Ad Placeholder Image

Kayu Dewandaru: Intip Pesona Mitos dan Khasiatnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Kayu Dewandaru: Kisah di Balik Tuah dan Manfaatnya

Kayu Dewandaru: Intip Pesona Mitos dan KhasiatnyaKayu Dewandaru: Intip Pesona Mitos dan Khasiatnya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar tentang dewandaru pohon? Bagi sebagian masyarakat di Indonesia, nama tanaman ini mungkin lebih identik dengan cerita-cerita mistis atau legenda dari Kepulauan Karimunjawa. Namun, di balik selubung mitos yang menyelimutinya, dewandaru (Eugenia uniflora) sebenarnya adalah tanaman dengan potensi medis yang luar biasa. Pohon ini menghasilkan buah kecil yang eksotis dengan profil nutrisi yang kaya akan antioksidan, yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia.

Tanaman yang juga dikenal dengan nama Surinam Cherry atau Ceremai Belanda ini memiliki karakteristik unik, mulai dari bentuk buahnya yang bergelombang hingga aroma daunnya yang khas saat diremas. Mengingat tren gaya hidup sehat yang kembali ke alam, memahami manfaat medis dari dewandaru pohon menjadi sangat relevan. Dewandaru bukan sekadar tanaman hias atau bagian dari folklor, melainkan sumber senyawa bioaktif yang dapat menunjang kesehatan jangka panjang.

Sangat penting bagi kita untuk membedakan antara manfaat kesehatan yang terbukti secara ilmiah dengan klaim-klaim yang hanya berdasarkan kepercayaan semata. Dengan literasi kesehatan yang tepat, kamu bisa memanfaatkan kebaikan alam ini tanpa rasa khawatir. Jika kamu merasa perlu tambahan asupan nutrisi dari sumber alami atau membutuhkan penanganan untuk kondisi tertentu, sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

Nah, mau tahu apa saja pesona dan khasiat medis di balik tanaman dewandaru pohon? Berikut ulasannya!

Mengenal Dewandaru Pohon: Tanaman Beribu Nama

Dewandaru pohon atau Eugenia uniflora adalah tanaman perdu atau pohon kecil yang berasal dari Amerika Selatan, khususnya Brasil, namun telah menyebar luas ke berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia. Nama “Dewandaru” sendiri dalam bahasa Sanskerta dapat diartikan sebagai “pohon pembawa wahyu” atau “kayu dewa”, yang menjelaskan mengapa pohon ini begitu dihormati di beberapa kebudayaan. Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian 7 meter dan memiliki batang yang kuat dengan kulit kayu yang cenderung mengelupas secara alami.

Ciri khas yang paling menonjol dari dewandaru pohon adalah buahnya. Buah dewandaru berbentuk bulat dengan rusuk-rusuk menonjol (sekitar 7-8 rusuk), mirip dengan lampion kecil. Warnanya berubah dari hijau saat muda, menjadi jingga, hingga merah tua kehitaman saat sudah sangat matang. Rasanya cukup kompleks—perpaduan antara manis, asam, dan sedikit rasa sepat khas buah berry liar. Selain buahnya, daun dewandaru yang mengkilap juga mengandung minyak esensial yang memberikan aroma aromatik yang menyegarkan.

Kandungan Nutrisi dalam Buah dan Daun Dewandaru

Secara farmakologi, dewandaru pohon adalah “pabrik” senyawa kimia yang menguntungkan. Buahnya mengandung kadar Vitamin C yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis jeruk. Vitamin C berperan vital sebagai kofaktor dalam sintesis kolagen dan penguat sistem imun. Selain itu, buah merah ini mengandung vitamin A (dalam bentuk beta-karoten) yang baik untuk kesehatan mata dan integritas mukosa.

Salah satu keunggulan utama dewandaru adalah kandungan antioksidannya, terutama likopen dan antosianin. Senyawa-senyawa ini bertanggung jawab atas warna merah pada buah sekaligus berfungsi menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Daunnya pun tak kalah hebat; mengandung flavonoid, tanin, dan terpenoid yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Inilah alasan mengapa dewandaru sering diekstrak untuk dijadikan komponen dalam produk kesehatan alami.

Potensi Senyawa Bioaktif Dewandaru
  1. Flavonoid: Membantu meredakan peradangan di dalam tubuh.
  2. Likopen: Senyawa anti-kanker yang melindungi jantung.
  3. Minyak Esensial (Cineole): Memberikan efek relaksasi dan antiseptik pada saluran pernapasan.

Manfaat Kesehatan Dewandaru bagi Tubuh

Berdasarkan berbagai penelitian, dewandaru pohon menawarkan beragam manfaat kesehatan yang patut dipertimbangkan sebagai bagian dari pola hidup sehat:

1. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Kandungan potasium dan antioksidan dalam buah dewandaru membantu mengatur tekanan darah. Antioksidannya bekerja dengan mencegah oksidasi kolesterol LDL, sehingga mengurangi risiko pembentukan plak pada dinding arteri (aterosklerosis).

2. Mendukung Sistem Pencernaan

Dalam pengobatan tradisional, rebusan daun dewandaru sering digunakan untuk mengatasi diare. Hal ini dikarenakan adanya kandungan tanin yang bersifat astringen, yang mampu mengerutkan jaringan dan mengurangi frekuensi buang air besar pada kasus gangguan pencernaan ringan.

3. Mengontrol Kadar Gula Darah

Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak dewandaru memiliki potensi menghambat enzim yang memecah karbohidrat menjadi gula, sehingga membantu menjaga stabilitas kadar glukosa dalam darah, terutama setelah makan.

4. Efek Anti-inflamasi dan Pereda Nyeri

Senyawa aktif dalam dewandaru pohon diketahui mampu menghambat mediator inflamasi. Ini bermanfaat bagi mereka yang sering mengalami nyeri sendi atau peradangan ringan pada tubuh.

Mitos dan Fakta Seputar Pohon Dewandaru di Indonesia

Di Indonesia, dewandaru pohon dikelilingi oleh banyak mitos. Salah satu yang paling terkenal adalah kepercayaan bahwa membawa kayu dewandaru dari Karimunjawa dapat mendatangkan musibah bagi pembawanya, atau sebaliknya, menanamnya di halaman rumah dapat memberikan perlindungan magis. Secara sosiologis, mitos ini sebenarnya membantu pelestarian pohon tersebut agar tidak dieksploitasi secara berlebihan.

Namun secara medis, kita perlu berfokus pada fakta. Fakta menunjukkan bahwa kayu dan buah dewandaru memiliki nilai ekonomis dan kesehatan yang tinggi. Kayunya sangat keras dan awet, sementara buahnya adalah superfood yang belum banyak dimanfaatkan secara industri. Edukasi mengenai khasiat tanaman ini penting agar masyarakat lebih menghargai sisi biologisnya daripada sekadar sisi mistisnya.

Cara Aman Mengonsumsi Dewandaru

Mengonsumsi dewandaru pohon harus dilakukan dengan bijak. Buah yang sudah matang sempurna (berwarna merah tua atau hitam) adalah yang paling aman dan enak dimakan langsung. Hindari mengonsumsi buah yang masih hijau karena kadar asamnya yang sangat tinggi dapat memicu iritasi lambung bagi mereka yang sensitif. Selain dikonsumsi segar, buah dewandaru juga sering diolah menjadi selai, sirup, atau campuran salad buah.

Untuk daunnya, biasanya digunakan dalam bentuk teh. Caranya adalah dengan merebus beberapa lembar daun dewandaru yang sudah dicuci bersih. Namun, perlu diingat bahwa konsumsi ekstrak daun dalam jangka panjang harus dilakukan dengan pengawasan, terutama bagi ibu hamil, menyusui, atau mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan pengencer darah, karena adanya potensi interaksi obat.

Studi Mengenai Dewandaru Pohon

Journal of Ethnopharmacology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ekstrak daun Eugenia uniflora (dewandaru) menunjukkan aktivitas hipotensif (menurunkan tekanan darah) dan diuretik yang signifikan dalam pengujian laboratorium. Hal ini mendukung klaim tradisional mengenai manfaatnya untuk hipertensi.

Selain itu, penelitian dalam jurnal Food Chemistry menyoroti aktivitas anti-proliferatif dari senyawa flavonoid dewandaru terhadap sel kanker tertentu. Meskipun masih memerlukan uji klinis lebih lanjut pada manusia, hasil ini memberikan harapan baru dalam dunia fitofarmaka (obat berbahan alami).

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah mencoba pengobatan herbal atau sekadar ingin tahu lebih banyak tentang dosis suplemen yang tepat, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika kamu merasa gejala yang kamu alami tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi bahan alami seperti dewandaru, segera lakukan tindakan medis yang tepat. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk kebutuhan harianmu dengan jaminan produk asli dan pengiriman cepat sampai ke rumah.

Ingatlah bahwa kesehatan adalah aset investasi jangka panjang. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika tubuh memberikan sinyal yang tidak biasa.

Referensi:
PubMed NCBI. Diakses pada 2026. Pharmacological Properties of Eugenia uniflora L. Leaf Extract.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Traditional Medicine Strategy.
Journal of Food Science and Technology. Diakses pada 2026. Nutritional Composition of Surinam Cherry (Eugenia uniflora).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Data Tanaman Obat Indonesia.

FAQ

1. Apakah buah dewandaru boleh dimakan setiap hari?

Boleh, asalkan dalam jumlah yang wajar. Buah dewandaru kaya akan vitamin C, namun karena sifat asamnya, konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan asam lambung pada orang tertentu.

2. Apa perbedaan dewandaru pohon dengan pohon ceremai biasa?

Meskipun sekilas mirip, dewandaru (Eugenia uniflora) memiliki buah dengan rusuk yang lebih menonjol dan aroma daun yang lebih tajam dibandingkan ceremai (Phyllanthus acidus).

3. Apakah kayu dewandaru benar-benar memiliki khasiat medis?

Penelitian lebih banyak berfokus pada daun dan buahnya. Kayu dewandaru secara tradisional lebih banyak digunakan sebagai bahan kerajinan karena kekuatannya, bukan untuk dikonsumsi secara medis.

4. Bisakah dewandaru digunakan untuk mengobati diabetes?

Dewandaru dapat membantu mengontrol kadar gula darah sebagai terapi pendamping, namun tidak dapat menggantikan obat-obatan diabetes dari dokter. Selalu konsultasikan penggunaan herbal dengan tenaga medis.