. Artinya, sistem kekebalan tubuh anak bereaksi berlebihan dan menyerang pembuluh darah yang sehat.

Beberapa faktor yang diduga berperan meliputi genetik dan lingkungan, meskipun belum ada pemicu tunggal yang teridentifikasi. Penyakit ini tidak menular dari satu anak ke anak lainnya.

Pengobatan Penyakit Kawasaki pada Anak

Penanganan Penyakit Kawasaki harus dilakukan secepat mungkin, idealnya dalam 10 hari pertama sejak demam dimulai, untuk mencegah komplikasi jantung serius. Dua pilar utama pengobatan adalah:

  • Imunoglobulin Intravena (IVIG): Ini adalah protein antibodi yang diberikan melalui infus ke pembuluh darah. IVIG berfungsi untuk menekan peradangan dan mengurangi risiko kerusakan arteri koroner.
  • Aspirin Dosis Tinggi: Aspirin diberikan untuk mengurangi peradangan dan mencegah pembentukan bekuan darah di pembuluh darah yang meradang. Dosis aspirin akan disesuaikan oleh dokter.

Setelah demam mereda, dosis aspirin biasanya akan diturunkan menjadi dosis rendah dan dilanjutkan selama beberapa minggu hingga bulan untuk mencegah komplikasi. Anak akan menjalani pemantauan jantung berkala, termasuk ekokardiogram, untuk memeriksa kondisi arteri koroner.

Komplikasi dan Pencegahan Penyakit Kawasaki

Komplikasi paling serius dari Penyakit Kawasaki adalah kerusakan pada arteri koroner jantung, yaitu pembuluh darah yang memasok oksigen ke otot jantung. Kerusakan ini dapat berupa:

  • Aneurisma Koroner: Pelebaran abnormal pada dinding arteri koroner yang dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah, penyempitan, atau bahkan pecah.
  • Miokarditis: Peradangan otot jantung.
  • Gangguan Katup Jantung: Masalah pada katup jantung.

Karena penyebabnya belum diketahui, tidak ada cara spesifik untuk mencegah Penyakit Kawasaki. Namun, pencegahan komplikasi dapat dilakukan melalui deteksi dini dan pengobatan yang agresif. Memulai pengobatan dalam 10 hari pertama demam secara signifikan menurunkan risiko komplikasi jantung.

Edukasi orang tua mengenai gejala-gejala Penyakit Kawasaki merupakan langkah penting agar anak dapat segera mendapatkan penanganan medis.

Kapan Harus Memeriksakan Anak ke Dokter?

Apabila anak mengalami demam tinggi yang berlangsung lebih dari 5 hari dan disertai dengan salah satu atau beberapa gejala lain seperti mata merah, bibir pecah-pecah, lidah stroberi, ruam kulit, atau pembengkakan kelenjar getah bening, segera cari pertolongan medis. Jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter atau membawa anak ke unit gawat darurat terdekat.

Meskipun kondisi ini jarang terjadi, Penyakit Kawasaki membutuhkan penanganan yang serius untuk mencegah dampak jangka panjang pada kesehatan jantung anak.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Penyakit Kawasaki dan kondisi kesehatan anak lainnya, atau jika memerlukan konsultasi dengan dokter anak, kunjungi situs atau aplikasi Halodoc. Informasi medis yang rinci, objektif, dan berbasis riset ilmiah terbaru tersedia untuk membantu memahami berbagai kondisi kesehatan.